Tampilkan postingan dengan label Timnas Senior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas Senior. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Gol Robben Lengkapi Kemenangan Belanda atas Indonesia

 
Meski sempat membuat Belanda frustrasi, Timnas Indonesia harus tumbang 0-3 dari Die Oranje pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat 7 Juni 2013. Siem De Jong dan Arjen Robben menjadi penentu kemenangan Belanda.

Di babak pertama, Indonesia bermain tidak mengecewakan. Organisasi pertahanan yang baik membuat tim besutan Jacksen F Tiago itu berhasil membuat Belanda frustrasi. Permainan gemilang kiper Kurnia Meiga menambah kekuatan lini belakang tim Merah Putih.

Pertandingan baru berjalan dua menit Belanda sudah mampu membobol gawang Indonesia. Namun, tendangan gol Wesley Sneijder memanfaatkan bola rebound hasil sundulan Robin van Persie, masih dianulir wasit karena offside.

Belanda kembali mengancam gawang Indonesia pada menit keempat. Usai menerima umpan terobosan, Van Persie mampu lolos dari penjagaan Victor Igbonefo dan melepaskan tendangan kaki kanan. Sayang, arahnya masih menyamping ke pojok kiri gawang Meiga.

Belanda kembali memiliki peluang emas melalui Van Persie pada menit ke-30. Memanfaatkan umpan silang Daryl Janmaat, striker Manchester United itu dengan bebas melepaskan sundulan. Beruntung, sundulan Van Persie masih melambung. Dua menit kemudian tendangan bebas Van Persie juga masih menyamping.

Di babak kedua, pelatih Belanda Louis van Gaal melakukan sejumlah permainan, termasuk menarik ke luar Wesley Sneijder dan Robin van Persie. Pemain-pemain muda seperti Ricky van Wolfswinkel dan Siem de Jong dimasukkan.

Belanda akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-57. Adalah Siem De Jong yang sukses membobol gawang Kurnia Meiga. Berawal dari pergerakan Ruben Schaken dari sisi kiri pertahanan Indonesia, winger Feyenoord Rotterdam itu kemudian melepaskan umpan silang. Tanpa pengawalan berarti, De Jong berhasil melepaskan sundulan tanpa bisa diantisipasi Meiga.

De Jong benar-benar menjadi momok menakutkan pertahanan Indonesia di babak kedua. Gelandang Ajax Amsterdam itu kembali membobol gawang Meiga pada menit ke-67. Sundulan De Jong meneruskan umpan Ruben Schaken kembali menggetarkan gawang Indonesia.

Indonesia memiliki peluang emas pada menit ke-72 melalui Andik Vermansyah. Memanfaatkan kecepatannya, winger mungil itu berhasil lepas dari penjagaan Dwight Tiendalli. Sayang, penyelesaian akhir Andik masih melambung.

Menit ke-78, Belanda nyaris kembali mencetak gol. Tapi, tendangan keras Jens Toornstra dari luar kotak penalti berhasil ditangkap Meiga. Kemenangan Belanda akhirnya ditutup gol Robben pada menit ke-89.

Winger Bayern Munich itu berhasil mengecoh Ahmad Bustomi dan Muhammad Roby sebelum akhirnya membobol gawang Meiga lewat tendangan kaki kiri. Keunggulan 3-0 untuk Belanda bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Indonesia: Kurnia Meiga; Ricardo Salampessy (Zulkifli Syukur, 48'), Victor Igbonefo, Ahmad Jufriyanto (Ruben Sanadi, 80'), M. Roby; Toni Sucipto (Hendro Siswanto, 70'), Raphael Maitimo, Imanuel Wanggai (Ahmad Bustomi, 46'); Boaz Solossa, Serginho Van Dijk (Ian Louis Kabes, 67'), Greg Nwokolo (Andik Vermansyah, 60').

Belanda: Jasper Cillesen (Kenneth Vermeer, 46'); Daryl Janmaat (Dwight Tiendalli, 66'), Ron Vlaar, Erik Pieters (John Heitinga, 46'), Miquel Nelom; Jonathan De Guzman, Ruben Schaken, Jens Toornstra, Jeremain Lens (Arjen Robben, 14'), Wesley Sneijder (Siem de Jong, 46'); Robin Van Persie (Ricky van Wolfswinkel, 46').

Sabtu, 06 April 2013

Bambang Pamungkas Pensiun Dari Tim Nasional


Kisruh persepakbolaan Indonesia selama dua tahun terakhir menjadi salah satu alasan Bambang Pamungkas gantung sepatu dari tim nasional.

Melalui laman pribadinya, Bepe, sapaan Bambang mengungkapkan, keputusannya mundur dari timnas sebetulnya sudah ingin disampaikan pada Piala AFF 2012. Di ajang itu, Bepe memilih memakai nama 'Pamungkas' di jersey dibandingkan 'Bambang'.

“Awalnya saya pikir semuanya akan berjalan dengan mudah. Tinggal merangkai kata, upload ke blog pribadi, dan kemudian menyebarluaskan melalui akun Twitter saya. Selesai perkara,” tulis Bepe.

“Tetapi pada kenyataannya tidak semudah yang terpikir di benak saya. Butuh waktu lama untuk pada akhirnya saya berani untuk menulisnya. Padahal keputusan ini sudah saya ambil sejak empat bulan yang lalu.”

“Bagi mereka yang memperhatikan penampilan saya di perhelatan Piala AFF 2012, maka sejatinya ada hal yang tidak biasa tersaji di sana. Ketika itu pada detik-detik terakhir, saya memutuskan untuk menggunakan nama “PAMUNGKAS”, dari pada “BAMBANG” seperti yang biasa saya kenakan di jersey tim nasional saya.”

“Keputusan ini mungkin mengingkari janji saya sendiri 13 tahun lalu, janji setia saya kepada tim nasional Indonesia. Akan tetapi dengan segala dinamika dan pergolakan yang terjadi dalam sepakbola Indonesia selama dua tahun terakhir, membuat saya merasa yakin, jika sekarang adalah saat yang tepat bagi saya untuk melakukannya.”

“Lagi pula dengan nama-nama mumpuni di barisan depan tim nasional Indonesia saat ini, rasanya tenaga saya sudah tidak lagi terlalu dibutuhkan.”

“Saya mengawali 13 tahun karier saya bersama tim nasional dengan sebuah harapan besar, dan mengakhirinya dengan sebuah kemenangan besar. Sebuah kemenangan dari segala bentuk pemaksaan kehendak terhadap diri saya. Kemenangan diri saya atas nama sebuah kebebasan untuk mengungkapkan pendapat, menentukan sikap, serta bertindak atas nama sebuah hal yang saya yakini akan kebenarannya.”

“Melalui tulisan ini, maka secara resmi saya menyatakan mundur dari tim nasional Indonesia.”

Luis Manuel Blanco Kesal Indonesia Dikalahkan Arab Saudi



Pelatih tim nasional Indonesia Luis Manuel Blanco merasa kesal melihat kekalahan 2-1 yang dialami tim Garuda dari Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dalam laga kualifikasi Piala Asia 2015 akhir pekan kemarin.

Menurut Blanco, Indonesia seharusnya bisa memetik kemenangan dengan tiga gol di pertandingan itu. Pelatih asal argentina ini telah melihat kelemahan Arab Saudi yang terletak di sektor pertahanan.

Pelatih asal Argentina ini menambahkan, bila ia mendampingi tim di laga tersebut, maka skema permainan 4-2-4 akan diterapkan. Blanco menilai Indonesia mempunyai banyak pemain bagus untuk menerapkan pola itu.

“Saya agak kesal. Kalau saya melatih, Indonesia akan bikin tiga gol melawan Arab Saudi. Pertahanan Arab Saudi mudah ditembus, dan Indonesia punya banyak pemain bagus,” ujar Blanco.

“Jika saya mendampingi tim, saya akan menggunakan formasi 4-2-4. Kita punya banyak pemain bagus untuk posisi itu. Tak masalah kita bermain menyerang.”

Blanco juga berjanji akan mengubah mental para pemain yang sepertinya tidak merasa sedih setelah menelan kekalahan dari Arab Saudi.

“Di Argentina, Brasil atau Eropa, kalau timnas kalah, maka publik dan wartawan marah. Kita juga harus bersikap seperti itu, jangan gembira kalau kalah. Harus ada perubahan,” cetus Blanco.

Minggu, 02 Desember 2012

Skuad Indonesia di Piala AFF 2012


Goalkeepers:
Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul), Endra Prasetya Suprapto (Persebaya Surabaya)

Defenders:
Handi Ramdhan (Persija Jakarta), Novan Setya Sasongko (Persibo Bojonegoro), Nopendi (Persiba Bantul), Fachruddin Wahyudi Aryanto (PSS Sleman), Wahyu Wijiastanto (Semen Padang), Raphael Guillermo Eduardo Mahtimo (VV Capelle, Netherlands).

Midfielders:
Taufiq (Persebaya Surabaya), Elie Aiboy (Semen Padang), Rasyid Assahid Bakri (PSM Makassar), Muhammad Nur Iskandar (Persibo Bojonegoro), Bernardus Valentinus Telaubun (Bontang FC), Corneles Sergius Geddi (Persija Jakarta), Vendry Ronaldo Mofu (Semen Padang), Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat), Tonnie Harry Cusell (GVVV, Netherlands).

Forwards:
Irfan Haary’s Bachdim (Persema Malang), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Andik Vermansah (Persebaya Surabaya), Rachmat Syamsuddin Leo (PSM Makassar), Samsul Arif Munip (Persibo Bojonegoro), Jhonny Rudolf van Beukering

Indonesia di Piala AFF 2012


Ajang Piala AFF 2012 menjadi ajang pembuktian Timnas Indonesia besutan Nil Maizar. Dengan komposisi pemain seadanya dan kisruh PSSI yang berkepanjangan Timnas berangkat ke Malaysia dengan modal sumbangan dari pengusaha dan dana minim dari Pemerintah. Beberapa pemain naturalisasi pun digaet Johny Van Baukering, Tonny Cussel dan Raphael Maitimo didatangkan langsung dari Belanda. Kuota 23 pemain membuat Arthur Irawan dipulangkan ke timnya Espanyol B. Indonesia tergabung di grup B dengan tuan rumah Malaysia, Singapura dan Laos. 22 November 2012, Indonesia tiba di Kuala Lumpur dengan optimisme dapat memenangkan laga pertama lawan Laos pada tanggal 25 November Timnas Indonesia melakukan beberapa latihan ringan. Raphael Maitimo pun baru bergabung pada tanggal 23 November dan langsung bergabung dengan Timnas.

Laga pertama pun digelar dengan lawan pertama adalah Laos tim yang di atas kertas unggul atas Indonesia. Tapi kenyataan lain Laos memberikan perlawanan dengan menahan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur dengan skor 2-2. Dua gol Indonesia dicetak Raphael Maitimo dan Vendry Mofu. Striker gaek Bambang Pamungkas dan Irfan Bachdim tak mampu berbuat banyak. Kiper Endra Prasetya pun harus diusir keluar lapangan untungnya tak lama berselang bek Laos juga harus diusir dari lapangan. Dengan sama-sama 10 pemain hanya bermain imbang adalah hasil yang mengecewakan. Di laga lain grup B tuan rumah Malaysia kalah telak dari Singapura 3-0. 

Laga kedua pun digelar selang 3 hari kemudian di stadion yang sama. Dengan hasil seri di laga pertama Timnas yang tidak pernah menang lawan Singapura pun berniat bangkit paling tidak bisa bermain seri untuk membuka peluang. Ternyata diluar dugaan pemain Singapura keteteran menghadapi Indonesia beberapa peluang tercipta di babak pertama. Singapura harus kehilangan satu pemainnya karena melakukan pelanggaran keras terhadap Andik. Melawan 10 Pemain Indonesia makin gencar melakukan serangan. Puncaknya di menit-menit akhir tendangan bebas Andik Vermansyah melengkung ke tiang jauh dan berbuah gol indah 1-0 hingga pertandingan berakhir. Dilaga lainnya Malaysia menang telak 4-1 atas Laos. Dengan kemenangan tersebut Indonesia memuncaki klasemen grup B dengan 4 poin disusul Singapura 3, Malaysia 3 dan Laos 1. 

Laga terakhir grup B Indonesia hanya membutuhkan hasil seri lawan Malaysia. Bermain di stadion yang sama Indonesia bermain agresif di awal-awal babak pertama. Bebrapa peluang pun tercipta tapi tak satupun yang berbuah gol. Keasyikan menyerang Indonesia lengah petaka terjadi di menit 26' Malaysia berhasil melesakkan gol melalui Azzamudin. Tak mau kalah Indonesia makin gencar menyerang tapi kembali 3 menit berselang berhasil menambah gol 2-0 untuk keunggulan Malaysia. Masuknya Andik, Van Baukering dan Tonny Cussel tak bisa membantu Indonesia untuk menyamakan skor. Di laga lain Laos yang sempat unggul 2-1 di babak pertama harus menelan kekalahan 3-4 atas Singapura. Dengan hasil ini Indonesia berada di peringakat 3 dan tidak lolos ke Semifinal untuk yang kedua kalinya sejak 2007. 

KLASEMEN AKHIR 

GROUP A 
Thailand 3 3 0 0 9 2 9 
Filipina 3 2 0 1 4 2 6 
Myanmar 3 0 1 2 1 7 1 
Vietnam 3 0 1 2 2 5 1 

GROUP B
Malaysia 3 2 0 1 6 4 6
Singapura 3 2 0 1 7 4 6
Indonesia 3 1 1 1 3 4 4
Laos 3 0 1 2 6 10 1

Selasa, 05 Juni 2012

Diwarnai Kericuhan, Filipina Tahan Indonesia

Indonesia gagal memetik kemenangan sebab ditahan imbang 2-2 oleh Filipina dalam laga persahabatan di Rizal Memorium Stadion, Selasa, 5 Juni 2012. Kemenangan Indonesia dibuyarkan oleh gol Philip Younghusband di menit 83.

Tampil di hadapan ribuan pendukungnya, Filipina mampu tampil dominan dan coba mulai menekan dan menciptakan sejumlah peluang emas. Namun hingga turun minum, kedudukan masih imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Indonesia suskes mengambil alih permainan dan berusaha menekan. Permainan apik kesebelasan Indonesia akhirnya memecah kebuntuan di menit 57. Berawal dari pergerakan Okto dari sisi kanan lapangan, umpan silangnya mampu dimaksimalkan oleh Patrich Wanggai. Skor 1-0.

Sayang, keunggulan Indonesia tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Filipina mampu menyamakan kedudukan. Gol balasan bermula dari bola yang dikuasai Satrio Syam bisa direbut oleh James Younghusband.

James pun dengan mudah menaklukkan Markus dan menceploskan bola ke gawang Indonesia sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1. Tapi  para pemain Indonesia mampu bangkit dan kembali unggul dua menit berselang.

Gol kedua Indonesia dicetak oleh Irfan Bachdim yang memanfaatkan kelalaian lini pertahanan Filipina. Pemain keturunan Belanda ini mampu lolos dari perangkap offside dan dengan mudah melesakkan bola. 

Sayang laga seru ini tercoreng oleh ricuh yang terjadi di penghujung pertandingan. Beberapa pemain terlibat keributan. Irfan Bachdim dari Indonesia dengan sejumlah pemain Filipina di menit 81. Alhasil, wasit mengeluarkan tiga kartu merah, kepada Irfan Bachdim dan dua pemain Filipina, Ott dan Caligdong.

Dua menit berselang, Filipina mampu memanfaatkan situasi yang sempat memanas dengan mencetak gol penyeimbang. Bermula dari tendangan bebas Cagara di menit 83 yang mampu diteruskan oleh Philip Younghusband. Gol ini sekaligus menutup laga dengan skor 2-2 untuk kedua tim.

Susunan Pemain


Filipina: Rolland Muller; De Murga, Gier, Sabio, Denis Cagara, Angel Guirado (Misagh Bahadoran, 73'), Angeles, Emelio Caligdong, Paul Mulders (James Younghusband, 49'), Manny Ott, Denis Wolf

Indonesia: Markus Haris Maulana; Hamdi Ramdhan, Novan Setya, Rusdi, Novendri; Oktavianus Maniani (Titus Bonai, 69'), Irfan Bachdim, Bayau, Valentino; Patrick Wanggai

Selasa, 29 Mei 2012

Inter Kalahkan Indonesia 4-2


Inter Milan kembali meraih hasil positif di partai eksebisi kedua mereka di Indonesia. Menghadapi timnas Indonesia, tim asuhan Andrea Stramaccioni menang 4-2, Sabtu, 26 Mei 2012. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Inter sudah unggul 2-1 di babak pertama. Dua Gol Nerazzurri dicetak Countinho pada menit ke-5 dan 42. Sementara gol tim Merah Putih diciptakan Patrich Wanggai di menit 12. Pada babak kedua Inter memasukkan Giampaolo Pazzini. Hasilnya cukup positif. Striker asal Italia tersebut berhasil menjaringkan dua gol tambahan La Beneamata. Gol pertama Pazzini di pertandingan ini hadir di menit 62. Lolos dari perangkap offside, dia dengan leluasa menceploskan 'si kulit bundar' ke gawang yang dikawal Markus Horison. Pazzini lalu menambah pundi-pundi golnya di menit 78. Dia melakukan kerja sama satu-dua dengan Diego Milito di dalam kotak penalti sebelum menghujamkan bola ke gawang lawan. Skor 4-1 untuk Inter. Jelang lima menit akhir pertandingan, Indonesia masih ngotot mengejar gol tambahan. Hasil kongkret diraih ketika waktu menunjuk menit 90+1. Akeselerasi Valentino berhasil menembus barisan pertahanan Inter disambung dengan tendangan Yoshua Pahabol di muka gawang. Skor 4-2 untuk Inter bertahan sampai pertandingan usai. 

Susunan pemain: 
Indonesia: 22 Markus Haris Maulana; 21 Henki Ardiles, 14 Abdul Rahman, 17 Harry Saputra, 4 Diego Michiels ; 8 Elie Aiboy, 11 Bima Sakti, 13 Lucky Wahyu; 23 Oktavianus Maniani, 5 Patrich Wanggai, 3 Ferdinand Sinaga. 

Inter Milan: 21 Paolo Orlandoni; 13 Douglas Maicon, 2 Ivan Cordoba, 25 Walter Samuel, 4 Javier Zanetti; 17 Angelo Palombo, 19 Esteban Cambiasso; 42 Jonathan, 29 Coutinho, 81 Samuele Longo; 22 Diego Milito.

Inter Milan Tekuk Liga Selection 3-0

Inter Milan tanpa kesulitan berhasil menggulung tim tuan rumah Liga Selection atau pemain-pemain pilihan Liga Primer Indonesia (LPI) dengan skor 3-0. Meski hanya bertajuk laga persahabatan, duel ini menjadi suguhan menarik bagi para pencinta sepakbola tanah air. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis 24 Mei 2012, Inter Milan awalnya menurunkan mayoritas pemain muda. Hanya Javier Zanetti yang berstatus sebagai pemain inti yang diturunkan sebagai starter. Hasilnya, Inter harus menunggu hingga menit 35 untuk dapat menjebol gawang Liga Selection lewat gol pemain mudanya, Samuele Longo. Bahkan Inter harus puas skor 1-0 ini tetap bertahan hingga turun minum. Ingin melihat foto duel Inter Milan versus Liga Selection klik di sini Di babak kedua, Inter melakukan beberapa pergantian. Beberapa pemain kunci macam Esteban Cambiasso, Diego Milito, dan Douglas Maicon diturunkan pelatih Andrea Stramaccioni. Dan sepanjang babak kedua, La Beneamata berhasil menambah dua gol lewat gol Giampaolo Pazzini di menit 52. Meski bola sempat ditepis kiper Aji Saka namun bola kembali dikuasai Pazzini sebelum akhirnya sepakan keduanya sukses menjebol gawang Liga Selection. Pada menit 70, Inter akhirnya berhasil unggul 3-0. Kali ini gelandang muda, Luca Tremolada yang sukses menjebol gawang Aji Saka. Pemain 20 tahun ini berhasil memanfaatkan umpan dari sisi kiri pertahanan Liga Selection. Meski Inter terus menciptakan peluang di sisa waktu namun hingga akhir pertandingan skor 3-0 untuk keunggulan Inter tetap bertahan.

Manajer Timnas: Kami Kalah Terhormat

Indonesia akhirnya kandas di babak semifinal Al Nakba Cup 2012 setelah menyerah 1-2 dari tuan rumah Palestina. Menurut Manajer Timnas, Ramadhan Pohan, pasukan Nilmaizar terhenti secara terhormat pada turnamen yang diikuti sembilan negara tersebut.

"Pasukan debutan Indonesia sudah lakukan yang terbaik. Irfan Bachdim, Wijitanto, Hamdi, dan kiper Hendra sudah maksimal," ujar Ramadhan lewat akun twitternya tak lama setelah laga usai.

"Tapi inilah sepak bola. Bermain bagus tidak harus berarti juara," sambung Wakil Sekjen Partai Demokrat tersebut.

Bertanding di Hussein bin Ali Stadium, Hebron, Selasa, 22 Mei 2012, Indonesia sebenarnya sempat unggul lewat gol Irfan Bachdim pada menit ke-13. Namun tuan rumah berhasil membalasnya setelah Abu Habib sukses mengeksekusi hadiah penalti pada menit ke-39.

Di babak kedua, Palestina tampil dominan. Sedangkan Indonesia memilih tampil bertahan dan berusaha mengandalkan serangan balik.

Pada menit ke-66, Palestina berbalik unggul setelah Faheed Attal yang berdiri tanpa pengawalan di kotak terlarang sukses menjebol gawang Indonesia. Indonesia berusaha mengejar. Namun hingga pertandingan berakhir, Palestina tetap unggul 2-1 atas timnas.

"Kita terhenti secara terhormat. Dengan 15 pemain tersisa, karena beberapa cedera dan Okto-Pahabol tidak dapat visa. Perjuangan coach Nil Maizar sudah maksimal," Ramadhan menambahkan.

Sementara itu, lewat blognya, salah seorang ofisial timnas, Matias Ibo menjelaskan bahwa defender Wahyu Tanto mengalami cedera otot paha saat bertanding. Pemain ini akhirnya ditarik di babak kedua dan sempat mendapat suntikan penghilang rasa sakit.

Insiden Ludah
Dalam blognya, Matias juga menjelaskan aksi tak terpuji yang dilakukan suporter tuan rumah sepanjang laga. "Sepanjang 60 menit, bench kami diludahi dari tribun. Awalnya saya kira hujan, tapi ternyata itu berasal dari mulut manusia," tulisnya.

"Sangat menyedihkan, apalagi saat penonton di atas kami memanggil 'habibie' yang berarti teman, namun dalam detik berikutnya meludah. Ya sudah, apa yang terjadi tak bisa diubah," sesalnya.

Namun kabar ini dibantah Ramadhan. Bahkan mantan pemred Jurnal Nasional itu menilai kabar tersebut sebagai upaya provokasi.
"Provikasi itu, siapa bilang?" ujar Ramadhan menanggapi pertanyaan mengenai aksi tak terpuji suporter Palestina tersebut.

Jumat, 18 Mei 2012

Indonesia Bungkam Mauritania 2-0






Indonesia sukses meraih kemenangan dalam laga perdana turnamen Al Nakbah di Palestina, Kamis 17 Mei 2012. Bermain di Stadion Nablus Football, Tim Merah Putih unggul 2-0. Dua gol Timnas dicetak di babak pertama.

Indonesia tampil mendominasi pada babak pertama. Beberapa kali Titus Bonai dan kawan-kawan memberikan ancaman untuk lini pertahanan Mauritania.

Upaya Tim Merah Putih berbuah hasil pada menit 20. Hendra Bayouw sukses membuka keunggulan Indonesia setelah menerima umpan Titus Bonai.

Indonesia sukses menggandakan kedudukan lima menit kemudian, kali ini lewat gol bunuh diri bek Mauritania, Yacoub Fall. Umpan silang Hamdi Ramdhan gagal dihalau dengan sempurna oleh Fall. Alhasil bola meluncur deras ke gawang sendiri.

Babak kedua tempo permainan berjalan lambat. Beberapa kali Mauritania memberikan ancaman, begitu pun dengan Indonesia. Namun tak ada yang berbuah gol.

Mauritania sebenarnya memiliki kesempatan memperkecil ketertinggalan pada menit 69 lewat titik penalti. Penalti diberikan setelah Ahmed Sidibe dijatuhkan dikotak terlarang.

Beruntung, Taghiyoullah Denna yang maju sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya. Kiper Indonesia, Wahyu Tri Nugroho sanggup melakukan penyelamatan gemilang.

Setelah itu Mauritania beberapa kali memberikan ancaman. Untungnya, kiper timnas Wahyu tampil gemilang peluang dari negara dari Afrika Barat itu.

Skor 2-0 untuk kemenangan timnas bertahan hingga laga usai. Hasil ini membuat Indonesia dan Kurdistan sama-sama mengoleksi 3 poin di grup B. Kurdistan masih memimpin grup karena unggul produktivitas gol. Sementara itu Mauritania dipastikan gagal melaju ke babak semifinal karena kalah dalam dua pertandingan.

Laga Indonesia melawan Kurdistan di Dora International Stadium, Hebron pada 19 Mei 2012 akan menjadi penentuan tim lolos dari grup B. Dari grup B nantinya hanya juara grup yang maju ke semifinal dan akan menantang juara grup A.


Hasil lengkap Turnamen Al Nakbah
Grup A Palestina 2-0 Vietnam U-19
Grup B Kurdistan 3-1 Mauritania
         Mauritania 0-2 Indonesia
Grup C Tunisia U-20 2-0 Yordania U-22


Rabu, 07 Maret 2012

Pemerintah Mulai Gerah, PSSI Baru Melunak


Pemerintah mulai gerah dengan kinerja PSSI. Terakhir, Menpora Andi Mallarangeng menghentikan fasilitas dana untuk Tim Nasional Indonesia. PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin mulai merasakan hal yang dialami rezim Nurdin Halid.

Menyusul kekalahan memalukan Indonesia 0-10 dari Bahrain pada Pra Piala Dunia 2014, 29 Februari lalu, Menpora mengutarakan kekecewaannya. Pasalnya, itu adalah kekalahan terburuk sepanjang sejarah Indonesia sejak dikalahkan Denmark di Copenhagen 0-9 pada 3 September 1974.

Menpora menilai kekalahan ini adalah buntut dari sikap diskriminatif PSSI yang melarang para pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) tampil membela Timnas. Padahal, tidak bisa dipungkiri, hampir seluruh pemain senior dan terbaik Indonesia tampil di kompetisi ISL.

Menpora kemudian memutuskan untuk sementara menghentikan fasilitas dana Timnas, selama PSSI melakukan tindakan diskriminatif. Dana untuk Timnas akan kembali dikucurkan jika PSSI tidak diskriminatif dalam pemilihan pemain.

"Bagaimana pemerintah mau mendukung sebuah tim yang kita tahu hanya berasal dari satu kompetisi saja. Hasilnya, Timnasnya tidak terbaik. Hasilnya yang seperti di Bahrain itu. Penghentian dana dilakukan saat diskriminatif dilakukan, dan akan kembali dikucurkan sampai Timnas kembali diperkuat pemain terbaik Indonesia," tegas Menpora.

Pernyataan Menpora tersebut muncul hampir bersamaan dengan respon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kekalahan dari Bahrain. Dalam pernyataannya, SBY meminta PSSI melakukan introspeksi dan segera mengakhiri kekisruhan sepakbola nasional.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, merespon positif permintaan Presiden. Namun, soal pernyataan Menpora, Djohar tidak gentar. Mantan Sekjen KONI dan Staf Ahli Menpora tersebut justru menegaskan, "Nanti negara yang rugi. Bukan PSSI."

Program Timnas Terancam

Keputusan Menpora untuk menghentikan sementara fasilitas dana Timnas tentunya akan mengganggu ambisi PSSI. Sebelumnya Djohar telah menegaskan PSSI butuh anggaran hingga Rp900 miliar untuk program kerja empat tahun ke depan.

Alokasi dana tersebut difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana sepakbola, khususnya untuk keperluan Timnas Indonesia. Selain itu Djohar menegaskan PSSI membutuhkan kantor baru untuk bekerja.

"Kantor baru nantinya diharapkan berada dalam sebuah komplek yang lengkap dengan lapangan sepak bola dan futsal. Termasuk, adanya kolam renang dan fitnes. Sedangkan lokasinya, kami usahakan untuk tidak jauh dari pusat Kota, yakni di Bekasi, Bogor atau Tangerang," ujar Djohar saat itu.

PSSI sendiri tahun ini telah mengajukan dana Rp40 miliar ke pemerintah. Dana tersebut untuk membiayai berbagai kegiatan Timnas mulai dari level U-15, U-17, U-19, U-21, U-23 hingga senior, begitu pula Timnas futsal.

Sebelumnya pihak PSSI memperkirakan dana tersebut akan turun bulan ini, Maret 2012, namun dana tersebut dipastikan tidak akan turun hingga PSSI mengubah sikapnya yang diskriminatif.

Mirip Rezim Nurdin

Keputusan Menpora untuk menghentikan sementara fasilitas dana untuk Timnas mengingatkan kita dengan PSSI era Nurdin Halid. Saat masih memimpin PSSI, Nurdin sempat mendapat perlakuan yang sama dari Menpora Andi Mallarangeng.

Saat itu, Menpora juga mencabut fasilitas PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin, baik fasilitas kantor yang bertempat di Gelora Bung Karno, Senayan, ataupun fasilitas dana. PSSI era Nurdin mengajukan dana Rp25 miliar untuk program Timnas selama 2011, namun akhirnya dihentikan.

Menpora memutuskan menghentikan fasilitas ke PSSI era Nurdin ketika mereka gagal menggelar Kongres untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan di Pekanbaru, Riau, 27 Maret 2011.

Saat itu Kongres berlangsung ricuh setelah PSSI terkesan menghalang-halangi peserta Kongres yang tergabung dalam Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) atau yang lebih dikenal Kelompok 78.

PSSI Melunak

Pernyataan Presiden SBY dan keputusan Menpora menghentikan sementara fasilitas dana Timnas, langsung direspon positif oleh pihak PSSI. Melalui Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, PSSI menegaskan akan segera berembuk dengan klub-klub ISL untuk menyelesaikan dualisme kompetisi.

"Kami melanjutkan pernyataan dari Presiden. Kami akan mengajak berembuk klub-klub ISL. Paling lambat kami akan bertemu empat hari sebelum 14 Maret," tegas Limbong dalam jumpa pers di kantor PSSI, Selasa 6 Maret 2012.

Selain mengajak berembuk, Limbong juga mengatakan PSSI berencana mengundang klub-klub ISL menghadiri Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, 18 Maret mendatang. "Kami juga akan mengudang mereka dalam Kongres nanti. Bisa sebagai voters, observer, atau tidak kedua-duanya," papar Limbong.

Pernyataan Limbong ini menunjukkan bahwa PSSI mulai melunak. Karena, sebelumnya PSSI telah menjatuhkan sanksi skorsing kepada tim-tim yang berlaga di ISL. Deputi Sekjen Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar, juga sempat menegaskan klub-klub ISL sudah kehilangan hak untuk ikut ambil bagian pada Kongres Tahunan nanti.

"Tapi, untuk rekonsiliasi apapun harus bisa dilakukan. Pokoknya, kami harus bersatu," kilah Limbong.(Irb)

Sabtu, 03 Maret 2012

Timnas Kalah 0-10, Djohar Menolak Mundur


Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin menolak mundur dari jabatannya meski timnas Indonesia dipermalukan Bahrain 0-10 pada Pra Piala Dunia (PPD) 2014 lalu. Menurut Djohar, langkah tersebut bukan solusi atas hasil buruk yang diraih tim Garuda.

"Orang lain yang bikin salah kenapa kami yang mundur. Kami hanya bertanggung jawab kepada Kongres," kata Djohar dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat, 2 Maret 2012.

Menurut Djohar, pertandingan lawan Bahrain berjalan tidak normal. Banyak keputusan wasit yang menurutnya terlalu menguntungkan tuan rumah. Karena itu, PSSI menurut Djohar sangat berterima kasih dengan langkah FIFA untuk menginvestigasi laga tersebut.

"Hasil ini di luar dugaan pelatih, pemain, dan pengurus. Atas nama pengurus, kami minta maaf. Ini di luar dugaan kami. Siapa yang mengerti sepak bola banyak hal yang ganjil dalam pertandingan tersebut," beber mantan staf ahli Menpora tersebut.

"Jika pertandingan itu normal, anak-anak pasti bisa mengimbangi Bahrain. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada FIFA yang telah merespon protes keras kami kepada FIFA. Kami ingin buktikan siapa yang bajingan dalam laga tersebut," lanjut Djohar.

Indonesia menyerah 0-10 saat bertemu Bahrain Rabu lalu. Ini merupakan kekalahan terbesar timnas sepanjang sejarah. Rekor kekalahan sebelumnya terjadi saat Indonesia bertemu Denmark dalam*sebuah laga eksebisi 1974 di mana timnas kalah dengan skor 0-9.

Bahrain sendiri membutuhkan kemenangan 0-9 untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Namun upaya Bahrain akhirnya pupus karena Qatar ternyata mampu menahan imbang Iran 2-2 di partai lainnya.

Banyak pihak yang menuntut pertanggung jawaban PSSI atas kejadian ini. Bahkan Anggota Komisi I DPR RI, Ahmed Zaki Iskandar menilai Djohar pantas mundur akibat kekalahan yang memalukan tersebut.

Pertandingan ini juga berbuntut panjang karena FIFA memutuskan untuk melakukan penyilidikan. FIFA menilai skor ini tidak masuk akal bila dikaitkan dengan rekor pertemuan kedua tim sebelumnya.

"Itu bukan solusi," ujar Djohar saat ditanya apakah bersedia mundur apabila dalam hasil investigas FIFA ternyata menemukan ada pemain maupun ofisial timnas yang ternyata ikut terlibat.
Mengenai bentuk pertanggungjawaban atas kekalahan tersebut, Djohar mengaku akan lebih fokus program yang sudah ada. "Mudah-mudahan ini yang terakhir. Program yang sudah kami jalankan kan sudah banyak. Semua program harus segera jalan," beber Djohar.

Sabtu, 25 Februari 2012

Timnas Ditekuk Persebaya 0-1


Tim Nasional Indonesia meraih hasil mengecewakan. Menghadapi Persebaya dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat 24 Februari 2012, Timnas tumbang 0-1.

Dominasi Persebaya atas Timnas sudah tampak sejak awal babak pertama. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut lebih banyak dalam penguasaan bola dan beberapa kali mengancam pertahanan Timnas.

Peluang pertama Timnas terjadi pada menit ke-15 melalui Ferdinand Sinaga. Sayang, tendangan kaki kiri pemain Semen Padang tersebut masih lemah dan dengan mudah diantisipasi kiper Endra Prasetya.

Satu menit kemudian gawang Timnas nyaris kebobolan. Gelandang Mario Karlovic lolos jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan kiper Samsidar. Namun, tendangan cungkil Karlovic masih bisa ditangkap Samsidar dengan mudah.

Lini tengah Timnas yang diisi Taufiq, Aditya Putra Dewa, Rendi Irawan, dan Samsul Arif kesulitan untuk menyuplai duet striker Ferdinand Sinaga dan Irfan Bachdim sepanjang babak pertama. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol masih bertahan.

Di awal babak kedua, Timnas berusaha meningkatkan intensitas serangan. Usaha tersebut terlihat cukup membuahkan hasil positif. Tim besutan Aji Santoso tersebut sempat mengurung pertahanan Persebaya dan sering melakukan umpan-umpan silang. Namun, Timnas masih gagal membobol gawang Persebaya.

Gawang Timnas justru kebobolan pada menit ke-63. Wasit memberi Persebaya hadiah tendangan penalti setelah Diego Michiels menjatuhkan Ryan Wahyu di kotak terlarang. Otavio Dutra yang dipercaya sebagai algojo, menjalankan tugasnya dengan baik.

Timnas sebenarnya mampu membobol gawang Persebaya pada menit ke-83 melalui Irfan Bachdim. Namun, gol pemain keturunan Belanda itu dianulir wasit karena sudah dalam posisi offside. Hingga laga usai, keunggulan 1-0 untuk Persebaya tetap bertahan.

Hasil ini cukup mengecewakan bagi Timnas. Uji coba melawan Persebaya merupakan persiapan jelang menghadapi Bahrain pada Pra Piala Dunia 2014, pada 29 Februari mendatang.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia: Samsidar; Diego Michiels, Hengki Ardiles, Wahyu Wijiastanto (Gunawan Dwi Cahyo, 80'), Abdul Rahman; Taufiq, Aditya Putra Dewa, Rendi Irawan, Samsul Arif; Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga (Slamet Nurcahyo, 68').

Persebaya: Endra Prasetya (Dedy, 46'); Erol Iba, Otavio Dutra, Rivelino (Khomad, 88'), Yusuf Hamzah; Amaral, Jusmadi, Mario Karlovic (Andrew Barisic, 86'), Edi Gunawan; Mat Halil, Feri Ariawan (Ryan Wahyu, 33').

Rabu, 14 Desember 2011

Greg: Saya Tak Bersaing dengan Bepe & El Loco


Penyerang anyar Pelita Jaya, Greg Nwokolo bahagia karena akhirnya bisa menjadi warga negara Indonesia. Pemain 25 tahun itu siap bekerja keras agar bisa mendapat tempat di tim nasional Indonesia.

Greg sudah resmi menjadi warga negara Indonesia sejak beberapa pekan lalu. Ia juga sudah dipanggil masuk skuad Garuda. Namun, Greg belum bisa membela Tim Merah-Putih karena masalah administrasi.

"Aku suka di sini dan sudah lama berada di Indonesia. Aku sudah 7 tahun dan mau 8 tahun di sini. Jadi warga negara Indonesia tidak ada salahnya. Orang Indonesia rata-rata semua baik dan aku suka di sini," kata Greg.

Di timnas Indonesia, Greg bersaing dengan bomber-bomber yang sudah mapan, macam Cristian 'El Loco' Gonzales dan Bambang Pamungkas. Pemain berdarah Nigeria itu pun memuji kedua seniornya itu.

"Cristian Gonzales adalah contoh pemain tua yang masih bisa bermain dengan kerja keras dan mencetak gol. Dia telah buktikan itu."

"Kalau Bepe, kami semua tahu dia pemain yang bisa dibilang spesial. Belakangan, dia sangat baik dan dia bisa passing yang bagus. Penampilan dia juga bagus," puji mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

"Aku tidak bersaing dengan mereka karena aku bisa bermain di posisi lain. Aku ingin kerja keras biar dapat kesempatan untuk main."

Greg sudah sempat membela Indonesia Selection saat menghadapi Los Angeles Galaxy pada 30 November 2011. Ketika itu, Greg tampil impresif dan mendapat pujian dari pelatih Galaxy, Bruce Arena.

"Itu hal yang sangat luar biasa, karena tidak mudah untuk lawan tim seperti mereka dan dapat pujian dari pelatih. Tapi, aku tetap belum puas, karena tahu aku seharusnya lebih baik lagi," ujar Greg yang berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Pelita Jaya dan timnas Indonesia.

Kamis, 01 Desember 2011

Pelatih LA Galaxy Puji Andik dan Greg


Pelatih Los Angeles Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Indonesia Selection. Secara khusus Arena memuji dua pemain Timnas Selection, Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo.

LA Galaxy hanya mampu menang tipis 1-0 atas Timnas Selection pada laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 30 Desember 2011. Gol semata wayang klub asal Amerika Serikat tersebut dicetak oleh Robbie Keane di babak pertama.

Usai pertandingan pelatih LA Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Selection. Mantan pelatih timnas Amerika Serikat tersebut mengaku LA Galaxy sempat kesulitan meladeni permainan cepat Timnas Selection.

"Indonesia Selection bermain sangat baik. Ini pertandingan yang sulit. Saya tidak melihat ada kelemahan dari Indonesia Selection. Para penyerang mereka bermain bagus dan mereka juga bertahan dengan bagus. Kita sangat sulit menerobos ke dalam. Mereka sangat seimbang. Mereka sangat bertalenta dan main bagus," ujar Arena dalam jumpa pers usai pertandingan.

Secara khusus Arena memuji penampilan dua pemain Timnas Selection, yakni Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo. Sepanjang pertandingan, kedua pemain tersebut memang menyulitkan pertahanan LA Galaxy dari sayap.

"Nomor 21 (Andik) Indonesia main bagus. Nomor 10 (Greg) juga bermain bagus. Jika kami jadi kehilangan David Beckham, mungkin kami membutuhkan beberapa pemain Indonesia untuk menggantikannya," papar Arena sambil tersenyum.

Terakhir Arena mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Indonesia terhadap skuad LA Galaxy selama di Jakarta. "Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di Jakarta yang begitu ramah dengan kami. Masyarakat memberikan sambutan yang sangat hangat," pungkasnya.

Timnas Selection Menyerah 0-1 dari LA Galaxy


Tim Nasional (Timnas) Selection menyerah 0-1 dari LA Galaxy dalam laga persahabatan, Rabu, 30 November 2011. Tim asal Amerika Serikat tersebut unggul lewat gol tunggal Robbie Keane di babak pertama.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Keane mencetak gol pada menit ke-13. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Timnas Selection yang dikawal oleh Andritany Ardiayasa.

LA Galaxy sebenarnya lebih mendominasi jalannya laga babak pertama. Namun hingga turun minum, Galaxy unggul 1-0.

Di awal babak II, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. LA Galaxy kembali mendominasi jalannya laga dan berhasil menciptakan berbagai peluang emas namun belum berbuah gol.

Pada menit 68, Jack McBean berhasil melepaskan tendangan voli. Namun bola masih mampu dijinakkan kiper Kurnia Meiga.

David Beckham masih dipertahankan hingga babak kedua. Namun mantan pemain Manchester United itu gagal menciptakan gol lewat lewat bola set piece yang menjadi spesialisasinya.

Pada menit ke-75, Beckham mendapat kesempatan mengeksekusi bola mati di luar kotak penalti Indonesia. Namun bola kembali masih melebar di sisi kanan gawang Kurnia Meiga.

Pada menit 78, giliran timnas yang mendapat bola mati dari luar kotak penalti lawan. Sayang, tendangan bebas Bambang Pamungkas masih melebar di sisi kiri gawang LA Galaxy.

Pada menit ke-82, Timnas Selection kembali menciptakan kemelut di depan gawang LA Galaxy. Namun tendangan voli Ahmad Bustomi kembali belum menemui sasaran. Hingga laga usai, Timnas Selection tetap tertinggal 0-1 dari LA Galaxy.

Selasa, 29 November 2011

Ini Strategi RD Redam David Beckham


Pelatih tim Indonesia Selection, Rahmad Darmawan, mengatakan, timnya akan mengandalkan kekuatan kolektivitas sebagai senjata utama saat bertempur melawan Los Angeles Galaxy pada Laga Bintang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 30 November 2011.

Indonesia Selection akan menjadi lawan pertama Galaxy dalam Tur Asia mereka. Dalam menghadapi David Beckham dan kawan-kawan, RD telah memanggil 21 pemain gabungan dari timnas senior dan U-23 Indonesia.

Mengenai strategi khusus guna meredam agresivitas Beckham cs, RD mengatakan: "Kolektivitas kerja lebih kita utamakan. Misalkan seperti Beckham punya tendangan bebas bagus, ya kita jangan membuat pelanggaran tak perlu di daerah pertahanan kita. Itu salah satu solusi," tutur RD seusai memimpin latihan timnya di Gelora Bung Karno, Selasa 29 November 2011.

RD berharap, Galaxy dapat menampilkan permainan terbaiknya di laga nanti. Sebab, dengan begitu Bambang Pamungkas dan kawan-kawan bisa belajar banyak dari kemampuan lawan.

"Saya ingin mengetahui level kita. Semoga Galaxy main bagus dan itu akan memberi pelajaran buat kita. Saya juga ingin pertandingan besok seperti pertandingan kompetisi," jelas mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

"Yang pasti, tiga pemain mereka yang setiap hari disebut (Beckham, Landon Donovan dan Robbie Keane) itu pemain bagus dan pemain-pemain yang lain pada event seperti ini biasanya malah punya motivasi yang lebih. Itu yang berbahaya," tutup RD.

Pada sesi latihan terakhir timnas sendiri, penyerang Cristian Gonzales belum bisa hadir. Menurut RD, Gonzales berhalangan karena belum mendapat izin dari klubnya, yakni Persisam Samarinda.

Rabu, 16 November 2011

PSSI Putuskan Nasib Rijsbergen Usai SEA Games


Nasib pelatih tim nasional Indonesia senior, Wilhelmus Gerardus Rijsbergen akan ditentukan seusai SEA Games XXVI. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mengatakan, evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan PSSI, termasuk mengenai posisi kepelatihan.

"Semua akan kami evaluasi, termasuk soal kepemimpinan Wim di timnas senior. Tentunya setelah para pemain, baik yang senior maupun U-23 dipulangkan. Ya setelah SEA Games berakhir," ujar Djohar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

Di tangan Wim, Timnas senior mengukir prestasi buram karena tak mampu meraih poin di ajang Prakualifikasi Piala Dunia 2014. Dari lima pertandingan Grup E Indonesia pun harus puas menjadi jurukunci di bawah Iran, Qatar dan Bahrain.

Pada matchday 1, Bambang Pamungkas cs dibantai Iran 3-0 di Teheran. Timnas juga menelan kekalahan 0-2 di matchday 2 kedua saat menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Duka Indonesia berlanjut saat bertemu Qatar di matchday 3. Meski tampil di kandang, Bambang Pamungkas kalah dengan skor 2-3.

Giliran bertandang ke Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar di matchday 4, Tim Garuda juga kalah telak 0-4 dari Qatar. Terakhir, Timnas kembali kalah di kandang saat menjamu Iran dengan skor 1-4. Meski masih menyisakan satu pertandingan sisa melawan Bahrain, namun peluang Indonesia melaju ke babak berikutnya telah tertutup.

Kekalahan beruntun tersebut membuat spekulasi adanya reposisi kepelatihan di tubuh Timnas senior. Djohar mengatakan, meski masih memberikan kesempatan bagi Wim, namun reposisi kepelatihan Timnas senior kemungkinan besar akan dilakukan seiring evaluasi yang dilakukan PSSI.

"Pelatih-pelatih itu dikontrak PSSI untuk melatih Timnas secara keseluruhan. Jadi mereka harus siap melatih di posisi manapun, baik Timnas senior, ataupun di bawahnya. Kebijakan menempatkan mereka di posisi mana, ini yang akan kami bicarakan saat evaluasi," ujar Djohar.

Spekulasi soal reposisi ini sebetulnya sudah mencuat sejak Wim dinilai gagal menjalin komunikasi yang baik dengan para pemainnya. Wim bahkan sempat membuat kondisi tim memanas dengan komentar yang menyudutkan para pemainnya saat kalah dari Bahrain di matchday 2.

Wim tampaknya sudah pasrah seusai Timnas kalah dari Iran di laga kelima PPD, tadi malam. Ia siap diberhentikan jika dianggap sudah tak dibutuhkan oleh PSSI.

Nama pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan kemudian disebut-sebut bakal menggantikan posisi Wim menangani Timnas senior. Rahmad dinilai lebih baik ketimbang Wim, dan bakal merebut posisi pelatih senior usai SEA Games digelar.


Rekor Wim bersama Timnas:
Turkmenistan 1-1 Indonesia (playoff Prakualifikasi Piala Dunia)
Indonesia 4-3 Turkmenistan (playoff Prakualifikasi Piala Dunia)
Indonesia 4-1 Palestina (ujicoba)
Jordan 1 - 0 Indonesia (ujicoba)
Iran 3-0 Indonesia (Prakualifikasi Piala Dunia)
Indonesia 0-2 Bahrain (Prakualifikasi Piala Dunia)
Indonesia 0-0 Saudi Arabia (ujicoba)
Indonesia 2-3 Qatar (Prakualifikasi Piala Dunia)
Qatar 4-0 Indonesia (Prakualifikasi Piala Dunia)
Indonesia 1-4 Iran (Prakualifikasi Piala Dunia)

Pelatih Iran Hargai Usaha Skuad Garuda


Tim nasional senior Indonesia kembali gagal memetik kemenangan pada laga kelima kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E zona Asia. Meski demikian, pelatih Timnas Iran, Carlos Queiroz menghargai usaha skuad Garuda demi meraih hasil positif.

Pada laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno [SUGBK], Senayan, Jakarta, Selasa malam, 15 November 2011, Indonesia takluk 1-4 dari Iran. Gol semata wayang tim besutan Wim Rijsbergen diciptakan oleh kapten tim, Bambang Pamungkas.

Kendati sukses mempermalukan Indonesia di kandang, pelatih Timnas Iran tak lantas membanggakan skuad arahannya semata. Queiroz tetap mengklaim, kekalahan bukan berarti menunjukkan buruknya performa Bepe cs.

“Saya melihat permainan Indonesia pada laga-laga sebelumnya dan saya menyukainya. Mereka selalu berusaha menekan, menyerang dan mencetak gol. Hasil [malam] ini bukan berarti buruk,” ujar Queiroz usai pertandingan.

Lebih lanjut, pelatih berkebangsaan Portugal itu juga menghargai kerja keras anak-anak asuhnya. Sementara ini, Iran masih memimpin klasemen Grup E dengan raihan 11 poin dan dipastikan lolos ke babak keempat.

“Ya, mereka sangat layak lolos ke babak selanjutnya karena kualitas yang mereka miliki. Selamat pada para pemain Iran dan juga federasi yang selalu memberikan dukungan pada kami,” imbuh mantan pelatih Timnas Portugal tersebut.

Selasa, 15 November 2011

'Ini Kesempatan Terakhir Timnas Indonesia'


Indonesia belum mengumpulkan satu poin pun di ajang Prakualifikasi Piala Dunia 2014. Melawan Iran, Selasa 15 November 2011, jadi kesempatan terakhir Firman Utina dan kawan-kawan memperbaiki kinerja.

Skuad Garuda terus menerima hasil buruk. Dari empat laga yang telah dilalui, tak sekali pun Tim Merah-Putih mampu mendapatkan poin. Hal ini tentu sangat memprihatinkan mengingat harapan kepada Hamka Hamzah dan kawan-kawan sebelumnya begitu tinggi.

"Pertandingan besok adalah pertandingan terakhir kita home. Ini adalah kesempatan bagaimana kita bisa mencuri poin. Karena Anda ketahui kita sekarang poinnya masih nol. Jadi saya rasa pertandingan besok adalah kesempatan paling besar untuk mendapatkan poin," kata asisten pelatih Timnas, Liestiadi saat jumpa pers di Hotel Sahid, Jakarta, Senin 14 November 2011.

"Bisa menang atau seri, tapi kita jangan sampai kalah," lanjut Liestiadi.

Liestiadi mengatakan, persiapan Timnas sejauh ini sudah cukup baik. Ia pun optimistis skuad Garuda mampu mencuri angka dari Javad Nekounam dan kawan-kawan.

"Untuk menghadapi Iran besok, persiapan kita sudah maksimal. Kita sudah mempelajari strategi permainan Iran, khususnya yang terakhir saat mereka melawan Bahrain," jelas mantan asisten pelatih PSM Makassar tersebut.

Sementara itu, kapten Timnas, Bambang Pamungkas sangat berharap rententan hasil buruk yang menimpa timnya segara berakhir. Menurut Bepe, hasil empat kekalahan beruntun sungguh menyedihkan.

"Yang terpenting adalah setidaknya bagaimana kita mengakhiri dengan hasil yang sedikit lebih baik. Minimal kita mendapat poin. Walaupun tidak mudah, tapi saya yakin keinginan untuk itu ada," tutur bomber Persija Jakarta tersebut.

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts