Jumat, 11 Maret 2011

Kalah 0-1, Indonesia Dikandaskan Turkmenistan


Timnas Indonesia U-23 menelan kekalahan 0-1 melawan Turkmenistan di leg kedua babak pendahuluan Pra Olimpiade 2012, Rabu 9 Maret 2011, di Olympic Stadium, Ashgabat. Atas hasil ini pasukan Merah Putih dipastikan tersingkir dengan agregat 1-4 setelah di leg pertama yang berlangsung di Palembang 23 Februari lalu juga kalah 1-3.

Gol tunggal tuan rumah dicetak Ruslan Mingazow di menit 25. Dengan demikian Turkmenistan berhak melaju ke babak selanjutnya bersama Yordania, Kuwait, India, Oman, Iran, dan Hong Kong. Di antara negara yang disebut di atas, Hong Kong meraih kemenangan agregat terbesar 7-0 atas Maladewa.

Sedangkan dengan hasil ini, Indonesia gagal memenuhi target untuk masuk ke fase grup Olimpiade 2012. Target yang kini tersisa tinggal meraih medali emas di SEA Games 2011 yang akan berlangsung bulan November nanti.

Jumat, 04 Maret 2011

FIFA Tuntun PSSI Gelar Kongres


PSSI akan berkonsultasi dengan FIFA terkait penyelenggaraan kongres yang tertunda. PSSI juga akan berkoordinasi dengan FIFA dalam menentukan aturan main yang akan digunakan pada kongres tersebut.

PSSI sejatinya menggelar kongres di Bali, 26 Maret 2011. Namun forum tertinggi pengambil keputusan di organisasi PSSI ini batal digelar setelah komite banding menganulir seluruh calon yang akan maju.

FIFA  melalui rapat exco di Zurich, Swiss, 2-3 Maret lalu memerintahkan PSSI untuk menggelar dua kongres. Kongres pertama adalah pembentukan komisi pemilihan dan kedua kongres pemilihan kepengurusan baru.

Kongres pertama harus digelar pada 26 Maret 2011. Sedangkan kongres kedua digelar pada 30 April 2011.

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid menilai pihaknya perlu meminta petunjuk dari FIFA. Pasalnya, instruksi FIFA tersebut tidak bisa digelar bila mengacu pada statuta organisasi PSSI yang berlaku.

Menurut Nurdin, pada statuta PSSI disebutkan bahwa, Komite Eksekutif sudah harus menetapkan waktu dan tempat kongres, delapan minggu sebelum kongres. Sedangkan PSSI baru menerima surat dari FIFA,  4 Maret 2011.

"Jadi tidak mungkin delapan minggu," kata Nurdin di kantor KONI, Senayan, Jakarta,  Jumat 4 Maret 2011.

Nurdin menambahkan, pada statuta PSSI juga disebutkan bahwa enam minggu sebelum kongres merupakan masa pencalonan. Mulai dari pengajuan nama hingga proses verifikasi para bakal calon.

"Empat minggu sebelum kongres Sekjen sudah harus menyampaikan nama-nama calon kepada anggota pemilik suara," beber Nurdin.

"Yang akan akan kami pertanyakan apakah statuta ini bisa diabaikan? Itu pertanyaannya. Karena bila salah atau cacat hukum, kami bisa digugat. Kami tidak mau itu," lanjut Nurdin.

PSSI rencananya melalui Dali Tahir dan Sjarif Bastaman akan ke markas besar FIFA di Zurich, Senin 7 Maret 2011. Mereka diutus untuk meminta masukan mengenai tata cara yang akan digunakan pada dua kongres nanti.

Sementara itu, terkait aturan main pemilihan, PSSI juga akan berkoordinasi dengan FIFA. PSSI akan membuat aturan baru yang mengatur tata cara kedua kongres nanti.

"Karena waktunya sempit, kami akan menggunakan peraturan lain. Namun apakah boleh atau tidak, kami harus bertanya dulu kepada FIFA," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes kepada wartawan.

Lebih lanjut Nugraha mengatakan komisi banding bakal ditiadakan. Pasalnya, keputusan Komisi Pemilihan adalah final dan tidak bisa digugat. "Akan menjadi  tugasnya Komisi Pemilihan mengawal kongres sampai akhir," pungkas Nugraha.

PSSI Akan Berkomunikasi Dengan LPI


PSSI akan melakukan komunikasi dengan pihak Liga Primer Indonesia (LPI) guna menyikapi surat dari FIFA yang mengancam akan melakukan pembekuan jika tidak secepatnya diselesaikan.
Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Jakarta, Sabtu, mengatakan, rekomendasi dari FIFA harus dijalankan. Jika tidak, maka peluang PSSI dibekukan keanggotaannya oleh induk organisasi sepak bola dunia itu terbuka.
"Kami akan mengambil sikap tegas dalam menyelesaikan kasus LPI. Kami juga meminta kepada KONI untuk mengambil sikap," katanya di sela pertemuan dengan KONI di Gedung KONI Pusat Senayan Jakarta.
Menurut dia, PSSI juga akan membuka ruang diskusi dengan LPI agar kemelut tersebut bisa secepatnya terselesaikan. Apalagi kasus LPI tersebut juga dipantau oleh FIFA.
Dalam rilis FIFA, Kamis (3/4), dinyatakan bahwa induk organisasi sepak bola dunia itu meminta PSSI mengendalikan kompetisi sepak bola tandingan yang ada di Indonesia.
"Kami juga akan melakukan komunikasi dengan PT Liga Indonesia selaku pengendali kompetisi sepak bola Indonesia. Yang jelas semuanya perlu proses. Tidak mungkin LPI langsung masuk kompetisi profesional," katanya menambahkan.
Sementara itu, Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, pihaknya akan membantu memfasilitasi antara PSSI dengan LPI maupun dengan pihak pemerintah dalam hal ini Menpora.
"KONI akan memfasilitasi apa pun bentuknya. Yang penting berkaitan dengan rekomendasi FIFA yang telah diterima oleh PSSI," katanya.
Menurut dia, jika semua permasalahan diselesaikan dengan baik, maka sama halnya menyelamatkan cabang sepak bola yang juga menjadi andalan untuk merebut medali emas pada SEA Games 2011 nanti.
Dalam pertemuan itu pihak PSSI selain dihadiri oleh Nurdin Halid juga Sekjen Nugraha Besoes serta beberapa perwakilan Exco termasuk anggota Komite Etik FIFA Suryadharma "Dali" Tahir.
Sedangkan KONI/KOI, selain Rita Subowo juga hadir Wakil Ketua Umum KONI Hendardji Supandji.

FIFA Bahas Status Nurdin Halid


FIFA telah membuat langkah penting untuk menentukan status ketua umum PSSI Nurdin Halid. FIFA merekomendasikan bahwa Nurdin Halid tidak mungkin untuk dipilih kembali saat masa jabatannya berakhir bulan ini, kata sumber dekat dengan Komite Asosiasi FIFA seperti dikutip situs Worldfootballinsider, Kamis.Satu upaya besar untuk mengakhiri delapan tahun kepemimpinan Nurdin Halid yang sempat memimpin organisasi PSSI dari sel penjara karena kasus korupsi.
Dalam kode etik FIFA, mereka yang sudah telah menjalani hukuman penjara memang dilarang untuk kembali memegang kekuasaan dalam keorganisasian. Dalam laporan itu, memang ada kekhawatiran bagi pihak yang anti-Nurdin Halid jika ada anggota Komite Eksekutif FIFA yang melindungi Nurdin.
FIFA dalam hal ini memahami situasi yang sedang berlangsung di Indonesia dan akan membahasnya lebih lanjut. Rapat Komite Eksekutive (Exco) FIFA berlangsung di Zurich, Swiss, pada Rabu dan Kamis waktu setempat. Rapat Exco FIFA ini langsung dipimpin oleh Presiden FIFA, Joseph Sepp Blatter.

Rabu, 23 Februari 2011

Turkmenistan Kalahkan Indonesia 3-1

Indonesia dipaksa menelan pil pahit saat menjamu Turkmenistan pada leg pertama Pra Olimpiade 2012, Rabu, 23 Februari 2011. Dalam duel ini, Tim Garuda Muda menyerah dengan skor telak 1-3.

Bertanding di Stadion Jakabaring, Palembang, Indonesia sebenarnya sempat unggul lewat gol Titus Bonai pada menit ke-13. Namun, Turkmenistan berhasil menyamakannya lewat gol Amanov Arslanmyrat tiga menit kemudian. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Indonesia mencoba kembali tampil menekan. Namun, gawang Indonesia justru terancam pada menit ke-51 lewat aksi Vahyit yang lolos dari perangkap off side. Beruntung sontekannya masih melebar dari sasaran.

Indonesia membalas lewat aksi Oktovianus Maniani yang menusuk pertahanan lawan dari sisi kiri. Saat berada di kotak penalti, Okto lantas memberi umpan tarik kepada Yongki Aribowo yang sudah di depan gawang.

Sayang, sontekan Yongki masih membentur mistar dan berhasil dihalau pemain lawan. Semenit kemudian, Indonesia kembali mendapat peluang emas lewat Hendro Siswanto. Namun tendangannya masih mampu dijinakkan kiper lawan.

Tekanan Indonesia mulai menurun memasuki pertengahan babak kedua. Sedangkan tim lawan yang tampil mengandalkan serangan balik beberapa kali berhasil memaksa kiper Indonesia, Kurnia Meiga, jatuh bangun.  

Puncaknya pada menit ke-80, Alexander Bolian berhasil menjebol gawang Kurnia Meiga dan membawa timnya unggul 2-1. Alexander berhasil memaksimalkan umpan tarik dari Vahyit yang berhasil mengecoh bek Indonesia.

Berselang enam menit, gawang Indonesia kembali kebobolan. Tendangan keras Vahyit yang mengarah ke tiang jauh gagal dibendung oleh Kurnia Meiga. Turkmensitan pun memimpin dengan skor 3-1.

Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mempersempit jarak saat Rishadi yang berada di depan gawang Turkmenistan menerima umpan dari Titus Bonai. Sayang tendangan pemain pengganti itu masih melambung di atas mistar gawang.

Hingga pluit panjang dibunyikan, Turkmenistan tetap memimpin 3-1 atas Indonesia. Hasil ini membuat perjuangan Indonesia di leg kedua yang akan digelar di Turkmenistan, 9 Maret 2011 nanti semakin berat.

Susunan Pemain
Indonesia
Kiper: Kurnia Meiga
Belakang: Safri Umri, Gunawan Dwi Cahyo, Septia Hadi, Ahmad Farizi/Diaz Angga Putra
Tengah: Dendi Santoso/Engelberth Sanis, Egi Melgiansyah, Hendro Siswanto, Oktovianus Maniani
Depan: Yongki Aribowo (c)/Rishadi Fauzi, Titus Bonay-KK

Turkmenistan
Kiper: Geldiyev Batyr
Bek: Komekov Hemayat, Soyunov Shohrat, Atayev Ahmet, Annaorazov Serdar
Tengah: Durdiyev Didar/Sulaiman, Amanov Arslanmyrat (c)-KK, Tagayev Elman, Astanov Umidjan-KK/Geldiaev Atha
Depan: Boliyan Aleksandr-KK/, Vahyit-KK

Wasit : Lee Min Hu

Jumat, 04 Februari 2011

Tiga Kandidat di Bursa Ketua Umum PSSI

Jhonny Allen

Nurdin Halid
Jenderal Toisutta

Pendaftaran calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 akan ditutup pada Sabtu tengah malam besok, 5 Februari 2010. PSSI belum bersedia mengumumkan siap saja kandidat yang akan bertarung pada Kongres Luar Biasa nanti yang akan digelar di Bintan, 19 Maret 2011. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyatakan baru akan mengumumkannya setelah tenggat waktu pendaftaran ditutup.

Dari nama calon yang beredar, adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal  George Toisutta yang paling ramai dibicarakan. Hingga Kamis kemarin, baru Jenderal George yang berani mendeklarasikan pencalonannya sebagai orang nomor satu di perhimpunan sepak bola nasional ini.

Deklarasi pencalonan Toisutta digelar di Markas Besar Angkatan Darat, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Februari 2011. Hanya berselang beberapa jam setelah deklarasi, nama George secara resmi diajukan ke PSSI.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mendukung langkah Toisutta ini. Selain itu, Toisutta juga mendapat dukungan dari Umuh Mochtar, manajer salah satu klub terbesar di Indonesia, Persib Bandung.

Saat deklarasi, Toisutta mengaku maju karena dorongan beberapa anggota PSSI. "Sebagai prajurit saya harus siap maju dalam medan tempur apa pun, dan saya juga tak takut kalah," ujarnya usai deklarasi.

Selain George, nama Arifin Panigoro juga sempat mencuat. Pengusaha dan politisi ini sempat disebut-sebut akan menjadi salah satu kandidat kuat.

Arifin adalah pemilik Grup Medco. Salah satu anak perusahaannya, PT Medco E&P Brantas, adalah pemilik 32 persen saham PT Lapindo Brantas. Setelah lumpur menyembur, Medco lalu menjual sahamnya di Lapindo. Arifin juga mantan politisi PDI Perjuangan yang lalu mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP). Dia adalah pendiri Liga Primer Indonesia (LPI) yang hingga kini tak diakui keberadaannya oleh PSSI--dan karena itu, belum diakui oleh asosiasi sepakbola internasional seperti AFC dan FIFa.

Niat Arifin ingin duduk di kursi nomor satu PSSI terungkap setelah ia  menyatakan kesiapannya untuk maju pada 26 Januari lalu. Namun, belakangan ia berubah sikap. Kepada beberapa media, Rabu kemarin, dia berbalik mendukung Toisutta.

Politisi lainnya yang digadang-gadang maju dalam bursa pencalonan adalah Jhonny Allen Marbun. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu bahkan dikabarkan mendapat dukungan penuh dari partainya. Meski demikian, pencalonan Jhonny Allen Marbun tak berjalan mulus. Pasalnya, beberapa petinggi Partai Demokrat terkesan lepas tangan terhadap pencalonan mantan anggota komisi VI DPR itu. Ketua Umum partai itu, Anas Urbaningrum, mengatakan pencalonan Jhonny tidak berkait dengan partainya. Sedangkan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, yang juga kolega Jhonny di Partai Demokrat, memilih mendukung Toisutta.

Kandidat lain yang akan meramaikan bursa pemilihan adalah Ketua Umum PSSI saat ini, Nurdin Halid. Meski sudah dua periode menjabat, sejak 2003 lalu, statuta PSSI memungkinkan Nurdin maju untuk ketiga kalinya.

Nurdin dalam berbagai kesempatan enggan menanggapi soal kabar dia akan kembali maju. Namun, sudah menjadi rahasia umum, bahwa kader partai Golkar tersebut akan bertarung lagi di kongres nanti.

Tantangan berat ada di hadapan pria kelahiran Watapone, Sulawesi Selatan, 17 November 1958 ini--khususnya untuk mendapatkan dukungan publik yang selama ini keras mengritiknya. Minimnya prestasi Timnas selama kepengurusan dia, membuat masyarakat mendambakan adanya perubahan di tubuh PSSI.

Di kongres nanti, para pengurus daerah dan klub-klub anggota PSSI akan menentukan siapa yang akan menakhodai PSSI periode mendatang.

Kurnia Meiga Hampir Pasti Kiper Utama


Posisi Kurnia Meiga sebagai kiper utama tim nasional Indonesia Pra-Olimpiade sepertinya tidak tergoyahkan. Meski begitu, Muhamad Ridwan dan Andritany Ardhiyasa tetap memiliki peluang yang sama untuk menjadi starter kiper timnas.

Kehadiran Meiga di skuad timnas U-23 mendapat tempat khusus  pelatih Alfred Riedl. Juga dengan Oktovianus Maniani dan Yongki Aribowo. Trio pemain ini memang masuk timnas U-23 tanpa harus seleksi seusai memperkuat Indonesia di Piala AFF 2010.

Sebagai kiper muda, pemilik nama lengkap Kurnia Meiga Hermansyah ini jelas memiliki pengalaman yang banyak. Kualitas kiper 20 tahun ini juga tak perlu dipertanyakan.
Buktinya, kiper Arema FC ini sukses menyabet gelar Pemain Terbaik Liga Super Indonesia (ISL), musim lalu. Meiga juga menembus timnas Indonesia senior di Piala AFF 2010.

Pelatih kiper timnas Indonesia, Edi Harto, mengaku ketiga kiper yang ada, Meiga, Ridwan (Persita Tangerang) dan Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta) memiliki peluang yang sama untuk menjadi starter. Namun, mantan kiper timnas Indonesia itu tidak memungkiri Meiga lebih berpeluang.

"Ya, Kurnia  jelas paling berpengalaman. Tapi, untuk kualitas (di antara tiga kiper) tidak jauh beda lah," ujar Edi Harto usai latihan timnas Pra-Olimpiade di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat 4 Februari 2011.

"Untuk keputusan akhir, pelatih (Riedl) akan mendapat masukan dari saya. Ketiga kiper masih berpeluang, namun memang Meiga saat ini yang terbaik di tim dan lebih pengalaman," tambah Edi.

Sabtu, 29 Januari 2011

4 Pemain Indonesia Magang di Klub Inggris


Empat pemain muda dari Indonesia Football Academy (IFA) berkesempatan untuk magang di klub Divisi Satu Liga Inggris (Championship Division), Leicester City.

Keempat pemain tersebut adalah Yogi Rahardian (gelandang), Rico Andrianto (bek), Maldini Pali (winger), dan Moch Fahmi Al Ayyubi (striker). Mereka akan magang di Leicester Reserve Academy yang dianggap merupakan akademi kelas satu di pentas sepakbola Inggris.

"Kami mendapatkan keempat pemain ini dari proses seleksi yang ketat dan mereka akan bermain di Akademi Reserve Leicester. Saya sudah berbicara dengan (Direktur Akademi Leicester) John Rutkins untuk memberi mereka kesempatan bermain," ujar Presiden Direktur IFA, Iman Arif, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 28 Januari 2011.

"Mereka rencananya akan berangkat antara 12 Februari hingga 15 Februari, tergantung visa dan perizinan. Hingga kapan mereka akan berada di sana? Kalau mereka bisa bertahan, maka mereka ada di Inggris hingga kompetisi selesai pada Mei 2011," lanjut Iman.

"Setelah akhir kompetisi akan ada evaluasi apakah mereka bisa masuk tim cadangan Leicester atau tidak. Mudah-mudahan mereka bisa masuk akademi tim utama," kata pria yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional PSSI ini.

Pengiriman keempat pemain IFA ini merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan Leicester. Maklum, Iman Arif memiliki saham 20 persen di klub yang dilatih Sven Goran Eriksson tersebut.

"Pengiriman empat pemain ini kalau secara legal bisa dibilang sebagai student exchange. Kalau mereka tidak lolos, maka kami akan mengirim pemain lainnya," Iman menambahkan.

Sementara itu, Pelatih Kepala IFA, Kevin Kent, mengaku yakin Yogi, Rico, Maldini dan Fahmi bisa bersaing saat menjalani magang di Leicester. Sayangnya, keempat pemain tersebut masih mengalami masalah dalam penguasaan Bahasa Inggris sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran komunikasi mereka selama magang di sana.

Tinggalkan TC Timnas, Okto Bakal Dicoret?


Oktovianus Maniani terancam sanksi setelah memutuskan meninggalkan training camp (TC) Tim Nasional Indonesia Pra-Olimpiade tanpa seizin pelatih Alfred Riedl. Kamis malam kemarin, 27 Januari 2011, Okto memutuskan turun membela Sriwijaya FC di Liga Super Indonesia (ISL).

Sriwijaya FC telah mengirim surat ke Badan Tim Nasional (BTN), Senin kemarin, 24 Januari 2011. Isinya: meminta Okto meninggalkan TC guna membela Laskar Wong Kito dalam 'tur' Papua di Liga Super Indonesia (ISL)--pada 30 Januari melawan Persipura Jayapura, dan pada 2 Februari menjajal Persiwa Wamena.

BTN berkeberatan. Manajemen Sriwijaya kemudian mengirimkan surat protes pada Kamis kemarin setelah kiper Kurnia Meiga diizinkan turun saat membela Arema FC melawan Sriwijaya, Rabu 26 Januari 2011.

Sebelumnya, Riedl menegaskan telah mengizinkan Meiga dan Nasution Karubaba (Perseman Manokwari) untuk masuk TC terlambat. Ini karena klub mereka masing-masing sudah mengirim surat permohonan izin, 10 hari sebelum TC dimulai. Riedl kemudian memutuskan tidak ada lagi pemain yang boleh meninggalkan TC.

"Dia (Okto) meninggalkan camp kemarin malam tanpa izin. Itu artinya dia akan mendapat masalah dari PSSI dan saya. Semudah itu," ujar Riedl usai latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat tadi pagi. "Sekarang kami harus menunggu, karena saya tidak tahu hukuman seperti apa yang akan diberikan PSSI. Kalau saya tahu hukuman apa yang akan berikan untuknya. Saya akan beritahu Anda nanti."

"Saya tidak akan bicara dengannya karena Bahasa Inggrisnya tidak bagus, sama seperti Bahasa Indonesia saya. Saya tidak akan menunggu dia. Kalau dia mau pergi, pergi saja," Riedl menegaskan.

Rabu, 26 Januari 2011

SKUAD TIMNAS U-23

riedl--pssimedia.jpg 
Pelatih Alfred Riedl telah menentukan 25 pemain untuk berkiprah dalam Pra Olimpiade 2012. Keputusan itu dikeluarkan pada hari Senin (17/1) ini setelah ia melakukan diskusi dengan para asistennya.

Sebelum menentukan pilihannya, Alfred Riedl telah menyeleksi lebih dari 80 pemain yang dilakukan dalam tiga fase sejak tanggal 7 Januari 2010.

Para pemain terpilih ini akan mulai menjalani pelatnas pada tanggal 24 Januari 2010. Kurnia Meiga dkk akan digembleng dengan serius sebelum menjalani laga home melawan Turkmenistan pada tanggal 23 Februari 2010.

Berikut adalah pemain terpilih untuk Pra Olimpiade 2012 :

1. KURNIA MEGA ( AREMA INDONESIA)

2. ARDITANI ARDIYASA ( PERSIJA )

3. MUHAMAD RIDWAN ( PERSITA )

4. ABDUL HAMID MONY ( PERSIBA )

5. SAFRI UMI ( PERSIRAJA )

6. DIAZ ANGGA PUTRA ( PERSIB )

7. AHMAD FARIZI ( AREMA INDONESIA )

8. GUNAWAN DWI CAHYO ( SRIWIJAYA FC )

9. RAHMAT LATIF ( SRIWIJAYA FC )

10.FACHRUDIN ( PS. SLEMAN )

11.SEPTIA HADI ( PSPS PEKANBARU)

12. OKTO MANIANI ( SRIWIJAYA FC )

13. DENDI SANTOSO ( AREMA INDONESIA )

14. EGI MELGIANSYAH ( PELITA JAYA )

15. HENDRO SISWANTO ( LAMONGAN )

16. RAMDANI LESTALUHU ( PERSIJA )

17. NASUTION KARUBABA ( PERSEMAN )

18. ENGELBERTH SANI ( PELITA JAYA )

19. JOHAN YOGA ( PERSIB )

20. RISHADI FAUZI ( PERSITA )

21. ARIS ALFIANSYAH ( PERSELA )

22. TITUS BONAI ( PERSIPURA )

23. RISKY NOVRIANSYAH ( PERSIJAP )

24. DAVID LALI ( PERSIPURA )

25. YONGKI ARIWIBOWO ( AREMA )

26. RUBEN WARBANARAN (Masih Dalam Peroses WNI & Passpor INDONESIA)

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts