Rabu, 14 Desember 2011

Greg: Saya Tak Bersaing dengan Bepe & El Loco


Penyerang anyar Pelita Jaya, Greg Nwokolo bahagia karena akhirnya bisa menjadi warga negara Indonesia. Pemain 25 tahun itu siap bekerja keras agar bisa mendapat tempat di tim nasional Indonesia.

Greg sudah resmi menjadi warga negara Indonesia sejak beberapa pekan lalu. Ia juga sudah dipanggil masuk skuad Garuda. Namun, Greg belum bisa membela Tim Merah-Putih karena masalah administrasi.

"Aku suka di sini dan sudah lama berada di Indonesia. Aku sudah 7 tahun dan mau 8 tahun di sini. Jadi warga negara Indonesia tidak ada salahnya. Orang Indonesia rata-rata semua baik dan aku suka di sini," kata Greg.

Di timnas Indonesia, Greg bersaing dengan bomber-bomber yang sudah mapan, macam Cristian 'El Loco' Gonzales dan Bambang Pamungkas. Pemain berdarah Nigeria itu pun memuji kedua seniornya itu.

"Cristian Gonzales adalah contoh pemain tua yang masih bisa bermain dengan kerja keras dan mencetak gol. Dia telah buktikan itu."

"Kalau Bepe, kami semua tahu dia pemain yang bisa dibilang spesial. Belakangan, dia sangat baik dan dia bisa passing yang bagus. Penampilan dia juga bagus," puji mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

"Aku tidak bersaing dengan mereka karena aku bisa bermain di posisi lain. Aku ingin kerja keras biar dapat kesempatan untuk main."

Greg sudah sempat membela Indonesia Selection saat menghadapi Los Angeles Galaxy pada 30 November 2011. Ketika itu, Greg tampil impresif dan mendapat pujian dari pelatih Galaxy, Bruce Arena.

"Itu hal yang sangat luar biasa, karena tidak mudah untuk lawan tim seperti mereka dan dapat pujian dari pelatih. Tapi, aku tetap belum puas, karena tahu aku seharusnya lebih baik lagi," ujar Greg yang berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Pelita Jaya dan timnas Indonesia.

Senin, 12 Desember 2011

Besok, Rahmad Darmawan Rapat dengan PSSI


Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan akan menemui pengurus PSSI, Senin, 12 Desember 2011. Meski demikian, pelatih yang akrab disapa RD itu belum sampai pada keputusan final untuk meninggalkan Garuda Muda.

RD dikabarkan akan meninggalkan timnas U-23. Pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta itu juga disebut-sebut akan mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada PSSI dalam waktu dekat ini.

"Belum sampai soal itu (mengirimkan surat pengunduran diri). Saya masih akan rapat besok siang soal timnas dengan PSSI," kata RD lewat pesan singkat kepada VIVAnews.com, Minggu 11 November 2011.

Posisi RD sebagai pelatih timnas U-23, memang sedang tidak menguntungkan. Keputusan PSSI melarang pemain-pemain Liga Super Indonesia (ISL) memperkuat timnas bakal membuatnya tidak leluasa dalam memilih pemain.

Belum ada kepastian ke mana Rahmad akan berlabuh bila benar-benar meninggalkan timnas. Namun Pelita Jaya yang saat ini tampil di ISL mengaku berniat untuk menggunakan jasa Rahmad.

Direktur Teknik Pelita Jaya, Rahim Sukasah beberapa waktu lalu mengatakan sudah berbiara dengan RD. Menurutnya, RD akan segera meninggalkan timnas U-23 dan bergabung dengan The Young Guns.

"Kami sudah bicara dengan RD untuk melatih Pelita. Itu sudah lama, sebelum dia dikontrak sebagai pelatih Timnas U-23, kata Rahim.

"Saat ini RD memang masih berstatus pelatih Timnas. Tapi, rencananya dia bakal mengundurkan diri. Kami rencananya akan kontrak dia selama dua musim," sambungnya. Pelita sendiri saat ini masih ditangani Jajang Nurjaman yang menggantikan peran Mischa Radovic yang didepak sebelum lanjutan ISL bergulir.

Di timnas U-23, Rahmad menandatangani kontrak selama dua tahun. Pada SEA Games 2011 lalu, RD mampu membentuk tim yang solid meski akhirnya gagal merebut medali emas usai ditekuk Malaysia di babak final lewat adu penalti.

Kamis, 01 Desember 2011

Pelatih LA Galaxy Puji Andik dan Greg


Pelatih Los Angeles Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Indonesia Selection. Secara khusus Arena memuji dua pemain Timnas Selection, Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo.

LA Galaxy hanya mampu menang tipis 1-0 atas Timnas Selection pada laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 30 Desember 2011. Gol semata wayang klub asal Amerika Serikat tersebut dicetak oleh Robbie Keane di babak pertama.

Usai pertandingan pelatih LA Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Selection. Mantan pelatih timnas Amerika Serikat tersebut mengaku LA Galaxy sempat kesulitan meladeni permainan cepat Timnas Selection.

"Indonesia Selection bermain sangat baik. Ini pertandingan yang sulit. Saya tidak melihat ada kelemahan dari Indonesia Selection. Para penyerang mereka bermain bagus dan mereka juga bertahan dengan bagus. Kita sangat sulit menerobos ke dalam. Mereka sangat seimbang. Mereka sangat bertalenta dan main bagus," ujar Arena dalam jumpa pers usai pertandingan.

Secara khusus Arena memuji penampilan dua pemain Timnas Selection, yakni Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo. Sepanjang pertandingan, kedua pemain tersebut memang menyulitkan pertahanan LA Galaxy dari sayap.

"Nomor 21 (Andik) Indonesia main bagus. Nomor 10 (Greg) juga bermain bagus. Jika kami jadi kehilangan David Beckham, mungkin kami membutuhkan beberapa pemain Indonesia untuk menggantikannya," papar Arena sambil tersenyum.

Terakhir Arena mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Indonesia terhadap skuad LA Galaxy selama di Jakarta. "Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di Jakarta yang begitu ramah dengan kami. Masyarakat memberikan sambutan yang sangat hangat," pungkasnya.

Timnas Selection Menyerah 0-1 dari LA Galaxy


Tim Nasional (Timnas) Selection menyerah 0-1 dari LA Galaxy dalam laga persahabatan, Rabu, 30 November 2011. Tim asal Amerika Serikat tersebut unggul lewat gol tunggal Robbie Keane di babak pertama.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Keane mencetak gol pada menit ke-13. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Timnas Selection yang dikawal oleh Andritany Ardiayasa.

LA Galaxy sebenarnya lebih mendominasi jalannya laga babak pertama. Namun hingga turun minum, Galaxy unggul 1-0.

Di awal babak II, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. LA Galaxy kembali mendominasi jalannya laga dan berhasil menciptakan berbagai peluang emas namun belum berbuah gol.

Pada menit 68, Jack McBean berhasil melepaskan tendangan voli. Namun bola masih mampu dijinakkan kiper Kurnia Meiga.

David Beckham masih dipertahankan hingga babak kedua. Namun mantan pemain Manchester United itu gagal menciptakan gol lewat lewat bola set piece yang menjadi spesialisasinya.

Pada menit ke-75, Beckham mendapat kesempatan mengeksekusi bola mati di luar kotak penalti Indonesia. Namun bola kembali masih melebar di sisi kanan gawang Kurnia Meiga.

Pada menit 78, giliran timnas yang mendapat bola mati dari luar kotak penalti lawan. Sayang, tendangan bebas Bambang Pamungkas masih melebar di sisi kiri gawang LA Galaxy.

Pada menit ke-82, Timnas Selection kembali menciptakan kemelut di depan gawang LA Galaxy. Namun tendangan voli Ahmad Bustomi kembali belum menemui sasaran. Hingga laga usai, Timnas Selection tetap tertinggal 0-1 dari LA Galaxy.

Selasa, 29 November 2011

Ini Strategi RD Redam David Beckham


Pelatih tim Indonesia Selection, Rahmad Darmawan, mengatakan, timnya akan mengandalkan kekuatan kolektivitas sebagai senjata utama saat bertempur melawan Los Angeles Galaxy pada Laga Bintang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 30 November 2011.

Indonesia Selection akan menjadi lawan pertama Galaxy dalam Tur Asia mereka. Dalam menghadapi David Beckham dan kawan-kawan, RD telah memanggil 21 pemain gabungan dari timnas senior dan U-23 Indonesia.

Mengenai strategi khusus guna meredam agresivitas Beckham cs, RD mengatakan: "Kolektivitas kerja lebih kita utamakan. Misalkan seperti Beckham punya tendangan bebas bagus, ya kita jangan membuat pelanggaran tak perlu di daerah pertahanan kita. Itu salah satu solusi," tutur RD seusai memimpin latihan timnya di Gelora Bung Karno, Selasa 29 November 2011.

RD berharap, Galaxy dapat menampilkan permainan terbaiknya di laga nanti. Sebab, dengan begitu Bambang Pamungkas dan kawan-kawan bisa belajar banyak dari kemampuan lawan.

"Saya ingin mengetahui level kita. Semoga Galaxy main bagus dan itu akan memberi pelajaran buat kita. Saya juga ingin pertandingan besok seperti pertandingan kompetisi," jelas mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

"Yang pasti, tiga pemain mereka yang setiap hari disebut (Beckham, Landon Donovan dan Robbie Keane) itu pemain bagus dan pemain-pemain yang lain pada event seperti ini biasanya malah punya motivasi yang lebih. Itu yang berbahaya," tutup RD.

Pada sesi latihan terakhir timnas sendiri, penyerang Cristian Gonzales belum bisa hadir. Menurut RD, Gonzales berhalangan karena belum mendapat izin dari klubnya, yakni Persisam Samarinda.

Selasa, 22 November 2011

Penalti Ferdinand Dikritik Mantan Pemain


Kegagalan striker tim nasional Indonesia U-23, Ferdinand Sinaga, mengeksekusi penalti di laga final sepakbola SEA Games XXVI sangat disayangkan oleh mantan punggawa timnas, Sarman Panggabean.

Senin malam, 21 November 2011, di tengah gemuruhnya suara ribuan pendukung Merah Putih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ferdinand yang ditunjuk sebagai eksekutor pamungkas, gagal menaklukkan kiper timnas Malaysia Che Mat Khairul Fahmi. Arah bola Ferdinand ke kanan gawang bisa dibaca Che Mat.

Indonesia takluk 3-4 dalam drama adu penalti dari Malaysia setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Sebelumnya bek Gunawan Dwi Cahyo lebih dulu gagal lantaran bola membentur tiang kanan gawang. Praktis, Malaysia sukses mempertahankan gelar juara SEA Games yang sebelumnya diraih di Laos pada 2009 lalu.

Sebagai mantan punggawa timnas, Sarman mengaku kecewa dengan kekalahan tim besutan Rahmad Darmawan ini. Ia menyangkan kegagalan Ferdinand mengeksekusi penalti.

"Ferdinand sudah menyalahi rumus penalti. Rumus mengeksekusi penalti itu diagonal, bukan berdiri satu garis dengan bola dan kiper," ujar Sarman saat ditemui di depan kantor PSSI, usai pertandingan.

"Sebenarnya itu teknik dasar pelatih, tapi saya tidak menyalahkan pelatih. Mungkin Ferdinand lalai dan yang disayangkan kenapa tendangannya pelan," tambahnya.

Lebih lanjut, Sarman mempertanyakan keputusan pelatih menunjuk pemain belakang sebagai algojo. Terlebih, setelah Gunawan terbukti gagal mengeksekusi tendangan.

"Tidak ada rumus pemain belakang mencetak gol. Kalau penalti ya utamakan penyerang, pemain belakang itu pilihan keempat atau kelima. Tapi sekali lagi, saya bukan menyalahkan pelatih," jelas mantan bintang PSMS Medan ini.

Menurut Sarman, para pemain Malaysia sudah mengalami kelelahan fisik di babak kedua perpanjangan waktu. Hanya saja, lanjut Sarman, keadaan itu tidak mampu dimanfaatkan oleh Titus Bonai cs.

"Sebenarnya para pemain Malaysia sudah ambruk, tapi kita ragu-ragu memberi tekanan. Malaysia juga terlihat sudah menyerah secara strategi dan mengandalkan adu penalti," tegas Sarman, yang saat ini terdaftar sebagai Anggota Komite Studi dan Strategis PSSI.

Selain itu, Sarman juga mengkritik kinerja wasit yang memimpin laga, Tojo Minoru. Ia tak segan mengkliam wasit asal Jepang itu memihak Malaysia dan sengaja merugikan Indonesia.

Senin, 21 November 2011

Kalah Adu Penalti, Indonesia Gagal Rebut Emas


Indonesia gagal merebut emas SEA Games 2011 dari cabang sepak bola setelah timnas U-23 kalah adu penalti 3-4 dari Malaysia, Senin, 21 November 2011. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Indonesia unggul lebih dulu lewat gol Gunawan Dwi Cahyo pada menit ke-4. Namun Malaysia membalasnya lewat Omar Mohd Asrarudin menit 35'.

Indonesia dan Malaysia melakukan beberapa pergantian pemain di babak kedua. Meski sempat melahirkan beberapa peluang, namun tak ada yang berbuah gol hingga waktu normal usai.

Pertandingan masih berjalan seru di babak perpanjangan waktu. Indonesia bahkan sempat menjebol gawang Malaysia lewat kaki Ferdinand Sinaga. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena Oktovianus Maniani telah lebih dulu offside.

Malaysia juga sempat menjebol gawang Indonesia. Namun wasit kembali menganulirnya karena terejebak offside. Bermain imbang sepanjang 120 menit, Indonesia dan Malaysia pun harus melakoni babak tambahan, yakni adu penalti.

Dari lima penendang Indonesia, tiga berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka adalah Titus Bonai, Egi Melgiansyah, dan Abdul Rahman. Sedangkan Ferdinand Sinaga dan Gunawan Dwi Cahyo gagal merobek jala Harimau Malaya.

Sementara itu, dari lima penendang Malaysia, hanya Saarani Ahmad yang gagal. Sedangkan empat penendang lainnya, yakni Jasuli Mahali, Mohd Otman Fandi, Mohd Shas Mohamad, dan Bakhtiar Baddrol sukses mengecoh kiper Kurnia Meiga.

Dengan hasil ini, Indonesia pun menambah panjang masa paceklik emas dari cabang sepak bola di pentas SEA Games. Sebagai runner up, Indonesia pun harus puas dengan perak. Sedangkan Malaysia berhasil mempertahankan gelar juara setelah di SEA Games 2009 lalu, Malaysia juga sukses merebut emas.

Penendang Indonesia
Titus Bonai (berhasil)
Gunawan Dwi Cahyo (gagal)
Egi Melgiansyah (berhasil)
Abdul Rahman (berhasil)
Ferdinand Sinaga (gagal)

Penendang Malaysia
Jasuli Mahali (berhasil)
Mohd Otman Fandi (berhasil)
Saarani Ahmad (gagal)
Mohd Shas Mohamad (berhasil)
Bakhtiar Baddrol (berhasil)

Minggu, 20 November 2011

Jelang Final, Timnas U-23 Latihan di Hotel


Jelang laga final sepakbola SEA Games XXVI, tim nasional Indonesia U-23 hari ini hanya menjalani latihan ringan. Latihan skuad besutan Rahmad Darmawan ini berlangsung di kompleks Hotel Sultan, Jakarta, tempat mereka menginap.

Pada Minggu sore, 20 November 2011, Garuda Muda berkumpul di area dekat kolam renang hotel. Tak lebih dari satu jam, Patrich Wanggai cs hanya melakukan pemanasan fisik ringan dan RD sempat mengajak mereka berjalan-jalan mengelilingi hotel.

"Sore ini hanya latihan pemulihan karena pemulihan lebih penting daripada latihan. Masih ada beberapa pemain yang harus dicek kesehatannya sampai besok pagi, seperti Egi Melgiansyah, Gunawan Dwi Cahyo dan Mahadirga Lasut," urai RD.

Meskipun sejumlah pemain dinyatakan belum 100 persen pulih, tak satu pun pemain yang absen dalam latihan ini. Seperti Titus Bonai yang bermain penuh dalam lima laga sebelumnya, di babak penyisihan Grup A dan semifinal.

"Sejauh ini fisik Titus Bonai baik. Dia adalah tipikal pemain yang punya kondisi fisik bagus dan itu bisa dilihat dari pemulihan yang cepat. Kalau Egi memang kurang cepat pulihnya," tutur RD.

Keuntungan Malaysia

Menurut RD, Malaysia memiliki sedikit keuntungan dalam hal kondisi fisik. Pasalnya, skuad Harimau Malaya Muda lebih dulu melakoni laga semifinal.

"Jika dibandingkan dengan Malaysia, kami kalah soal waktu pemulihan. Mereka bermain 2 jam lebih dulu dari kami. Intensitas laga Malaysia melawan Myanmar tidak setinggi Indonesia melawan Vietnam, jadi pasti akan berbeda energi yang dikeluarkan," papar mantan pelatih Persija Jakarta tersebut.

Ya, Indonesia akan memperebutkan medali emas SEA Games ke-26 ini dengan Malaysia yang berstatus juara bertahan di Stadion Utama Gelora BUng Karno, Senayan, Jakarta, Senin 21 November 2011. Indonesia sudah 2 dekade tak pernah meraih medali emas SEA Games setelah kali terakhir pada 1991 silam.

Garuda Muda Berpeluang Balas Malaysia


Timnas SEA Games Indonesia akhirnya melenggang ke final usai menaklukkan Vietnam dengan skor meyakinkan 2-0. Di partai puncak yang akan digelar Senin 21 November 2011 nanti, Indonesia akan kembali berhadapan dengan Malaysia.

Menariknya, rivalitas Indonesia dan Malaysia telah terjadi di babak penyisihan Grup A. Sebelum menghempaskan Vietnam, Indonesia memang hanya datang sebagai runner-up Grup A. Malaysia menyandang status penguasa setelah menaklukkan Indonesia 1-0 di laga pamungkas penyisihan grup.

Sangat pantas jika final melawan Malaysia nanti ditempatkan sebagai ajang balas dendam pasukan Garuda Muda. Gol semata wayang Syahrul Azhari Ibrahim harus dibalas di partai yang lebih menentukan yakni partai final.

Yang perlu dicatat, saat Indonesia kalah dari Malaysia, coach Rahmad Darmawan tak menurunkan skuad terbaiknya termasuk menyimpan kiper Kurnia Mega dan sang juru gedor Patrich Wanggai. Namun Titus Bonai dan kawan-kawan pantas waspada permainan tenang Malaysia.

Keberhasilan Garuda Muda mencapai final di SEA Games XXVI menjadi hal yang luar biasa. Ini menjadi final pertama sejak 1997 lalu. Sukses ini juga membuka peluang Indonesia untuk menyudahi puasa emas sepakbola SEA Games yang terakhir diraih tahun 1991 silam. Kali ini emas harus digenggam di kandang.

Sabtu, 19 November 2011

2-0, Good Bye Vietnam, Indonesia ke Final!


Timnas SEA Games Indonesia akhirnya melaju ke final setelah berhasil memukul Vietnam 2-0 lewat gol duo Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Di partai puncak yang akan digelar Senin nanti, 21 November 2011, Indonesia akan kembali berhadapan dengan musuh bebuyutan, Malaysia.

Duel panas terhampar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Sabtu 19 November 2011. Indonesia yang datang sebagai runner-up Grup A bersua Vietnam yang menyandang status sebagai jawara Grup B.

Pelatih Indonesia Rahmad Darmawan langsung menurunkan kuartet terbaiknya, Oktovianus Maniani, Andik Vermansyah, Titus Bonai, dan Patrich Wanggai yang dikenal sangat agresif di lini depan. Sedangkan lini tengah dikuasai sang kapten Egi Melgiansyah.

Namun justru Vietnam yang mengambil inisiatif serangan pada awal pertandingan. Indonesia balik menyerang. Sprint Oktovianus Maniani coba dihentikan Lam Anh Quang dengan keras sehingga berbuah kartu kuning di menit 2.

Berikutnya, sundulan Diego Michiels umpan set piece Egi Melgiansyah masih berada di pelukan kiper Vietnam, Tranh Bu Ngoc. Peluang Indonesia berikutnya lahir di menit 18. Sayangnya, tendangan Okto hasil umpan Hasyim Kipuw masih diblok kiper Vietnam. Padahal, Okto saat itu tinggal berhadapan dengan kiper.

Semenit berikutnya, tendangan kapten Indonesia, Egi Melgiansyah masih bisa ditangkap kiper Vietnam. Pada menit 23, tendangan corner Egi ditepis kiper, begitu pun sepakan Titus "Tibo" Bonai memanfaatkan bola rebound.

Selanjutnya, kiper Vietnam harus mendapatkan perawatan karena jatuh di kepala terlebih dahulu ketika coba menangkap bola umpan Egi ke kotak penalti. Pertandingan dihentikan wasit nyaris 3 menit.

Laga semakin panas menjelang turun minum. Garuda Muda tampil lebih agresif sedangkan Vietnam tak mau kalah dengan tampil disiplin dan keras. Namun, justru Indonesia yang terancam di menit 45 lewat sebuah serangan balik.

Dua penyerang Vietnam melesat memanfaatkan bola sapuan dari sebuah tendangan bebas. Dua lawan dua terjadi menuju kotak penalti Indonesia. Beruntung bola berhasil disapu pertahanan Indonesia dan hanya membuahkan sepak pojok. Meski tambahan waktu diberikan selama enam menit namun hingga turun minum skor kaca mata ini tetap bertahan.

Di babak kedua, Indonesia tetap tampil agresif. Garuda Muda membuka peluang lewat Tibo di menit 47. Berhasil adu sprint dengan dua bek Vietnam, Tibo berhasil melepaskan tembakan di kotak penalti. Sayangnya, bola masih terlalu lemah dan dengan mudah dikuasai kiper Tran Buu Ngoc.

Stadion akhirnya bergemuruh pada menit 61 setelah tendangan bebas Patrich Wanggai berhasil menjebol gawang Vietnam. Meski sempat ditepis kiper Vietnam, namun bola mendatar Patrich masih terlalu deras. Tendangan bebas diperoleh setelah kapten Egi Melgiansyah diganjal bek Lam Anh Quang di luar kotak penalti.

Unggul 1-0 tampaknya belum memuaskan pasukan Garuda Muda. Pada menit 75, Tibo berpeluang membawa Indonesia unggul memanfaatkan umpan Andik Virmansyah. Sayangnya tembakan Tibo masih terlalu lemah.

Pada menit 78 giliran permainan luar biasa Egi mengancam gawang Vietnam. Sempat dijatuhkan di kotak penalti, Egi berhasil bangkit. Dengan sekali kontrol bola, Egi melepaskan tendangan keras. Namun masih berhasil ditepis kiper Vietnam.

Indonesia akhirnya berhasil unggul 2-0 pada menit 89 lewat aksi cantik Tibo. Tendangan keras kaki kiri Tibo berhasil mengenai pemain bertahan Vietnam dan sukses mengecoh kiper Tran Buu Ngoc.

Indonesia berpeluang menambah gol lewat Patrich Wanggai di masa injury time. Namun sayang bola masih berhasil digagalkan pemain bertahan Vietnam. Alhasil skor 2-0 bagi keunggulan Indonesia ini bertahan hingga pertandingan selesai.

Poster pun dibentangkan suporter Indonesia: Good bye, Vietnam! Garuda Muda melesat ke final. (kd)

Susunan Pemain

Indonesia: Kurnia Mega, Mahadiga Lasut, Egi Melgiansyah/Hendro Siswanto(80’), Octovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo, Hasim Kipuw, Andik Vermansyah, Diego Michiels, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Abdul Rahman

Vietnam: Tran Buu Ngoc, Au Van Hoan/Duong Thanh Hao (86’), Ngo Hoang Thihn/Le Hoang Thien (70’), Hoang Dinh Tung/Nguyen Tuan Anh (83’), Nguyen Trong Hoang, Le Van Thang, Nguyen Van Quyet, Chu Ngoc Anh, Truong Hyunh Phu, Pham Than Luong, Lam Anh Quang

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts