Tampilkan postingan dengan label Timnas U-23. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas U-23. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2013

Singkirkan Turki, RD Puji Kedisiplinan Timnas U-23






Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, menganggap Turki merupakan lawan dengan kemampuan di atas rata-rata. RD merasa beruntung pasukannya mampu mengalahkan tim Eropa tersebut dan melaju ke babak final Islamic Solidarity Games (ISG) III.

Bertarung di Stadion Jakabaring, Palembang, sore tadi, Sabtu, 27 September 2013, kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga babak perpanjangan waktu. Indonesia akhirnya memastikan tempat di partai puncak setelah unggul 7-6 dalam drama adu penalti.

"Kemenangan ini berkat kerja keras seluruh pemain yang bisa meredam serangan Turki sampai ke babak adu penalti. Kami sangat beruntung bisa mengalahkan tim sekelas Turki yang punya level di atas rata-rata," kata Rahmad dalam jumpa pers usai laga. 

Menurut RD, Turki bermain cukup baik dan sempat merepotkan barisan pertahanan Garuda Muda. Beruntung, pemainnya juga tampil cukup disiplin sehingga bisa meredam tekanan tim lawan.

"Turki bukanlah tim jelek, mereka sering merepotkan pertahanan kami, hanya saja masih kurang beruntun. Anak-anak sudah bermain cukup baik dan kemenangan ini menjadi pengalaman yg sangat bagi pemain untuk bekal disea games nanti," ujar pelatih Arema Indonesia tersebut. Di babak final, Indonesia akan menjajal pemenang antara Maroko vs Arab Saudi. Duel ini akan digelar, Minggu, 29 September 2013.  

Kalah dari Palestina, Timnas U-23 Tetap ke Semifinal ISG




Timnas Indonesia U-23 menelan kekalahan 1-2 dari Palestina di laga kedua Grup B ajang Islamic Solidarity Games 2013. Meskipun begitu tim asuhan Rahmad Darmawan tetap berhak melaju ke laga semifinal karena unggul selisih gol.

Bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Rabu, 25 September 2013, Indonesia langsung mendapat tekanan dari Palestina di 10 menit awal laga. Peluang pertama didapat tim tamu lewat sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti. Beruntung upaya itu masih bisa digagalkan kiper Andritany Ardhiyasa.

Namun Palestina tetap berhasil unggul lebih dulu di menit 16. Ashraf Wagra mengkonversi sebuah free kick di depan kotak terlarang menjadi gol. 1-0 untuk Palestina.

Untungnya Indonesia bisa membalas di menit 29. Tim Garuda mendapat hadiah penalti setelah Fandi Eko Utomo dijatuhkan di area terlarang. Sunarto yang dipercaya mengambil eksekusi tak membuang kesempatan emas yang didapat. Skor 1-1 itu bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua Palestina kembali tampil agresif. Ashraf Wagra pun menjadi momok bagi pertahanan Indonesia, dia mencetak gol kedua di menit 63. Skor 2-1 untuk Pelestina pun bertahan sampai akhir pertandingan.

Kekalahan itu menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen Grup B dengan raihan 3 poin, hanya unggul selisih gol dari Palestina. Di semifinal nanti tim Okto Maniani cs akan bertemu Turki yang keluar sebagai juara di Grup A. 


RD: Timnas U-23 Sedikit Canggung Hadapi Maroko




Timnas Indonesia U-23 rupanya sedikit canggung saat menaklukan Maroko skor 1-0 dalam laga perdana babak Penyisihan Sepakbola Islamic Solidarity Games (ISG), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis malam 19 September 2013. Hal tersebut diungkapkan pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan.

"Anak-anak sedikit kelihatan canggung pada menit-menit awal babak pertama, namun secara perlahan mereka mulai mengembangkan permainan. Namun secara keseluruhan  belum terlihat bentuk  Permainana yang tepat. Hanya spirit yang sudah terlihat," ujar Rahmad Darmawan usai pertandingan.

Dijelaskan Rahmad, masih banyak yang harus dievaluasi disetiap lini. Ajang ISG akan menjadi modal penting bagi para pemain sebelum memulai training center (TC) SEA Games 2013 di Myanmar.

"Ajang ini hanyalah untuk mencari formula yang tepat untuk berlaga di Sea Games Myanmar nanti. Namun bukan berarti ini ajang main-main. Pemain tetap harus konsentrasi dan fokus pada upaya mencari kemenangan selain mencoba dan mencari formula strategi yang cocok dengan karakter para pemain," ujar pelatih yang akrab disapa RD ini.

RD menambahkan, saat melawan Palestina pada 24 September 2013, dia akan memainkan semua pemain yang belum diturunkan. RD juga berharap masyarakat mendukung langsung ke stadion untuk menambah semangat para pemain.

"Partai berikutnya akan menjadi ujian dan ajang seleksi bagi para pemain yang hari ini tidak turun. Kami berharap pada pertandingan lawan Palestina, dukungan dari penonton dapat lebih dari pertandingan kali ini guna memberi semangat lebih kepada pemain," ungkapnya.

Sementara itu, asisten pelatih Maroko, Muhammed Lakhouil mengatakan, kekalahan atas tuan rumah faktor dari kelelahan fisik para pemain karena harus menempuh perjalanan panjang. Minimnya waktu istirahat, membuat pemain Maroko yang turun kali ini tidak dalam keadaan fit.

"Pemain kita sedikit kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang sehingga membuat pemain tidak fit. Ditambah lagi kami belum mengetahui secara pasti kekuatan Indonesia. Selamat Indonesia yang bermain sedikit lebih baik dari kami. Semoga pada partai berikutnya, pemain dapat bermain lebih lepas dan dapat meraih kemenangan guna mengamankan posisi untuk ke babak berikutnya," katanya.
 

Sabtu, 06 Juli 2013

Gol Radja Nainggolan Bawa Jakarta All Star Tekuk Timnas U-23

 
Jakarta All Star sukses menekuk Timnas Indonesia U-23 dengan skor 1-0 pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 19 Juni 2013. Gol tunggal Radja Nainggolan menjadi penentu kemenangan Jakarta All Star.

Kedua tim menampilkan permainan terbuka sejak awal babak pertama. Peluang pertama didapat Radja saat pertandingan baru berjalan enam menit. Gelandang serang Cagliari itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa diblok kiper Adixi Lenzivio.

Timnas U-23 sebenarnya mampu mencetak gol melalui Engelberd Sani pada menit ke-21. Tapi, gol pemain Arema Indonesia itu dianulir wasit karena sudah dalam posisi offside saat menerima umpan Andik Vermansyah.

Jakarta All Star juga berhasil membobol gawang Timnas U-23 melalui sundulan Aliyudin pada menit ke-39. Tapi, gol mantan pemain Sriwijaya FC dan Persija Jakarta itu dianulir wasit karena offside.

Jakarta All Star akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-45. Radja mampu membobol gawang Adixi lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Keunggulan 1-0 untuk Jakarta All Star bertahan hingga jeda babak pertama.

Di babak kedua, permainan terbuka tetap terjadi. Radja memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan Jakarta All Star pada menit ke-55. Tapi, tendangan mantan pemain Piacenza itu masih menyamping.

Jakarta All Star memiliki sejumlah peluang emas lainnya. Namun, tendangan Aliyudin pada menit ke-73 dan Salim Alaydrus, tiga menit kemudian, masih belum membuahkan hasil.

10 menit sebelum laga usai, Jakarta All Star seharusnya bisa menggandakan keunggulan melalui Rochi Putiray. Sayangnya, meski tinggal berhadapan dengan kiper M Natsir, mantan bomber Timnas Indonesia itu masih gagal mencetak gol setelah tendangannya diblok.

Peluang terakhir di laga ini didapat Timnas U-23 melalui striker Agung Supriyanto. Tapi, tendangan pemain Persijap Jepara itu terlalu lemah dan masih bisa ditangkap kiper Hendro Kartiko. Keunggulan 1-0 untuk Jakarta All Star tetap bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain
Timnas U-23: Adixi Lenzivio (M Natsir, 46'); Daniel Tata (Yandi Sofyan, 58'), Septia Hadi, Agung Prasetyo (Bayu Pradana, 68'), Yericho Christiantoko; Engelberd Sani (Joko Sasongko, 46'), Fandry Imbiri, Rasyid Bakrie, Irsyad Maulana (Radiansyah, 46'); Andik Vermansyah; Agung Supriyanto.

Jakarta All Star: Mukti Ali Raja (Hendro Kartiko, 70'); Erik Setiawan (Leonard Tupamahu, 46'), Baihakki Khaizan (Budiman Yunus, 80'), Gunawan Dwi Cahyo (Nuralim, 72'), Isnan Ali (Gavin Kwan Adist, 63') ; Radja Nainggolan, M Taufiq (Syamsul Chaerudin, 55'), Mario Karlovic (Javier Rocha, 45'); Kurniawan Dwi Yulianto (Aliyudin 38', Salim Alaydrus 75'), Budi Sudarsono (Kim Kurniawan, 33'), TA Musafry (Rochi Putiray, 69').

Timnas U-23 Bermain Imbang dengan Singapura U-23


 
Timnas Indonesia U-23 hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Singapura U-23 dalam laga persahabatan, Sabtu 8 Juni 2013 di Stadion Manahan Solo.

Timnas U-23 yang diproyeksikan untuk SEA Games Myanmar ini harus kebobolan lebih dulu. Pada menit 16, tendangan bebas keras dan terukur Khairul Nizam membobol gawang Muhammad Natshir.

Namun keunggulan Singapura tak berlangsung lama. Tim Garuda Muda yang diasuh Rahmad Darmawan berhasil menyamakan kedudukan. semenit kemudian. Joko Sasongko berhasil membobol gawang Neezam Aziz setelah menerima umpan matang Johan Yoga Utama.

Indonesia membangun serangan di awal-awal babak kedua. Ghozali Siregar nyaris membobol gawang Singapura menit 67. Namun, bola tendangannya masih melenceng di atas mistar gawang.

Tekanan demi tekanan coba dilancarkan oleh Yandi Munawar dan Johan Yoga Utama. Namun, tak ada yang mampu berbuah gol.

Singapura coba membalas. Tendangan Faris Azienuddin sempat membobol gawang Indonesia menit 59. Namun, sudah terlebih dahulu terjebak offiside. Indonesia kembali mengancam lewat tendangan bebas Joko Sasongko menit 66. Sayang, belum menemui sasaran.

Selanjutnya, pelatih Rahmad Darmawan banyak melakukan pergantian pemain. Hampir semua pemain digantikan. Namun tak ada gol tercipta hingga pertandingan berakhir. Skor 1-1 mengakhiri laga ini.

Indonesia akan kembali menghadapi Singapura pada 15 Juli 2013. Kali ini giliran Singapura yang menjadi tuan rumah.

Susunan Pemain:
Indonesia U-23: M. Natshir; Seftia Hadi, Syaiful Indra Cahya, Bayu Pradana, Dany Saputra; Rasyid Bakri, Hendra Bayauw; Joko Sasongko,  Agung Supriyanto, Johan Yoga Utama

Singapura U-23: Neezam Aziz; Shakir Hamzah, Faris Azienuddin, Shannon Stephen, Abdul Hadi; Faris Ramli, Izzdin Shafiq, Aqhari Abdullah; Khairul Nizam

Selasa, 29 Mei 2012

Inter Kalahkan Indonesia 4-2


Inter Milan kembali meraih hasil positif di partai eksebisi kedua mereka di Indonesia. Menghadapi timnas Indonesia, tim asuhan Andrea Stramaccioni menang 4-2, Sabtu, 26 Mei 2012. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Inter sudah unggul 2-1 di babak pertama. Dua Gol Nerazzurri dicetak Countinho pada menit ke-5 dan 42. Sementara gol tim Merah Putih diciptakan Patrich Wanggai di menit 12. Pada babak kedua Inter memasukkan Giampaolo Pazzini. Hasilnya cukup positif. Striker asal Italia tersebut berhasil menjaringkan dua gol tambahan La Beneamata. Gol pertama Pazzini di pertandingan ini hadir di menit 62. Lolos dari perangkap offside, dia dengan leluasa menceploskan 'si kulit bundar' ke gawang yang dikawal Markus Horison. Pazzini lalu menambah pundi-pundi golnya di menit 78. Dia melakukan kerja sama satu-dua dengan Diego Milito di dalam kotak penalti sebelum menghujamkan bola ke gawang lawan. Skor 4-1 untuk Inter. Jelang lima menit akhir pertandingan, Indonesia masih ngotot mengejar gol tambahan. Hasil kongkret diraih ketika waktu menunjuk menit 90+1. Akeselerasi Valentino berhasil menembus barisan pertahanan Inter disambung dengan tendangan Yoshua Pahabol di muka gawang. Skor 4-2 untuk Inter bertahan sampai pertandingan usai. 

Susunan pemain: 
Indonesia: 22 Markus Haris Maulana; 21 Henki Ardiles, 14 Abdul Rahman, 17 Harry Saputra, 4 Diego Michiels ; 8 Elie Aiboy, 11 Bima Sakti, 13 Lucky Wahyu; 23 Oktavianus Maniani, 5 Patrich Wanggai, 3 Ferdinand Sinaga. 

Inter Milan: 21 Paolo Orlandoni; 13 Douglas Maicon, 2 Ivan Cordoba, 25 Walter Samuel, 4 Javier Zanetti; 17 Angelo Palombo, 19 Esteban Cambiasso; 42 Jonathan, 29 Coutinho, 81 Samuele Longo; 22 Diego Milito.

Inter Milan Tekuk Liga Selection 3-0

Inter Milan tanpa kesulitan berhasil menggulung tim tuan rumah Liga Selection atau pemain-pemain pilihan Liga Primer Indonesia (LPI) dengan skor 3-0. Meski hanya bertajuk laga persahabatan, duel ini menjadi suguhan menarik bagi para pencinta sepakbola tanah air. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis 24 Mei 2012, Inter Milan awalnya menurunkan mayoritas pemain muda. Hanya Javier Zanetti yang berstatus sebagai pemain inti yang diturunkan sebagai starter. Hasilnya, Inter harus menunggu hingga menit 35 untuk dapat menjebol gawang Liga Selection lewat gol pemain mudanya, Samuele Longo. Bahkan Inter harus puas skor 1-0 ini tetap bertahan hingga turun minum. Ingin melihat foto duel Inter Milan versus Liga Selection klik di sini Di babak kedua, Inter melakukan beberapa pergantian. Beberapa pemain kunci macam Esteban Cambiasso, Diego Milito, dan Douglas Maicon diturunkan pelatih Andrea Stramaccioni. Dan sepanjang babak kedua, La Beneamata berhasil menambah dua gol lewat gol Giampaolo Pazzini di menit 52. Meski bola sempat ditepis kiper Aji Saka namun bola kembali dikuasai Pazzini sebelum akhirnya sepakan keduanya sukses menjebol gawang Liga Selection. Pada menit 70, Inter akhirnya berhasil unggul 3-0. Kali ini gelandang muda, Luca Tremolada yang sukses menjebol gawang Aji Saka. Pemain 20 tahun ini berhasil memanfaatkan umpan dari sisi kiri pertahanan Liga Selection. Meski Inter terus menciptakan peluang di sisa waktu namun hingga akhir pertandingan skor 3-0 untuk keunggulan Inter tetap bertahan.

Rabu, 07 Maret 2012

Pemerintah Mulai Gerah, PSSI Baru Melunak


Pemerintah mulai gerah dengan kinerja PSSI. Terakhir, Menpora Andi Mallarangeng menghentikan fasilitas dana untuk Tim Nasional Indonesia. PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin mulai merasakan hal yang dialami rezim Nurdin Halid.

Menyusul kekalahan memalukan Indonesia 0-10 dari Bahrain pada Pra Piala Dunia 2014, 29 Februari lalu, Menpora mengutarakan kekecewaannya. Pasalnya, itu adalah kekalahan terburuk sepanjang sejarah Indonesia sejak dikalahkan Denmark di Copenhagen 0-9 pada 3 September 1974.

Menpora menilai kekalahan ini adalah buntut dari sikap diskriminatif PSSI yang melarang para pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) tampil membela Timnas. Padahal, tidak bisa dipungkiri, hampir seluruh pemain senior dan terbaik Indonesia tampil di kompetisi ISL.

Menpora kemudian memutuskan untuk sementara menghentikan fasilitas dana Timnas, selama PSSI melakukan tindakan diskriminatif. Dana untuk Timnas akan kembali dikucurkan jika PSSI tidak diskriminatif dalam pemilihan pemain.

"Bagaimana pemerintah mau mendukung sebuah tim yang kita tahu hanya berasal dari satu kompetisi saja. Hasilnya, Timnasnya tidak terbaik. Hasilnya yang seperti di Bahrain itu. Penghentian dana dilakukan saat diskriminatif dilakukan, dan akan kembali dikucurkan sampai Timnas kembali diperkuat pemain terbaik Indonesia," tegas Menpora.

Pernyataan Menpora tersebut muncul hampir bersamaan dengan respon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kekalahan dari Bahrain. Dalam pernyataannya, SBY meminta PSSI melakukan introspeksi dan segera mengakhiri kekisruhan sepakbola nasional.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, merespon positif permintaan Presiden. Namun, soal pernyataan Menpora, Djohar tidak gentar. Mantan Sekjen KONI dan Staf Ahli Menpora tersebut justru menegaskan, "Nanti negara yang rugi. Bukan PSSI."

Program Timnas Terancam

Keputusan Menpora untuk menghentikan sementara fasilitas dana Timnas tentunya akan mengganggu ambisi PSSI. Sebelumnya Djohar telah menegaskan PSSI butuh anggaran hingga Rp900 miliar untuk program kerja empat tahun ke depan.

Alokasi dana tersebut difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana sepakbola, khususnya untuk keperluan Timnas Indonesia. Selain itu Djohar menegaskan PSSI membutuhkan kantor baru untuk bekerja.

"Kantor baru nantinya diharapkan berada dalam sebuah komplek yang lengkap dengan lapangan sepak bola dan futsal. Termasuk, adanya kolam renang dan fitnes. Sedangkan lokasinya, kami usahakan untuk tidak jauh dari pusat Kota, yakni di Bekasi, Bogor atau Tangerang," ujar Djohar saat itu.

PSSI sendiri tahun ini telah mengajukan dana Rp40 miliar ke pemerintah. Dana tersebut untuk membiayai berbagai kegiatan Timnas mulai dari level U-15, U-17, U-19, U-21, U-23 hingga senior, begitu pula Timnas futsal.

Sebelumnya pihak PSSI memperkirakan dana tersebut akan turun bulan ini, Maret 2012, namun dana tersebut dipastikan tidak akan turun hingga PSSI mengubah sikapnya yang diskriminatif.

Mirip Rezim Nurdin

Keputusan Menpora untuk menghentikan sementara fasilitas dana untuk Timnas mengingatkan kita dengan PSSI era Nurdin Halid. Saat masih memimpin PSSI, Nurdin sempat mendapat perlakuan yang sama dari Menpora Andi Mallarangeng.

Saat itu, Menpora juga mencabut fasilitas PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin, baik fasilitas kantor yang bertempat di Gelora Bung Karno, Senayan, ataupun fasilitas dana. PSSI era Nurdin mengajukan dana Rp25 miliar untuk program Timnas selama 2011, namun akhirnya dihentikan.

Menpora memutuskan menghentikan fasilitas ke PSSI era Nurdin ketika mereka gagal menggelar Kongres untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan di Pekanbaru, Riau, 27 Maret 2011.

Saat itu Kongres berlangsung ricuh setelah PSSI terkesan menghalang-halangi peserta Kongres yang tergabung dalam Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) atau yang lebih dikenal Kelompok 78.

PSSI Melunak

Pernyataan Presiden SBY dan keputusan Menpora menghentikan sementara fasilitas dana Timnas, langsung direspon positif oleh pihak PSSI. Melalui Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, PSSI menegaskan akan segera berembuk dengan klub-klub ISL untuk menyelesaikan dualisme kompetisi.

"Kami melanjutkan pernyataan dari Presiden. Kami akan mengajak berembuk klub-klub ISL. Paling lambat kami akan bertemu empat hari sebelum 14 Maret," tegas Limbong dalam jumpa pers di kantor PSSI, Selasa 6 Maret 2012.

Selain mengajak berembuk, Limbong juga mengatakan PSSI berencana mengundang klub-klub ISL menghadiri Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, 18 Maret mendatang. "Kami juga akan mengudang mereka dalam Kongres nanti. Bisa sebagai voters, observer, atau tidak kedua-duanya," papar Limbong.

Pernyataan Limbong ini menunjukkan bahwa PSSI mulai melunak. Karena, sebelumnya PSSI telah menjatuhkan sanksi skorsing kepada tim-tim yang berlaga di ISL. Deputi Sekjen Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar, juga sempat menegaskan klub-klub ISL sudah kehilangan hak untuk ikut ambil bagian pada Kongres Tahunan nanti.

"Tapi, untuk rekonsiliasi apapun harus bisa dilakukan. Pokoknya, kami harus bersatu," kilah Limbong.(Irb)

Senin, 12 Desember 2011

Besok, Rahmad Darmawan Rapat dengan PSSI


Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan akan menemui pengurus PSSI, Senin, 12 Desember 2011. Meski demikian, pelatih yang akrab disapa RD itu belum sampai pada keputusan final untuk meninggalkan Garuda Muda.

RD dikabarkan akan meninggalkan timnas U-23. Pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta itu juga disebut-sebut akan mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada PSSI dalam waktu dekat ini.

"Belum sampai soal itu (mengirimkan surat pengunduran diri). Saya masih akan rapat besok siang soal timnas dengan PSSI," kata RD lewat pesan singkat kepada VIVAnews.com, Minggu 11 November 2011.

Posisi RD sebagai pelatih timnas U-23, memang sedang tidak menguntungkan. Keputusan PSSI melarang pemain-pemain Liga Super Indonesia (ISL) memperkuat timnas bakal membuatnya tidak leluasa dalam memilih pemain.

Belum ada kepastian ke mana Rahmad akan berlabuh bila benar-benar meninggalkan timnas. Namun Pelita Jaya yang saat ini tampil di ISL mengaku berniat untuk menggunakan jasa Rahmad.

Direktur Teknik Pelita Jaya, Rahim Sukasah beberapa waktu lalu mengatakan sudah berbiara dengan RD. Menurutnya, RD akan segera meninggalkan timnas U-23 dan bergabung dengan The Young Guns.

"Kami sudah bicara dengan RD untuk melatih Pelita. Itu sudah lama, sebelum dia dikontrak sebagai pelatih Timnas U-23, kata Rahim.

"Saat ini RD memang masih berstatus pelatih Timnas. Tapi, rencananya dia bakal mengundurkan diri. Kami rencananya akan kontrak dia selama dua musim," sambungnya. Pelita sendiri saat ini masih ditangani Jajang Nurjaman yang menggantikan peran Mischa Radovic yang didepak sebelum lanjutan ISL bergulir.

Di timnas U-23, Rahmad menandatangani kontrak selama dua tahun. Pada SEA Games 2011 lalu, RD mampu membentuk tim yang solid meski akhirnya gagal merebut medali emas usai ditekuk Malaysia di babak final lewat adu penalti.

Kamis, 01 Desember 2011

Pelatih LA Galaxy Puji Andik dan Greg


Pelatih Los Angeles Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Indonesia Selection. Secara khusus Arena memuji dua pemain Timnas Selection, Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo.

LA Galaxy hanya mampu menang tipis 1-0 atas Timnas Selection pada laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 30 Desember 2011. Gol semata wayang klub asal Amerika Serikat tersebut dicetak oleh Robbie Keane di babak pertama.

Usai pertandingan pelatih LA Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Selection. Mantan pelatih timnas Amerika Serikat tersebut mengaku LA Galaxy sempat kesulitan meladeni permainan cepat Timnas Selection.

"Indonesia Selection bermain sangat baik. Ini pertandingan yang sulit. Saya tidak melihat ada kelemahan dari Indonesia Selection. Para penyerang mereka bermain bagus dan mereka juga bertahan dengan bagus. Kita sangat sulit menerobos ke dalam. Mereka sangat seimbang. Mereka sangat bertalenta dan main bagus," ujar Arena dalam jumpa pers usai pertandingan.

Secara khusus Arena memuji penampilan dua pemain Timnas Selection, yakni Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo. Sepanjang pertandingan, kedua pemain tersebut memang menyulitkan pertahanan LA Galaxy dari sayap.

"Nomor 21 (Andik) Indonesia main bagus. Nomor 10 (Greg) juga bermain bagus. Jika kami jadi kehilangan David Beckham, mungkin kami membutuhkan beberapa pemain Indonesia untuk menggantikannya," papar Arena sambil tersenyum.

Terakhir Arena mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Indonesia terhadap skuad LA Galaxy selama di Jakarta. "Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di Jakarta yang begitu ramah dengan kami. Masyarakat memberikan sambutan yang sangat hangat," pungkasnya.

Timnas Selection Menyerah 0-1 dari LA Galaxy


Tim Nasional (Timnas) Selection menyerah 0-1 dari LA Galaxy dalam laga persahabatan, Rabu, 30 November 2011. Tim asal Amerika Serikat tersebut unggul lewat gol tunggal Robbie Keane di babak pertama.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Keane mencetak gol pada menit ke-13. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Timnas Selection yang dikawal oleh Andritany Ardiayasa.

LA Galaxy sebenarnya lebih mendominasi jalannya laga babak pertama. Namun hingga turun minum, Galaxy unggul 1-0.

Di awal babak II, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. LA Galaxy kembali mendominasi jalannya laga dan berhasil menciptakan berbagai peluang emas namun belum berbuah gol.

Pada menit 68, Jack McBean berhasil melepaskan tendangan voli. Namun bola masih mampu dijinakkan kiper Kurnia Meiga.

David Beckham masih dipertahankan hingga babak kedua. Namun mantan pemain Manchester United itu gagal menciptakan gol lewat lewat bola set piece yang menjadi spesialisasinya.

Pada menit ke-75, Beckham mendapat kesempatan mengeksekusi bola mati di luar kotak penalti Indonesia. Namun bola kembali masih melebar di sisi kanan gawang Kurnia Meiga.

Pada menit 78, giliran timnas yang mendapat bola mati dari luar kotak penalti lawan. Sayang, tendangan bebas Bambang Pamungkas masih melebar di sisi kiri gawang LA Galaxy.

Pada menit ke-82, Timnas Selection kembali menciptakan kemelut di depan gawang LA Galaxy. Namun tendangan voli Ahmad Bustomi kembali belum menemui sasaran. Hingga laga usai, Timnas Selection tetap tertinggal 0-1 dari LA Galaxy.

Selasa, 29 November 2011

Ini Strategi RD Redam David Beckham


Pelatih tim Indonesia Selection, Rahmad Darmawan, mengatakan, timnya akan mengandalkan kekuatan kolektivitas sebagai senjata utama saat bertempur melawan Los Angeles Galaxy pada Laga Bintang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 30 November 2011.

Indonesia Selection akan menjadi lawan pertama Galaxy dalam Tur Asia mereka. Dalam menghadapi David Beckham dan kawan-kawan, RD telah memanggil 21 pemain gabungan dari timnas senior dan U-23 Indonesia.

Mengenai strategi khusus guna meredam agresivitas Beckham cs, RD mengatakan: "Kolektivitas kerja lebih kita utamakan. Misalkan seperti Beckham punya tendangan bebas bagus, ya kita jangan membuat pelanggaran tak perlu di daerah pertahanan kita. Itu salah satu solusi," tutur RD seusai memimpin latihan timnya di Gelora Bung Karno, Selasa 29 November 2011.

RD berharap, Galaxy dapat menampilkan permainan terbaiknya di laga nanti. Sebab, dengan begitu Bambang Pamungkas dan kawan-kawan bisa belajar banyak dari kemampuan lawan.

"Saya ingin mengetahui level kita. Semoga Galaxy main bagus dan itu akan memberi pelajaran buat kita. Saya juga ingin pertandingan besok seperti pertandingan kompetisi," jelas mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

"Yang pasti, tiga pemain mereka yang setiap hari disebut (Beckham, Landon Donovan dan Robbie Keane) itu pemain bagus dan pemain-pemain yang lain pada event seperti ini biasanya malah punya motivasi yang lebih. Itu yang berbahaya," tutup RD.

Pada sesi latihan terakhir timnas sendiri, penyerang Cristian Gonzales belum bisa hadir. Menurut RD, Gonzales berhalangan karena belum mendapat izin dari klubnya, yakni Persisam Samarinda.

Selasa, 22 November 2011

Penalti Ferdinand Dikritik Mantan Pemain


Kegagalan striker tim nasional Indonesia U-23, Ferdinand Sinaga, mengeksekusi penalti di laga final sepakbola SEA Games XXVI sangat disayangkan oleh mantan punggawa timnas, Sarman Panggabean.

Senin malam, 21 November 2011, di tengah gemuruhnya suara ribuan pendukung Merah Putih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ferdinand yang ditunjuk sebagai eksekutor pamungkas, gagal menaklukkan kiper timnas Malaysia Che Mat Khairul Fahmi. Arah bola Ferdinand ke kanan gawang bisa dibaca Che Mat.

Indonesia takluk 3-4 dalam drama adu penalti dari Malaysia setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Sebelumnya bek Gunawan Dwi Cahyo lebih dulu gagal lantaran bola membentur tiang kanan gawang. Praktis, Malaysia sukses mempertahankan gelar juara SEA Games yang sebelumnya diraih di Laos pada 2009 lalu.

Sebagai mantan punggawa timnas, Sarman mengaku kecewa dengan kekalahan tim besutan Rahmad Darmawan ini. Ia menyangkan kegagalan Ferdinand mengeksekusi penalti.

"Ferdinand sudah menyalahi rumus penalti. Rumus mengeksekusi penalti itu diagonal, bukan berdiri satu garis dengan bola dan kiper," ujar Sarman saat ditemui di depan kantor PSSI, usai pertandingan.

"Sebenarnya itu teknik dasar pelatih, tapi saya tidak menyalahkan pelatih. Mungkin Ferdinand lalai dan yang disayangkan kenapa tendangannya pelan," tambahnya.

Lebih lanjut, Sarman mempertanyakan keputusan pelatih menunjuk pemain belakang sebagai algojo. Terlebih, setelah Gunawan terbukti gagal mengeksekusi tendangan.

"Tidak ada rumus pemain belakang mencetak gol. Kalau penalti ya utamakan penyerang, pemain belakang itu pilihan keempat atau kelima. Tapi sekali lagi, saya bukan menyalahkan pelatih," jelas mantan bintang PSMS Medan ini.

Menurut Sarman, para pemain Malaysia sudah mengalami kelelahan fisik di babak kedua perpanjangan waktu. Hanya saja, lanjut Sarman, keadaan itu tidak mampu dimanfaatkan oleh Titus Bonai cs.

"Sebenarnya para pemain Malaysia sudah ambruk, tapi kita ragu-ragu memberi tekanan. Malaysia juga terlihat sudah menyerah secara strategi dan mengandalkan adu penalti," tegas Sarman, yang saat ini terdaftar sebagai Anggota Komite Studi dan Strategis PSSI.

Selain itu, Sarman juga mengkritik kinerja wasit yang memimpin laga, Tojo Minoru. Ia tak segan mengkliam wasit asal Jepang itu memihak Malaysia dan sengaja merugikan Indonesia.

Senin, 21 November 2011

Kalah Adu Penalti, Indonesia Gagal Rebut Emas


Indonesia gagal merebut emas SEA Games 2011 dari cabang sepak bola setelah timnas U-23 kalah adu penalti 3-4 dari Malaysia, Senin, 21 November 2011. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Indonesia unggul lebih dulu lewat gol Gunawan Dwi Cahyo pada menit ke-4. Namun Malaysia membalasnya lewat Omar Mohd Asrarudin menit 35'.

Indonesia dan Malaysia melakukan beberapa pergantian pemain di babak kedua. Meski sempat melahirkan beberapa peluang, namun tak ada yang berbuah gol hingga waktu normal usai.

Pertandingan masih berjalan seru di babak perpanjangan waktu. Indonesia bahkan sempat menjebol gawang Malaysia lewat kaki Ferdinand Sinaga. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena Oktovianus Maniani telah lebih dulu offside.

Malaysia juga sempat menjebol gawang Indonesia. Namun wasit kembali menganulirnya karena terejebak offside. Bermain imbang sepanjang 120 menit, Indonesia dan Malaysia pun harus melakoni babak tambahan, yakni adu penalti.

Dari lima penendang Indonesia, tiga berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka adalah Titus Bonai, Egi Melgiansyah, dan Abdul Rahman. Sedangkan Ferdinand Sinaga dan Gunawan Dwi Cahyo gagal merobek jala Harimau Malaya.

Sementara itu, dari lima penendang Malaysia, hanya Saarani Ahmad yang gagal. Sedangkan empat penendang lainnya, yakni Jasuli Mahali, Mohd Otman Fandi, Mohd Shas Mohamad, dan Bakhtiar Baddrol sukses mengecoh kiper Kurnia Meiga.

Dengan hasil ini, Indonesia pun menambah panjang masa paceklik emas dari cabang sepak bola di pentas SEA Games. Sebagai runner up, Indonesia pun harus puas dengan perak. Sedangkan Malaysia berhasil mempertahankan gelar juara setelah di SEA Games 2009 lalu, Malaysia juga sukses merebut emas.

Penendang Indonesia
Titus Bonai (berhasil)
Gunawan Dwi Cahyo (gagal)
Egi Melgiansyah (berhasil)
Abdul Rahman (berhasil)
Ferdinand Sinaga (gagal)

Penendang Malaysia
Jasuli Mahali (berhasil)
Mohd Otman Fandi (berhasil)
Saarani Ahmad (gagal)
Mohd Shas Mohamad (berhasil)
Bakhtiar Baddrol (berhasil)

Minggu, 20 November 2011

Jelang Final, Timnas U-23 Latihan di Hotel


Jelang laga final sepakbola SEA Games XXVI, tim nasional Indonesia U-23 hari ini hanya menjalani latihan ringan. Latihan skuad besutan Rahmad Darmawan ini berlangsung di kompleks Hotel Sultan, Jakarta, tempat mereka menginap.

Pada Minggu sore, 20 November 2011, Garuda Muda berkumpul di area dekat kolam renang hotel. Tak lebih dari satu jam, Patrich Wanggai cs hanya melakukan pemanasan fisik ringan dan RD sempat mengajak mereka berjalan-jalan mengelilingi hotel.

"Sore ini hanya latihan pemulihan karena pemulihan lebih penting daripada latihan. Masih ada beberapa pemain yang harus dicek kesehatannya sampai besok pagi, seperti Egi Melgiansyah, Gunawan Dwi Cahyo dan Mahadirga Lasut," urai RD.

Meskipun sejumlah pemain dinyatakan belum 100 persen pulih, tak satu pun pemain yang absen dalam latihan ini. Seperti Titus Bonai yang bermain penuh dalam lima laga sebelumnya, di babak penyisihan Grup A dan semifinal.

"Sejauh ini fisik Titus Bonai baik. Dia adalah tipikal pemain yang punya kondisi fisik bagus dan itu bisa dilihat dari pemulihan yang cepat. Kalau Egi memang kurang cepat pulihnya," tutur RD.

Keuntungan Malaysia

Menurut RD, Malaysia memiliki sedikit keuntungan dalam hal kondisi fisik. Pasalnya, skuad Harimau Malaya Muda lebih dulu melakoni laga semifinal.

"Jika dibandingkan dengan Malaysia, kami kalah soal waktu pemulihan. Mereka bermain 2 jam lebih dulu dari kami. Intensitas laga Malaysia melawan Myanmar tidak setinggi Indonesia melawan Vietnam, jadi pasti akan berbeda energi yang dikeluarkan," papar mantan pelatih Persija Jakarta tersebut.

Ya, Indonesia akan memperebutkan medali emas SEA Games ke-26 ini dengan Malaysia yang berstatus juara bertahan di Stadion Utama Gelora BUng Karno, Senayan, Jakarta, Senin 21 November 2011. Indonesia sudah 2 dekade tak pernah meraih medali emas SEA Games setelah kali terakhir pada 1991 silam.

Garuda Muda Berpeluang Balas Malaysia


Timnas SEA Games Indonesia akhirnya melenggang ke final usai menaklukkan Vietnam dengan skor meyakinkan 2-0. Di partai puncak yang akan digelar Senin 21 November 2011 nanti, Indonesia akan kembali berhadapan dengan Malaysia.

Menariknya, rivalitas Indonesia dan Malaysia telah terjadi di babak penyisihan Grup A. Sebelum menghempaskan Vietnam, Indonesia memang hanya datang sebagai runner-up Grup A. Malaysia menyandang status penguasa setelah menaklukkan Indonesia 1-0 di laga pamungkas penyisihan grup.

Sangat pantas jika final melawan Malaysia nanti ditempatkan sebagai ajang balas dendam pasukan Garuda Muda. Gol semata wayang Syahrul Azhari Ibrahim harus dibalas di partai yang lebih menentukan yakni partai final.

Yang perlu dicatat, saat Indonesia kalah dari Malaysia, coach Rahmad Darmawan tak menurunkan skuad terbaiknya termasuk menyimpan kiper Kurnia Mega dan sang juru gedor Patrich Wanggai. Namun Titus Bonai dan kawan-kawan pantas waspada permainan tenang Malaysia.

Keberhasilan Garuda Muda mencapai final di SEA Games XXVI menjadi hal yang luar biasa. Ini menjadi final pertama sejak 1997 lalu. Sukses ini juga membuka peluang Indonesia untuk menyudahi puasa emas sepakbola SEA Games yang terakhir diraih tahun 1991 silam. Kali ini emas harus digenggam di kandang.

Sabtu, 19 November 2011

2-0, Good Bye Vietnam, Indonesia ke Final!


Timnas SEA Games Indonesia akhirnya melaju ke final setelah berhasil memukul Vietnam 2-0 lewat gol duo Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Di partai puncak yang akan digelar Senin nanti, 21 November 2011, Indonesia akan kembali berhadapan dengan musuh bebuyutan, Malaysia.

Duel panas terhampar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Sabtu 19 November 2011. Indonesia yang datang sebagai runner-up Grup A bersua Vietnam yang menyandang status sebagai jawara Grup B.

Pelatih Indonesia Rahmad Darmawan langsung menurunkan kuartet terbaiknya, Oktovianus Maniani, Andik Vermansyah, Titus Bonai, dan Patrich Wanggai yang dikenal sangat agresif di lini depan. Sedangkan lini tengah dikuasai sang kapten Egi Melgiansyah.

Namun justru Vietnam yang mengambil inisiatif serangan pada awal pertandingan. Indonesia balik menyerang. Sprint Oktovianus Maniani coba dihentikan Lam Anh Quang dengan keras sehingga berbuah kartu kuning di menit 2.

Berikutnya, sundulan Diego Michiels umpan set piece Egi Melgiansyah masih berada di pelukan kiper Vietnam, Tranh Bu Ngoc. Peluang Indonesia berikutnya lahir di menit 18. Sayangnya, tendangan Okto hasil umpan Hasyim Kipuw masih diblok kiper Vietnam. Padahal, Okto saat itu tinggal berhadapan dengan kiper.

Semenit berikutnya, tendangan kapten Indonesia, Egi Melgiansyah masih bisa ditangkap kiper Vietnam. Pada menit 23, tendangan corner Egi ditepis kiper, begitu pun sepakan Titus "Tibo" Bonai memanfaatkan bola rebound.

Selanjutnya, kiper Vietnam harus mendapatkan perawatan karena jatuh di kepala terlebih dahulu ketika coba menangkap bola umpan Egi ke kotak penalti. Pertandingan dihentikan wasit nyaris 3 menit.

Laga semakin panas menjelang turun minum. Garuda Muda tampil lebih agresif sedangkan Vietnam tak mau kalah dengan tampil disiplin dan keras. Namun, justru Indonesia yang terancam di menit 45 lewat sebuah serangan balik.

Dua penyerang Vietnam melesat memanfaatkan bola sapuan dari sebuah tendangan bebas. Dua lawan dua terjadi menuju kotak penalti Indonesia. Beruntung bola berhasil disapu pertahanan Indonesia dan hanya membuahkan sepak pojok. Meski tambahan waktu diberikan selama enam menit namun hingga turun minum skor kaca mata ini tetap bertahan.

Di babak kedua, Indonesia tetap tampil agresif. Garuda Muda membuka peluang lewat Tibo di menit 47. Berhasil adu sprint dengan dua bek Vietnam, Tibo berhasil melepaskan tembakan di kotak penalti. Sayangnya, bola masih terlalu lemah dan dengan mudah dikuasai kiper Tran Buu Ngoc.

Stadion akhirnya bergemuruh pada menit 61 setelah tendangan bebas Patrich Wanggai berhasil menjebol gawang Vietnam. Meski sempat ditepis kiper Vietnam, namun bola mendatar Patrich masih terlalu deras. Tendangan bebas diperoleh setelah kapten Egi Melgiansyah diganjal bek Lam Anh Quang di luar kotak penalti.

Unggul 1-0 tampaknya belum memuaskan pasukan Garuda Muda. Pada menit 75, Tibo berpeluang membawa Indonesia unggul memanfaatkan umpan Andik Virmansyah. Sayangnya tembakan Tibo masih terlalu lemah.

Pada menit 78 giliran permainan luar biasa Egi mengancam gawang Vietnam. Sempat dijatuhkan di kotak penalti, Egi berhasil bangkit. Dengan sekali kontrol bola, Egi melepaskan tendangan keras. Namun masih berhasil ditepis kiper Vietnam.

Indonesia akhirnya berhasil unggul 2-0 pada menit 89 lewat aksi cantik Tibo. Tendangan keras kaki kiri Tibo berhasil mengenai pemain bertahan Vietnam dan sukses mengecoh kiper Tran Buu Ngoc.

Indonesia berpeluang menambah gol lewat Patrich Wanggai di masa injury time. Namun sayang bola masih berhasil digagalkan pemain bertahan Vietnam. Alhasil skor 2-0 bagi keunggulan Indonesia ini bertahan hingga pertandingan selesai.

Poster pun dibentangkan suporter Indonesia: Good bye, Vietnam! Garuda Muda melesat ke final. (kd)

Susunan Pemain

Indonesia: Kurnia Mega, Mahadiga Lasut, Egi Melgiansyah/Hendro Siswanto(80’), Octovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo, Hasim Kipuw, Andik Vermansyah, Diego Michiels, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Abdul Rahman

Vietnam: Tran Buu Ngoc, Au Van Hoan/Duong Thanh Hao (86’), Ngo Hoang Thihn/Le Hoang Thien (70’), Hoang Dinh Tung/Nguyen Tuan Anh (83’), Nguyen Trong Hoang, Le Van Thang, Nguyen Van Quyet, Chu Ngoc Anh, Truong Hyunh Phu, Pham Than Luong, Lam Anh Quang

Jumat, 18 November 2011

Tumbangkan Indonesia, Malaysia Juara Grup


Timnas SEA Games Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 0-1 di laga pamungkas Grup A. Dengan hasil ini, Indonesia juga harus puas berstatus sebagai runner-up dan harus melawan jawara Grup B Vietnam pada babak semifinal.

Gol kemenangan Malaysia dicetak strikernya Syahrul Azhari Ibrahim pada babak pertama. Malaysia berhak menjadi juara grup dengan torehan 10 poin dan Indonesia tertinggal sebiji poin akibat kekalahan ini. Di babak semifinal, Malaysia akan bersua Myanmar yang menjadi runner-up Grup B.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Kamis 17 November 2011, pelatih Rahmad Darmawan memang menyimpan beberapa pemain pilarnya di babak pertama termasuk kiper utama Kurnia Mega.

Hasilnya, Malaysia tampak lebih dominan dengan menciptakan beberapa peluang emas sepanjang babak pertama. Lini tengah Malaysia juga tampak begitu nyaman memainkan tempo permainan.

Dan Indonesia harus rela tertinggal 0-1 pada menit 17 lewat gol Syahrul Zahari. Memanfaatkan sebuah umpan terobosan, Syahrul berhasil lolos dari perangkap off-side dengan menyisir sisi kiri pertahanan Indonesia sebelum akhirnya menjebol gawang Indonesia yang dikawal kiper Andritany Ardhiyasa.

Malaysia berpeluang menggandakan keunggulan pada menit 24. Berawal dari sebuah sepak pojok, Asraruddin Putra Omar berhasil melepaskan tandukan keras ke arah gawang Indonesia. Beruntung bola masih membentur bek Hendro Siswanto yang berdiri tepat di bawah mistar.

Indonesia yang mencoba memperagakan permainan cepat dengan mengandalkan Titus Bonai dan Yongki Aribowo tampak kesulitan menembus pertahanan tim besutan Ong Kim Swee. Pemain Indonesia terlalu sering kehilangan bola sepanjang babak pertama.

Justru Malaysia yang kembali mengancam pada menit 31. Beruntung Izzaq Faris Ramlan terlambat menyongsong bola umpan silang yang akhirnya dibuang Yericho Christiantoko dan hanya melahirkan sepak pojok. Hingga turun minum skor 0-1 untuk keunggulan Malaysia tetap bertahan.

Pada babak kedua, Indonesia langsung tampil agresif. Peluang demi peluang diciptakan Titus Bonai dan Ferdinand Sinaga di awal-awal babak pertama gagal membuahkan hasil. Indonesia mencoba mengurung pertahanan rapat Malaysia.

Pada menit 47, Ferdinand Sinaga berpeluang menyamakan kedudukan setelah berdiri bebas di depan gawang Malaysia. Namun tendangannya kurang sempurna saat mencoba menyongsong sebuah umpan silang. Pada menit 54, Titus Bonai juga berhasil melepaskan tembakan mendatar. Sayangnya, bola tipis berada di luar gawang Malaysia.

Begitu juga dengan tandukan Lukas Mandowen pada menit 55 yang masih mampu dikuasai kiper Khairul Fahmi Che Mat. Tensi pertandingan semakin memanas dengan pelanggaran-pelanggaran keras kedua kubu. Bahkan, pelatih Malahysia Ong Kim Swee harus dikartu merah di menit 68 setelah memprotes keras keputusan wasit.

Indonesia terus menciptakan beberapa peluang di sisa pertandingan sedangkan Malaysia lebih banyak menunggu dan sesekali melancarkan serangan balik. Pada menit 78, berawal dari sebuah sepak pojok, Diego Michel yang baru dimasukan dipertengahan babak kedua berhasil mengirim bola yang diteruskan Okto. Sayangnya tandukan Okto juga gagal membuahkan hasil.

Peluang terakhir Garuda Muda tercipta di masa injury time. Namun lagi-lagi Ferdinand Sinaga gagal menjebol gawang Malaysia karena sepakannya masih terlalu lemah sehingga dengan mudah dikuasai kiper Khairul Fahmi Che Mat. Alhasil skor 1-0 ini bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain
Indonesia: Andritany Ardhiyasa, Yericho Christiantoko, Septia Hadi (Diego Michiels, 50'), Abdul Rahman, Hendro Siswanto, Lukas Mandowen (Octavianus Maniani, 75'), Mahadirga Lasut (Egi Melgiansyah, 61'), Ramdani Lestaluhu, Ferdinand Sinaga, Titus Bonai, Yongki Aribowo

Malaysia: Khairul Fahmi, Asraruddin Putra Omar, Mahali Jasuli, Mohd Shas, Muslim Ahmad, Fandi Othman, Baddrol Bakhtiar, Naiz Faiz Mansor (Saarany,78'), Irfan Fazail (Gurusamy, 59'), Wan Zakaria (Ibrahim, 11'), Faris Ramlan

Kamis, 17 November 2011

Jelang Semifinal, Timnas U-23 Latihan Penalti


Meskipun harus menghadapi Malaysia terlebih dahulu sebelum tampil di partai semifinal pada Sabtu, 19 November 2011 mendatang, namun pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan sudah mulai melakukan persiapan jelang laga krusial tersebut. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan mengasah kemampuan para calon algojo tendangan penalti.

Pada latihan terakhir jelang pertandingan melawan Malaysia di lapangan C, Senayan, Rabu, 16 November, pelatih yang biasa disapa RD menunjuk sejumlah pemain yakni Patrich Wanggai, Andik Vermansah, Titus Bonai, Ramdani Lestaluhu dan Abdul Rahman untuk melatih kemampuan tendangan penalti. Selama hampir 15 menit mereka secara bergantian melepaskan tendangan dari titik putih ke gawang yang dikawal oleh kiper Kurnia Meiga.

Usai latihan, RD mengakui kalau dia memang mempersiapkan tim untuk menghadapi kemungkinan adu penalti pada partai semifinal nanti.

"Saya pikir kalau bukan sekarang ya kapan lagi. Kami cuma punya waktu beberapa hari sebelum semifinal," ungkap RD.

"Bisa saja terjadi adu penalti dan kami harus selalu siap menghadapi kemungkinan itu. Jika cuaca memungkinkan dan tidak ada kendala lain saya akan kembali meminta mereka berlatih (penalti) sekali lagi," paparnya.

Sementara menanggapi keluhan pemain yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik ketika di lapangan karena suara bising yang datang dari bangku supporter, mantan pelatih Persija Jakarta itu meminta agar anak-anak asuhnya tidak langsung kehilangan akal. Menurutnya ada cara lain agar para pemain tetap bisa melakukan komunikasi.

"Saya sudah bilang kepada mereka bahwa komunikasi di lapangan bukan hanya lewat suara. Masih ada cara lain seperti memakain body language. Saya rasa mereka juga sudah mengerti sekarang," pungkas RD.

Rabu, 16 November 2011

Timnas SEA Games Diusulkan Lawan Beckham Cs


Penampilan impresif tim nasional Indonesia U-23 di SEA Games 2011 menimbulkan apresiasi dari banyak pihak. Salah satunya dari promotor kedatangan David Beckham yang ingin mementaskan laga Timnas SEA Games lawan Los Angeles Galaxy.

Meski demikian, pihak PSSI belum bisa memastikan apakah hal ini bisa terjadi. "Kita melihat kenyataan bahwa pemain muda kita mulai muncul. Kita upayakan memilih yang terbaik dari yang terbaik. Ini pertama kalinya pengurus baru kedatangan pemain-pemain kelas dunia. Insya Allah menjadi tontonan yang bagus," kata anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy.

Rencananya, rombongan Galaxy akan tiba di Jakarta pada 28 November 2011. Beckham cs langsung menggelar konferensi pers pada pukul 16.00 WIB. Beckham cs juga akan melakoni beberapa acara sebelum pertandingan.

Setelah pertandingan berakhir, Galaxy akan langsung terbang ke negara lain. Mereka akan menuju ke Filipina dan bertanding di sana pada 3 Desember nanti.

"Setelah itu, mereka terbang ke Melborune, dan baru balik ke LA," kata Hasani Abdulgani, perwakilan dari Mahaka Sports.

Sementara itu, kedatangan Galaxy ini menjadi proyek perdana Brown Sports. Mereka menjanjikan akan terus menggairahkan pentas olahraga Indonesia.

"Brown punya misi di mana keuntungan yang kita peroleh akan kita donasikan untuk penyelamatan Orang Utan. Buat kami, Brown bukan cuma alat berbisnis, tapi juga alat untuk memberikan kontribusi kepada Indonesia. Kita juga ingin menggairahkan olahraga Indonesia dan membawa olahraga Indonesia ke kancah internasional," tukas Teguh Anantawikrama, Chief Operation Officer Brown Sports.

Pihak promotor telah mempersiapkan 76.000 tiket untuk laga ini. Tiket VIP Barat seharga Rp750.000, VIP Timur Rp 500.000, Kategori I Rp250.000, Kategori II Rp150.000 dan Kategori III Rp75.000. Tiket pertandingan ini sudah bisa didapatkan di Rajakarcis, toko kaset Disc Tarra, Duta Suara, Travel Panorama dan Ibu Dibyo.
Pihak promotor kedatangan Beckham, Brown Sports dan Mahaka Sports meminta PSSI untuk menurunkan Timnas U-23 dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 30 November 2011 nanti. Sebab, Titus Bonai dan kawan-kawan tampil lebih impresif ketimbang para senior mereka di lapangan hijau belakangan ini.

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts