Tampilkan postingan dengan label U-21. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label U-21. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Maret 2012

Ditekuk Brunei, Indonesia Gagal Juara


Tekad Timnas U-21 untuk memboyong gelar juara Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2012 akhirnya kandas setelah kalah 0-2 dari tuan rumah Brunei Darussalam, Jumat, 9 Maret 2012. Dua gol tuan rumah lahir di babak II lewat Aminuddin Zakwan dan Adi Bin Said.

Bertanding di Stadion Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam, Indonesia sebenarnya tampil menekan sejak babak pertama. Sebaliknya, tuan rumah memilih untuk bertahan sembari sesekali memanfaatkan serangan balik ke daerah pertahanan Indonesia.

Di babak pertama, kedua tim bermain imbang 0-0. Namun di babak kedua, Brunei Darussalam berhasil memimpin lewat gol Aminuddin pada menit ke-48. Memanfaatkan umpan silang, Aminuddin yang berdiri bebas di depan gawang berhasil mengecoh kiper Aji Saka.

Ketinggalan 0-1, Indonesia berusaha meningkatkan tempo permainannya. Namun Brunei yang semakin percaya diri justru tampil lebih disiplin dalam menjaga barisan pertahanannya. Brunei juga mulai berani keluar untuk menekan pertahanan Indonesia.

Pada menit ke-75, Brunei yang kini berada di peringkat 201 kembali membuat pendukung timnas terdiam. Aksi Adi Bin Said yang lepas dari pengawalan Syaiful Indra Cahya berhasil merobek jala Garuda Muda yang dikawal Aji Saka. Brunei pun unggul 2-0.

Indonesia berusaha memanfaatkan sisa waktu yang ada. Melalui penampilan cepat Andik Vermansyah dan Yosua Pahabol, Garuda Muda berusaha menekan pertahanan Brunei. Sayang, kokohnya barisan pertahanan Brunei mampu mementahkan tekanan-tekanan timnas U-21.

Hingga laga berakhir, Brunei tetap unggul 2-0 atas Indonesia.

Ini merupakan gelar perdana Brunei pada turnamen yang telah bergulir sejak 2002 ini. Sebelumnya Brunei selalu kandas di babak penyisihan. Sedangkan Indonesia merupakan juara HBT 2002. Saat itu, Gaurda tampil gemilang tanpa tersentuh kekalahan sejak babak penyisihan.

Skuad Timnas Indonesia U-21:
Aji Saka (GK), Syaiful Indra Cahya, Samsul Arifin, Kurniawan, Ridwan Awaludin (Abdul Kamil Sembiring), Achmad Faris Ardiansyah, Nurmufid Fastabiqul Khairot (Husin J Rahaningmas), Agus Nova Wiantara, Miko Ardiyanto, Yosua Pahabol, Andik Vermanshah (C)
Pelatih: Widodo C Putro

Skuad Brunei U-21:
Fakrul Zulhazmi bin Yussof (GK), Hendra Azam bin Md Idris (Reduan Bin Hj Petara), Najib bin Hj Tarif (C), Abd Mu’iz bin Sisa, Hazwan bin Hamzah, Afi bin Aminuddin, Aminuddin Zakwan bin Tahir, Azri bin Zahari, Azwan Ali Rahman, Nurikhwan bin Othman, Adi bin Said
Pelatih: Kwon Oh-son

Kamis, 08 Maret 2012

SKUAD TIMNAS U-21







1 - Muhammad Ridwan (26.03.1991) - Gk
12 - Aji Saka (23.02.1991) - Gk
4 - Syaiful Indra Cahya (28.05.1992) - Def
18 - Anugerah Agung Rosyam (22.09.1991) - Def
3 - Samsul Arifin (03.01.1992) - Def
11 - Fadly M. (11.01.1991) - Mf
13 - Kurniawan (29.03.1991) - Mf
21 - Ryan Putra Maylandu (08.05.1992) - Mf
8 - Ridwan Awaludin (10.10.1994) - Mf
2 - Achmad Faris Ardiansyah (07.03.1993) - Def
6 - Nurmufid Fastabiqul Khoirot (25.04.1991) - Def
25 Achmad Hisyam (07.01.1994) - Def
5 - Agus Nova Wiantara - Def
14 - Abdul Kamil Sembiring (26.05.1991) - Fwd
19 - Miko Ardiyanto ( 25.05.1991) - Fwd
7 - Yosua Pahabol (07.11.1993) - Fwd
10 - Andik Vermansyah (23.11.1991) - Fwd (Captain)
17 - Husin J. Rahaningmas - Fwd

Tekuk Vietnam, Timnas U-21 Melangkah ke Final


Tim Nasional Indonesia U-21 melangkah ke final Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) setelah mengalahkan Vietnam 2-0 di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Rabu 7 Maret 2012.

Tampil dengan kekuatan terbaik, Timnas U-21 bermain penuh determinasi di awal babak pertama. Meski begitu, tim besutan Widodo Cahyono Putro itu sempat kesulitan menembus ketatnya pertahanan Vietnam di awal pertandingan.

Gol yang ditunggu-tunggu Timnas U-21 akhirnya datang pada menit ke-37. Adalah pemain Persebaya Surabaya, Miko Ardianto, yang membawa Timnas U-21 unggul. Keunggulan 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga jeda babak pertama.

Di babak kedua, Indonesia sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-70 melalui kapten Andik Vermansyah. Ini adalah gol kelima Andik di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2012. Hingga akhir pertandingan tidak ada gol lagi yang tercipta, dan Timnas U-21 pun menang 2-0.

Dengan kemenangan ini, maka Indonesia berhak melangkah ke babak final. Di partai puncak, Indonesia akan menghadapi pemenang di laga semifinal lainnya antara Myanmar melawan tuan rumah Brunei Darussalam.

Rabu, 07 Maret 2012

Pemerintah Mulai Gerah, PSSI Baru Melunak


Pemerintah mulai gerah dengan kinerja PSSI. Terakhir, Menpora Andi Mallarangeng menghentikan fasilitas dana untuk Tim Nasional Indonesia. PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin mulai merasakan hal yang dialami rezim Nurdin Halid.

Menyusul kekalahan memalukan Indonesia 0-10 dari Bahrain pada Pra Piala Dunia 2014, 29 Februari lalu, Menpora mengutarakan kekecewaannya. Pasalnya, itu adalah kekalahan terburuk sepanjang sejarah Indonesia sejak dikalahkan Denmark di Copenhagen 0-9 pada 3 September 1974.

Menpora menilai kekalahan ini adalah buntut dari sikap diskriminatif PSSI yang melarang para pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) tampil membela Timnas. Padahal, tidak bisa dipungkiri, hampir seluruh pemain senior dan terbaik Indonesia tampil di kompetisi ISL.

Menpora kemudian memutuskan untuk sementara menghentikan fasilitas dana Timnas, selama PSSI melakukan tindakan diskriminatif. Dana untuk Timnas akan kembali dikucurkan jika PSSI tidak diskriminatif dalam pemilihan pemain.

"Bagaimana pemerintah mau mendukung sebuah tim yang kita tahu hanya berasal dari satu kompetisi saja. Hasilnya, Timnasnya tidak terbaik. Hasilnya yang seperti di Bahrain itu. Penghentian dana dilakukan saat diskriminatif dilakukan, dan akan kembali dikucurkan sampai Timnas kembali diperkuat pemain terbaik Indonesia," tegas Menpora.

Pernyataan Menpora tersebut muncul hampir bersamaan dengan respon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kekalahan dari Bahrain. Dalam pernyataannya, SBY meminta PSSI melakukan introspeksi dan segera mengakhiri kekisruhan sepakbola nasional.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, merespon positif permintaan Presiden. Namun, soal pernyataan Menpora, Djohar tidak gentar. Mantan Sekjen KONI dan Staf Ahli Menpora tersebut justru menegaskan, "Nanti negara yang rugi. Bukan PSSI."

Program Timnas Terancam

Keputusan Menpora untuk menghentikan sementara fasilitas dana Timnas tentunya akan mengganggu ambisi PSSI. Sebelumnya Djohar telah menegaskan PSSI butuh anggaran hingga Rp900 miliar untuk program kerja empat tahun ke depan.

Alokasi dana tersebut difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana sepakbola, khususnya untuk keperluan Timnas Indonesia. Selain itu Djohar menegaskan PSSI membutuhkan kantor baru untuk bekerja.

"Kantor baru nantinya diharapkan berada dalam sebuah komplek yang lengkap dengan lapangan sepak bola dan futsal. Termasuk, adanya kolam renang dan fitnes. Sedangkan lokasinya, kami usahakan untuk tidak jauh dari pusat Kota, yakni di Bekasi, Bogor atau Tangerang," ujar Djohar saat itu.

PSSI sendiri tahun ini telah mengajukan dana Rp40 miliar ke pemerintah. Dana tersebut untuk membiayai berbagai kegiatan Timnas mulai dari level U-15, U-17, U-19, U-21, U-23 hingga senior, begitu pula Timnas futsal.

Sebelumnya pihak PSSI memperkirakan dana tersebut akan turun bulan ini, Maret 2012, namun dana tersebut dipastikan tidak akan turun hingga PSSI mengubah sikapnya yang diskriminatif.

Mirip Rezim Nurdin

Keputusan Menpora untuk menghentikan sementara fasilitas dana untuk Timnas mengingatkan kita dengan PSSI era Nurdin Halid. Saat masih memimpin PSSI, Nurdin sempat mendapat perlakuan yang sama dari Menpora Andi Mallarangeng.

Saat itu, Menpora juga mencabut fasilitas PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin, baik fasilitas kantor yang bertempat di Gelora Bung Karno, Senayan, ataupun fasilitas dana. PSSI era Nurdin mengajukan dana Rp25 miliar untuk program Timnas selama 2011, namun akhirnya dihentikan.

Menpora memutuskan menghentikan fasilitas ke PSSI era Nurdin ketika mereka gagal menggelar Kongres untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan di Pekanbaru, Riau, 27 Maret 2011.

Saat itu Kongres berlangsung ricuh setelah PSSI terkesan menghalang-halangi peserta Kongres yang tergabung dalam Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) atau yang lebih dikenal Kelompok 78.

PSSI Melunak

Pernyataan Presiden SBY dan keputusan Menpora menghentikan sementara fasilitas dana Timnas, langsung direspon positif oleh pihak PSSI. Melalui Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, PSSI menegaskan akan segera berembuk dengan klub-klub ISL untuk menyelesaikan dualisme kompetisi.

"Kami melanjutkan pernyataan dari Presiden. Kami akan mengajak berembuk klub-klub ISL. Paling lambat kami akan bertemu empat hari sebelum 14 Maret," tegas Limbong dalam jumpa pers di kantor PSSI, Selasa 6 Maret 2012.

Selain mengajak berembuk, Limbong juga mengatakan PSSI berencana mengundang klub-klub ISL menghadiri Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, 18 Maret mendatang. "Kami juga akan mengudang mereka dalam Kongres nanti. Bisa sebagai voters, observer, atau tidak kedua-duanya," papar Limbong.

Pernyataan Limbong ini menunjukkan bahwa PSSI mulai melunak. Karena, sebelumnya PSSI telah menjatuhkan sanksi skorsing kepada tim-tim yang berlaga di ISL. Deputi Sekjen Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar, juga sempat menegaskan klub-klub ISL sudah kehilangan hak untuk ikut ambil bagian pada Kongres Tahunan nanti.

"Tapi, untuk rekonsiliasi apapun harus bisa dilakukan. Pokoknya, kami harus bersatu," kilah Limbong.(Irb)

Tekuk Filipina, Indonesia Lolos ke Semifinal


Indonesia sukses lolos ke babak semifinal Piala Sultan Hassanal Bolkiah. Hasil ini dipastikan setelah Garuda Muda sukses mengalahkan Filipina dengan skor telak 3-0, Minggu 4 Maret 2012.

Berlaga di Berakas Sports Complex, Indonesia membuka keunggulan menit 17 lewat gol Andik Vermansyah. Berawal dari tendangan bebas, bola sempat mengenai pertahanan Filipina, lalu mengenai kepala Andik. Sundulan Andik tak bisa dihentikan kiper Filipina, Paulo Pasqual.

Andik kembali menggetarkan gawang Filipina menit 44 lewat titik penalti. Penalti diberikan wasit setelah Andik dijatuhkan di kotak penalti. Setelah sempat diulang, Andik sukses menunaikan tugasnya dengan baik.

Babak kedua, Filipina sempat melakukan tekanan ke kubu Indonesia. Namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat mereka gagal menjebol gawang Indonesia. Justru peluang yang didapat Indonesia yang lebih membahayakan.

Andik Vermansyah sempat memiliki peluang menit 59. Namun umpan Andik lewat tendangan bebas gagal dimanfaatkan pemain Indonesia di kotak penalti. Dua menit kemudian tendangan keras Kurniawan dari luar kotak penalti masih digagalkan Paulo Pasqual.

Indonesia memperbesar keunggulan menit 63 lewat gol Yosua Pahabol. Berawal dari kemelut di kotak penalti Filipina, Pahabol sukses membuat Indonesia unggul 3-0.

Skor 3-0 untuk kemenangan Indonesia bertahan hingga pertandingan berakhir. Dalam laga lain, Myanmar bermain imbang 0-0 dengan Singapura.

Dengan demikian, Indonesia lolos ke babak semifinal sebagai runner-up grup A. Pasukan Widodo Cahyono Putro mengoleksi 7 poin dari 4 pertandingan. Di babak semifinal, 7 Maret mendatang, Indonesia akan menghadapi juara grup B, Vietnam.

Susunan Pemain

Indonesia: Muhammad Ridwan (Aji Saka 84'), Achmad Faris Ardiansyah, Samsul Arifin, Syaiful Indra Cahya, Agus Nova Wiantara, Nurmufid Fastabiqul Khairot, Yosua Pahabol, Ridwan Awaludin, Andik Vermansyah (Fadly 73’), Kurniawan, Miko Ardiyanto

Filipina: Paulo Pasqual, Jerry Barbaso, Jacques van Bossche, Amani Agunaldo, Gabriel Borja, Marvin Javver Malinay Angeles, Joshua Beloya, Marwin, Allen Serna, Angele Verheye, David Pusing

Selasa, 28 Februari 2012

Indonesia Dipermalukan Myanmar


Sempat unggul di babak pertama, Timnas U-21 Indonesia akhirnya menyerah 1-3 kepada Myanmar pada lanjutan pertandingan Grup A Piala Sultan Hassanal Bolkiah, Selasa 28 Februari 2012.

Indonesia unggul lebih dulu pada menit 20. Andik Vermansyah dengan cerdik mematahkan jebakan offside Myanmar dan mengecoh kiper Pyaye Phyo Aug. Ia kemudian mengeksekusi bola masuk ke gawang Myamnar.

Myanmar berhasil membalas gol itu pada menit 46. Adalah kapten Kyaw Zayar Win yang membobol gawang kiper Muhamad Ridwan. Berawal dari kemelut yang terjadi di depan gawang Indonesia, Kyaw Zayar Win langsung melepas tembakan yang gagal dihentikan Muhamad Ridwan.

Gawang Indonesia jebol lagi pada menit 58. Kyaw Ko Ko melepas tembakan keras dari dalam kotak penalti. Bola sebenarnya sempat ditepis Muhamad Ridwan, namun dengan cepat Kyaw Ko Ko menyambar bola lagi masuk ke gawang Indonesia.

Musibah untuk Indonesia tak berhenti sampai di situ. Pada menit 65, lagi-lagi Kyaw Ko Ko mencatatkan namanya di papan skor. Pemain bernomor punggung 10 itu menyontek bola yang gagal disapu bersih Muhamad Ridwan.

Skor 3-1 untuk Myanmar bertahan sampai laga berakhir.

Dengan hasil ini, Indonesia turun ke peringkat 3 dengan 4 poin, sementara Myanmar melesat posisi puncak dengan koleksi 6 angka.

Susunan pemain

Indonesia: Muhamad Ridwan, Samsul Arifin, Achmad Faris Ardiansyah, Syaiful Indra Cahya, Agus Nova Wiantara, Yosua Pahabol, Andik Vermansyah, Nurmufid Fastabiqul Khoirot, Ridwan Awaludin, Kurniawan, Miko Ardiyanto

Myanmar: Pyaye Phyo Aug, Yan Aung Win, Zaw Min Tun, Nyi Nyi Aung, Nanda Kyaw, Kyaw Zayar Win, Kyi Lin, Thein Than Win, Ye Zaw Htet Aung, Kaung Sithu, David Htan

Senin, 27 Februari 2012

Tahan Singapura, Indonesia Perkasa di Grup A


Sempat berada di bawah tekanan, Timnas U-21 Indonesia berhasil menahan imbang Singapura 1-1 dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup A turnamen Sultan Hassanal Bolkiah Trofi 2012, Minggu, 26 Februari 2012.

Singapura gagal mempertahankan keunggulannya setelah pemain belakang Indonesia Nurmufid Fastabiqul Khairot mencetak gol indah di menit 81 untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1. Hasil imbang ini membuat Indonesia memimpin puncak klasemen Grup A dengan mengemas empat poin, unggul satu angka atas Myanmar yang kini duduk di peringkat dua.

Usai tertinggal di babak pertama, Indonesia belum bisa mengembangkan permainan di awal babak kedua. Singapura yang tampil agresif beberapa kali mengancam barisan pertahanan tim Merah Putih. Kurniawan mendapat peluang melalui tandukannya di menit 75, mengoptimalkan umpan silang dari sektor sayap. Tapi, bola masih menyamping di mistar gawang Syazwan Buhari.

Masih tertinggal satu gol hingga memasuki pertengahan interval kedua, Garuda Muda tidak berhenti melancarkan tekanan ke jantung pertahanan Singapura. Indonesia akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas jarak jauh yang dilepaskan Nurmufid Fastabiqul Khairot. Kedudukan 1-1 terjadi di menit 81.

Gol penyeimbang kedudukan dari Nurmufid kembali menggelorakan daya juang Indonesia untuk menambah keunggulan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim tampil sama kuat dengan skor 1-1. Di laga selanjutnya, Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar, Selasa, 28 Februari 2012.

Susunan Pemain

Singapura: Muhammad Syazwan Buhari, Muhammad Al-Qaassimy Abdul Rahman (C), Tajeli Salamat, Anumanthan Mohan Kumar, Muhammad Shamil Shamir,Muhammed Aqhari Abdullah, Mohammed Hanif Ja'affar Sadique (Dong Jung Ming'69), Muhammad Fariz Ramli (Sufainto Saleh'59), Muhd Farezz Mohd Farhan (Lo Zhan Quan Gary'88), Sheikh Abdul Hadi Sheikh Othman, Ali Hudzaifi Mohd Yusof

Indonesia:Muhammad Ridwan, Achmad Faris Ardiansyah, Samsul Arif, Syaiful Indra Chaya, Nurmufid Fastabiqul Khairot, Yosua Pahabol (Agus Nova Wiantara'81), Ridwan Awaludin (Ryan Putra Maylandu'90), Andik Vermansyah (C), Fadly M, Kurniawan, Abdul Kamil Sembiring (Miko Ardiyanto'35)

Jumat, 24 Februari 2012

Timnas U-21 VS Laos ( 2-0 )


Tim Nasional Indonesia U-21 sukses menundukkan Laos 2-0 pada laga pertama Grup A Piala Sultan Hasanal Bolkiah 2012 di Stadion Track and Field Sport Complex, Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, Jumat 24 Februari 2012.

Andik Vermansyah menjadi pahlawan kemenangan Timnas U-21 atas Laos. Pemain Persebaya Surabaya itu mencetak gol cepat pada menit ketiga. Andik juga menjadi aktor di balik terciptanya gol bunuh diri Laos di menit-menit akhir babak kedua.

Menghadapi Laos, Timnas U-21 berinisiatif membangun serangan di awal babak pertama. Tim besutan Widodo C Putro tersebut langsung berhasil mencetak gol saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Tendangan keras Andik sukses menggetarkan gawang Laos setelah menerima umpan tarik dari sisi sayap kanan.

Unggul satu gol, Indonesia tidak mengendurkan serangan. Joshua Pahabol yang dominan bergerak di sayap kanan, menjadi motor serangan Timnas U-21 yang kerap mengancam gawang Laos. Sayangnya, sebanyak lima peluang yang diciptakan melalui umpan silang dari sisi sayap kanan, gagal menambah pundi gol Timnas U-21. Skor 1-0 untuk Indonesia tidak berubah.

Memasuki babak kedua, Laos yang tertinggal satu gol langsung berinisiatif membombardir pertahanan Indonesia. Memasuki menit ke-54, gawang Indonesia mulai sering terancam. Serangan Laos melalui sektor tengah lapangan, dari sayap kiri, maupun tendangan-tendangan langsung jarak jauh sukses menghasilkan peluang bagi Laos.

Beruntung, penampilan gemilang Muhamad Ridwan di bawah mistar Timnas U-21 mampu mematahkan serangan Laos.

Timnas U-21 akhirnya mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-89. Bermaksud melakukan back pass ke kiper, pemain tengah Laos Keoviengphet Liththideth justru melakukan gol bunuh diri. Keunggulan 2-0 untuk Timnas U-21 bertahan hingga laga usai.

Hasil ini membuat Indonesia menduduki peringkat kedua Grup A, di bawah Myanmar, yang di laga lainnya melumat Filipina 8-2. Selanjutnya Indonesia akan menghadapi Singapura, 26 Februari 2012.

Susunan Pemain

Indonesia: Muhamad Ridwan; Samsul Arifin, Syaiful Indra Cahya, Achmad Faris Ardiansyah, Nurmufid Fastabiqul Khoirot; Kurniawan, Fadly Manna, Ridwan Awaludin; Miko Ardiyanto, Yoshua Pahabol, Andik Vermansyah.

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts