Rabu, 07 Maret 2012

Tekuk Filipina, Indonesia Lolos ke Semifinal


Indonesia sukses lolos ke babak semifinal Piala Sultan Hassanal Bolkiah. Hasil ini dipastikan setelah Garuda Muda sukses mengalahkan Filipina dengan skor telak 3-0, Minggu 4 Maret 2012.

Berlaga di Berakas Sports Complex, Indonesia membuka keunggulan menit 17 lewat gol Andik Vermansyah. Berawal dari tendangan bebas, bola sempat mengenai pertahanan Filipina, lalu mengenai kepala Andik. Sundulan Andik tak bisa dihentikan kiper Filipina, Paulo Pasqual.

Andik kembali menggetarkan gawang Filipina menit 44 lewat titik penalti. Penalti diberikan wasit setelah Andik dijatuhkan di kotak penalti. Setelah sempat diulang, Andik sukses menunaikan tugasnya dengan baik.

Babak kedua, Filipina sempat melakukan tekanan ke kubu Indonesia. Namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat mereka gagal menjebol gawang Indonesia. Justru peluang yang didapat Indonesia yang lebih membahayakan.

Andik Vermansyah sempat memiliki peluang menit 59. Namun umpan Andik lewat tendangan bebas gagal dimanfaatkan pemain Indonesia di kotak penalti. Dua menit kemudian tendangan keras Kurniawan dari luar kotak penalti masih digagalkan Paulo Pasqual.

Indonesia memperbesar keunggulan menit 63 lewat gol Yosua Pahabol. Berawal dari kemelut di kotak penalti Filipina, Pahabol sukses membuat Indonesia unggul 3-0.

Skor 3-0 untuk kemenangan Indonesia bertahan hingga pertandingan berakhir. Dalam laga lain, Myanmar bermain imbang 0-0 dengan Singapura.

Dengan demikian, Indonesia lolos ke babak semifinal sebagai runner-up grup A. Pasukan Widodo Cahyono Putro mengoleksi 7 poin dari 4 pertandingan. Di babak semifinal, 7 Maret mendatang, Indonesia akan menghadapi juara grup B, Vietnam.

Susunan Pemain

Indonesia: Muhammad Ridwan (Aji Saka 84'), Achmad Faris Ardiansyah, Samsul Arifin, Syaiful Indra Cahya, Agus Nova Wiantara, Nurmufid Fastabiqul Khairot, Yosua Pahabol, Ridwan Awaludin, Andik Vermansyah (Fadly 73’), Kurniawan, Miko Ardiyanto

Filipina: Paulo Pasqual, Jerry Barbaso, Jacques van Bossche, Amani Agunaldo, Gabriel Borja, Marvin Javver Malinay Angeles, Joshua Beloya, Marwin, Allen Serna, Angele Verheye, David Pusing

Sabtu, 03 Maret 2012

Timnas Kalah 0-10, Djohar Menolak Mundur


Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin menolak mundur dari jabatannya meski timnas Indonesia dipermalukan Bahrain 0-10 pada Pra Piala Dunia (PPD) 2014 lalu. Menurut Djohar, langkah tersebut bukan solusi atas hasil buruk yang diraih tim Garuda.

"Orang lain yang bikin salah kenapa kami yang mundur. Kami hanya bertanggung jawab kepada Kongres," kata Djohar dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat, 2 Maret 2012.

Menurut Djohar, pertandingan lawan Bahrain berjalan tidak normal. Banyak keputusan wasit yang menurutnya terlalu menguntungkan tuan rumah. Karena itu, PSSI menurut Djohar sangat berterima kasih dengan langkah FIFA untuk menginvestigasi laga tersebut.

"Hasil ini di luar dugaan pelatih, pemain, dan pengurus. Atas nama pengurus, kami minta maaf. Ini di luar dugaan kami. Siapa yang mengerti sepak bola banyak hal yang ganjil dalam pertandingan tersebut," beber mantan staf ahli Menpora tersebut.

"Jika pertandingan itu normal, anak-anak pasti bisa mengimbangi Bahrain. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada FIFA yang telah merespon protes keras kami kepada FIFA. Kami ingin buktikan siapa yang bajingan dalam laga tersebut," lanjut Djohar.

Indonesia menyerah 0-10 saat bertemu Bahrain Rabu lalu. Ini merupakan kekalahan terbesar timnas sepanjang sejarah. Rekor kekalahan sebelumnya terjadi saat Indonesia bertemu Denmark dalam*sebuah laga eksebisi 1974 di mana timnas kalah dengan skor 0-9.

Bahrain sendiri membutuhkan kemenangan 0-9 untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Namun upaya Bahrain akhirnya pupus karena Qatar ternyata mampu menahan imbang Iran 2-2 di partai lainnya.

Banyak pihak yang menuntut pertanggung jawaban PSSI atas kejadian ini. Bahkan Anggota Komisi I DPR RI, Ahmed Zaki Iskandar menilai Djohar pantas mundur akibat kekalahan yang memalukan tersebut.

Pertandingan ini juga berbuntut panjang karena FIFA memutuskan untuk melakukan penyilidikan. FIFA menilai skor ini tidak masuk akal bila dikaitkan dengan rekor pertemuan kedua tim sebelumnya.

"Itu bukan solusi," ujar Djohar saat ditanya apakah bersedia mundur apabila dalam hasil investigas FIFA ternyata menemukan ada pemain maupun ofisial timnas yang ternyata ikut terlibat.
Mengenai bentuk pertanggungjawaban atas kekalahan tersebut, Djohar mengaku akan lebih fokus program yang sudah ada. "Mudah-mudahan ini yang terakhir. Program yang sudah kami jalankan kan sudah banyak. Semua program harus segera jalan," beber Djohar.

Selasa, 28 Februari 2012

Indonesia Dipermalukan Myanmar


Sempat unggul di babak pertama, Timnas U-21 Indonesia akhirnya menyerah 1-3 kepada Myanmar pada lanjutan pertandingan Grup A Piala Sultan Hassanal Bolkiah, Selasa 28 Februari 2012.

Indonesia unggul lebih dulu pada menit 20. Andik Vermansyah dengan cerdik mematahkan jebakan offside Myanmar dan mengecoh kiper Pyaye Phyo Aug. Ia kemudian mengeksekusi bola masuk ke gawang Myamnar.

Myanmar berhasil membalas gol itu pada menit 46. Adalah kapten Kyaw Zayar Win yang membobol gawang kiper Muhamad Ridwan. Berawal dari kemelut yang terjadi di depan gawang Indonesia, Kyaw Zayar Win langsung melepas tembakan yang gagal dihentikan Muhamad Ridwan.

Gawang Indonesia jebol lagi pada menit 58. Kyaw Ko Ko melepas tembakan keras dari dalam kotak penalti. Bola sebenarnya sempat ditepis Muhamad Ridwan, namun dengan cepat Kyaw Ko Ko menyambar bola lagi masuk ke gawang Indonesia.

Musibah untuk Indonesia tak berhenti sampai di situ. Pada menit 65, lagi-lagi Kyaw Ko Ko mencatatkan namanya di papan skor. Pemain bernomor punggung 10 itu menyontek bola yang gagal disapu bersih Muhamad Ridwan.

Skor 3-1 untuk Myanmar bertahan sampai laga berakhir.

Dengan hasil ini, Indonesia turun ke peringkat 3 dengan 4 poin, sementara Myanmar melesat posisi puncak dengan koleksi 6 angka.

Susunan pemain

Indonesia: Muhamad Ridwan, Samsul Arifin, Achmad Faris Ardiansyah, Syaiful Indra Cahya, Agus Nova Wiantara, Yosua Pahabol, Andik Vermansyah, Nurmufid Fastabiqul Khoirot, Ridwan Awaludin, Kurniawan, Miko Ardiyanto

Myanmar: Pyaye Phyo Aug, Yan Aung Win, Zaw Min Tun, Nyi Nyi Aung, Nanda Kyaw, Kyaw Zayar Win, Kyi Lin, Thein Than Win, Ye Zaw Htet Aung, Kaung Sithu, David Htan

Senin, 27 Februari 2012

Tahan Singapura, Indonesia Perkasa di Grup A


Sempat berada di bawah tekanan, Timnas U-21 Indonesia berhasil menahan imbang Singapura 1-1 dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup A turnamen Sultan Hassanal Bolkiah Trofi 2012, Minggu, 26 Februari 2012.

Singapura gagal mempertahankan keunggulannya setelah pemain belakang Indonesia Nurmufid Fastabiqul Khairot mencetak gol indah di menit 81 untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1. Hasil imbang ini membuat Indonesia memimpin puncak klasemen Grup A dengan mengemas empat poin, unggul satu angka atas Myanmar yang kini duduk di peringkat dua.

Usai tertinggal di babak pertama, Indonesia belum bisa mengembangkan permainan di awal babak kedua. Singapura yang tampil agresif beberapa kali mengancam barisan pertahanan tim Merah Putih. Kurniawan mendapat peluang melalui tandukannya di menit 75, mengoptimalkan umpan silang dari sektor sayap. Tapi, bola masih menyamping di mistar gawang Syazwan Buhari.

Masih tertinggal satu gol hingga memasuki pertengahan interval kedua, Garuda Muda tidak berhenti melancarkan tekanan ke jantung pertahanan Singapura. Indonesia akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas jarak jauh yang dilepaskan Nurmufid Fastabiqul Khairot. Kedudukan 1-1 terjadi di menit 81.

Gol penyeimbang kedudukan dari Nurmufid kembali menggelorakan daya juang Indonesia untuk menambah keunggulan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim tampil sama kuat dengan skor 1-1. Di laga selanjutnya, Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar, Selasa, 28 Februari 2012.

Susunan Pemain

Singapura: Muhammad Syazwan Buhari, Muhammad Al-Qaassimy Abdul Rahman (C), Tajeli Salamat, Anumanthan Mohan Kumar, Muhammad Shamil Shamir,Muhammed Aqhari Abdullah, Mohammed Hanif Ja'affar Sadique (Dong Jung Ming'69), Muhammad Fariz Ramli (Sufainto Saleh'59), Muhd Farezz Mohd Farhan (Lo Zhan Quan Gary'88), Sheikh Abdul Hadi Sheikh Othman, Ali Hudzaifi Mohd Yusof

Indonesia:Muhammad Ridwan, Achmad Faris Ardiansyah, Samsul Arif, Syaiful Indra Chaya, Nurmufid Fastabiqul Khairot, Yosua Pahabol (Agus Nova Wiantara'81), Ridwan Awaludin (Ryan Putra Maylandu'90), Andik Vermansyah (C), Fadly M, Kurniawan, Abdul Kamil Sembiring (Miko Ardiyanto'35)

Sabtu, 25 Februari 2012

Timnas Ditekuk Persebaya 0-1


Tim Nasional Indonesia meraih hasil mengecewakan. Menghadapi Persebaya dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat 24 Februari 2012, Timnas tumbang 0-1.

Dominasi Persebaya atas Timnas sudah tampak sejak awal babak pertama. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut lebih banyak dalam penguasaan bola dan beberapa kali mengancam pertahanan Timnas.

Peluang pertama Timnas terjadi pada menit ke-15 melalui Ferdinand Sinaga. Sayang, tendangan kaki kiri pemain Semen Padang tersebut masih lemah dan dengan mudah diantisipasi kiper Endra Prasetya.

Satu menit kemudian gawang Timnas nyaris kebobolan. Gelandang Mario Karlovic lolos jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan kiper Samsidar. Namun, tendangan cungkil Karlovic masih bisa ditangkap Samsidar dengan mudah.

Lini tengah Timnas yang diisi Taufiq, Aditya Putra Dewa, Rendi Irawan, dan Samsul Arif kesulitan untuk menyuplai duet striker Ferdinand Sinaga dan Irfan Bachdim sepanjang babak pertama. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol masih bertahan.

Di awal babak kedua, Timnas berusaha meningkatkan intensitas serangan. Usaha tersebut terlihat cukup membuahkan hasil positif. Tim besutan Aji Santoso tersebut sempat mengurung pertahanan Persebaya dan sering melakukan umpan-umpan silang. Namun, Timnas masih gagal membobol gawang Persebaya.

Gawang Timnas justru kebobolan pada menit ke-63. Wasit memberi Persebaya hadiah tendangan penalti setelah Diego Michiels menjatuhkan Ryan Wahyu di kotak terlarang. Otavio Dutra yang dipercaya sebagai algojo, menjalankan tugasnya dengan baik.

Timnas sebenarnya mampu membobol gawang Persebaya pada menit ke-83 melalui Irfan Bachdim. Namun, gol pemain keturunan Belanda itu dianulir wasit karena sudah dalam posisi offside. Hingga laga usai, keunggulan 1-0 untuk Persebaya tetap bertahan.

Hasil ini cukup mengecewakan bagi Timnas. Uji coba melawan Persebaya merupakan persiapan jelang menghadapi Bahrain pada Pra Piala Dunia 2014, pada 29 Februari mendatang.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia: Samsidar; Diego Michiels, Hengki Ardiles, Wahyu Wijiastanto (Gunawan Dwi Cahyo, 80'), Abdul Rahman; Taufiq, Aditya Putra Dewa, Rendi Irawan, Samsul Arif; Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga (Slamet Nurcahyo, 68').

Persebaya: Endra Prasetya (Dedy, 46'); Erol Iba, Otavio Dutra, Rivelino (Khomad, 88'), Yusuf Hamzah; Amaral, Jusmadi, Mario Karlovic (Andrew Barisic, 86'), Edi Gunawan; Mat Halil, Feri Ariawan (Ryan Wahyu, 33').

Jumat, 24 Februari 2012

Timnas U-21 VS Laos ( 2-0 )


Tim Nasional Indonesia U-21 sukses menundukkan Laos 2-0 pada laga pertama Grup A Piala Sultan Hasanal Bolkiah 2012 di Stadion Track and Field Sport Complex, Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, Jumat 24 Februari 2012.

Andik Vermansyah menjadi pahlawan kemenangan Timnas U-21 atas Laos. Pemain Persebaya Surabaya itu mencetak gol cepat pada menit ketiga. Andik juga menjadi aktor di balik terciptanya gol bunuh diri Laos di menit-menit akhir babak kedua.

Menghadapi Laos, Timnas U-21 berinisiatif membangun serangan di awal babak pertama. Tim besutan Widodo C Putro tersebut langsung berhasil mencetak gol saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Tendangan keras Andik sukses menggetarkan gawang Laos setelah menerima umpan tarik dari sisi sayap kanan.

Unggul satu gol, Indonesia tidak mengendurkan serangan. Joshua Pahabol yang dominan bergerak di sayap kanan, menjadi motor serangan Timnas U-21 yang kerap mengancam gawang Laos. Sayangnya, sebanyak lima peluang yang diciptakan melalui umpan silang dari sisi sayap kanan, gagal menambah pundi gol Timnas U-21. Skor 1-0 untuk Indonesia tidak berubah.

Memasuki babak kedua, Laos yang tertinggal satu gol langsung berinisiatif membombardir pertahanan Indonesia. Memasuki menit ke-54, gawang Indonesia mulai sering terancam. Serangan Laos melalui sektor tengah lapangan, dari sayap kiri, maupun tendangan-tendangan langsung jarak jauh sukses menghasilkan peluang bagi Laos.

Beruntung, penampilan gemilang Muhamad Ridwan di bawah mistar Timnas U-21 mampu mematahkan serangan Laos.

Timnas U-21 akhirnya mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-89. Bermaksud melakukan back pass ke kiper, pemain tengah Laos Keoviengphet Liththideth justru melakukan gol bunuh diri. Keunggulan 2-0 untuk Timnas U-21 bertahan hingga laga usai.

Hasil ini membuat Indonesia menduduki peringkat kedua Grup A, di bawah Myanmar, yang di laga lainnya melumat Filipina 8-2. Selanjutnya Indonesia akan menghadapi Singapura, 26 Februari 2012.

Susunan Pemain

Indonesia: Muhamad Ridwan; Samsul Arifin, Syaiful Indra Cahya, Achmad Faris Ardiansyah, Nurmufid Fastabiqul Khoirot; Kurniawan, Fadly Manna, Ridwan Awaludin; Miko Ardiyanto, Yoshua Pahabol, Andik Vermansyah.

Rabu, 14 Desember 2011

Greg: Saya Tak Bersaing dengan Bepe & El Loco


Penyerang anyar Pelita Jaya, Greg Nwokolo bahagia karena akhirnya bisa menjadi warga negara Indonesia. Pemain 25 tahun itu siap bekerja keras agar bisa mendapat tempat di tim nasional Indonesia.

Greg sudah resmi menjadi warga negara Indonesia sejak beberapa pekan lalu. Ia juga sudah dipanggil masuk skuad Garuda. Namun, Greg belum bisa membela Tim Merah-Putih karena masalah administrasi.

"Aku suka di sini dan sudah lama berada di Indonesia. Aku sudah 7 tahun dan mau 8 tahun di sini. Jadi warga negara Indonesia tidak ada salahnya. Orang Indonesia rata-rata semua baik dan aku suka di sini," kata Greg.

Di timnas Indonesia, Greg bersaing dengan bomber-bomber yang sudah mapan, macam Cristian 'El Loco' Gonzales dan Bambang Pamungkas. Pemain berdarah Nigeria itu pun memuji kedua seniornya itu.

"Cristian Gonzales adalah contoh pemain tua yang masih bisa bermain dengan kerja keras dan mencetak gol. Dia telah buktikan itu."

"Kalau Bepe, kami semua tahu dia pemain yang bisa dibilang spesial. Belakangan, dia sangat baik dan dia bisa passing yang bagus. Penampilan dia juga bagus," puji mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

"Aku tidak bersaing dengan mereka karena aku bisa bermain di posisi lain. Aku ingin kerja keras biar dapat kesempatan untuk main."

Greg sudah sempat membela Indonesia Selection saat menghadapi Los Angeles Galaxy pada 30 November 2011. Ketika itu, Greg tampil impresif dan mendapat pujian dari pelatih Galaxy, Bruce Arena.

"Itu hal yang sangat luar biasa, karena tidak mudah untuk lawan tim seperti mereka dan dapat pujian dari pelatih. Tapi, aku tetap belum puas, karena tahu aku seharusnya lebih baik lagi," ujar Greg yang berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Pelita Jaya dan timnas Indonesia.

Senin, 12 Desember 2011

Besok, Rahmad Darmawan Rapat dengan PSSI


Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan akan menemui pengurus PSSI, Senin, 12 Desember 2011. Meski demikian, pelatih yang akrab disapa RD itu belum sampai pada keputusan final untuk meninggalkan Garuda Muda.

RD dikabarkan akan meninggalkan timnas U-23. Pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta itu juga disebut-sebut akan mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada PSSI dalam waktu dekat ini.

"Belum sampai soal itu (mengirimkan surat pengunduran diri). Saya masih akan rapat besok siang soal timnas dengan PSSI," kata RD lewat pesan singkat kepada VIVAnews.com, Minggu 11 November 2011.

Posisi RD sebagai pelatih timnas U-23, memang sedang tidak menguntungkan. Keputusan PSSI melarang pemain-pemain Liga Super Indonesia (ISL) memperkuat timnas bakal membuatnya tidak leluasa dalam memilih pemain.

Belum ada kepastian ke mana Rahmad akan berlabuh bila benar-benar meninggalkan timnas. Namun Pelita Jaya yang saat ini tampil di ISL mengaku berniat untuk menggunakan jasa Rahmad.

Direktur Teknik Pelita Jaya, Rahim Sukasah beberapa waktu lalu mengatakan sudah berbiara dengan RD. Menurutnya, RD akan segera meninggalkan timnas U-23 dan bergabung dengan The Young Guns.

"Kami sudah bicara dengan RD untuk melatih Pelita. Itu sudah lama, sebelum dia dikontrak sebagai pelatih Timnas U-23, kata Rahim.

"Saat ini RD memang masih berstatus pelatih Timnas. Tapi, rencananya dia bakal mengundurkan diri. Kami rencananya akan kontrak dia selama dua musim," sambungnya. Pelita sendiri saat ini masih ditangani Jajang Nurjaman yang menggantikan peran Mischa Radovic yang didepak sebelum lanjutan ISL bergulir.

Di timnas U-23, Rahmad menandatangani kontrak selama dua tahun. Pada SEA Games 2011 lalu, RD mampu membentuk tim yang solid meski akhirnya gagal merebut medali emas usai ditekuk Malaysia di babak final lewat adu penalti.

Kamis, 01 Desember 2011

Pelatih LA Galaxy Puji Andik dan Greg


Pelatih Los Angeles Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Indonesia Selection. Secara khusus Arena memuji dua pemain Timnas Selection, Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo.

LA Galaxy hanya mampu menang tipis 1-0 atas Timnas Selection pada laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu 30 Desember 2011. Gol semata wayang klub asal Amerika Serikat tersebut dicetak oleh Robbie Keane di babak pertama.

Usai pertandingan pelatih LA Galaxy, Bruce Arena, memuji penampilan Timnas Selection. Mantan pelatih timnas Amerika Serikat tersebut mengaku LA Galaxy sempat kesulitan meladeni permainan cepat Timnas Selection.

"Indonesia Selection bermain sangat baik. Ini pertandingan yang sulit. Saya tidak melihat ada kelemahan dari Indonesia Selection. Para penyerang mereka bermain bagus dan mereka juga bertahan dengan bagus. Kita sangat sulit menerobos ke dalam. Mereka sangat seimbang. Mereka sangat bertalenta dan main bagus," ujar Arena dalam jumpa pers usai pertandingan.

Secara khusus Arena memuji penampilan dua pemain Timnas Selection, yakni Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo. Sepanjang pertandingan, kedua pemain tersebut memang menyulitkan pertahanan LA Galaxy dari sayap.

"Nomor 21 (Andik) Indonesia main bagus. Nomor 10 (Greg) juga bermain bagus. Jika kami jadi kehilangan David Beckham, mungkin kami membutuhkan beberapa pemain Indonesia untuk menggantikannya," papar Arena sambil tersenyum.

Terakhir Arena mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Indonesia terhadap skuad LA Galaxy selama di Jakarta. "Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di Jakarta yang begitu ramah dengan kami. Masyarakat memberikan sambutan yang sangat hangat," pungkasnya.

Timnas Selection Menyerah 0-1 dari LA Galaxy


Tim Nasional (Timnas) Selection menyerah 0-1 dari LA Galaxy dalam laga persahabatan, Rabu, 30 November 2011. Tim asal Amerika Serikat tersebut unggul lewat gol tunggal Robbie Keane di babak pertama.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Keane mencetak gol pada menit ke-13. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Timnas Selection yang dikawal oleh Andritany Ardiayasa.

LA Galaxy sebenarnya lebih mendominasi jalannya laga babak pertama. Namun hingga turun minum, Galaxy unggul 1-0.

Di awal babak II, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. LA Galaxy kembali mendominasi jalannya laga dan berhasil menciptakan berbagai peluang emas namun belum berbuah gol.

Pada menit 68, Jack McBean berhasil melepaskan tendangan voli. Namun bola masih mampu dijinakkan kiper Kurnia Meiga.

David Beckham masih dipertahankan hingga babak kedua. Namun mantan pemain Manchester United itu gagal menciptakan gol lewat lewat bola set piece yang menjadi spesialisasinya.

Pada menit ke-75, Beckham mendapat kesempatan mengeksekusi bola mati di luar kotak penalti Indonesia. Namun bola kembali masih melebar di sisi kanan gawang Kurnia Meiga.

Pada menit 78, giliran timnas yang mendapat bola mati dari luar kotak penalti lawan. Sayang, tendangan bebas Bambang Pamungkas masih melebar di sisi kiri gawang LA Galaxy.

Pada menit ke-82, Timnas Selection kembali menciptakan kemelut di depan gawang LA Galaxy. Namun tendangan voli Ahmad Bustomi kembali belum menemui sasaran. Hingga laga usai, Timnas Selection tetap tertinggal 0-1 dari LA Galaxy.

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts