Jumat, 21 Oktober 2011

"Di PSSI Sudah Tak Ada Etika"


Ketua Komite Disiplin, Bernhard Limbong, gerah atas konflik yang terjadi di tubuh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Limbong menilai Anggota Exco harusnya tidak melontarkan pernyataan miring di luar forum resmi PSSI.

"Di PSSI sudah tidak ada etika. Tentunya sebagai orang terhormat seharusnya berbicara di tempat terhormat dan saluran terhormat. Mari kita fair play dan bertutur kata sesuai etika," ujar Limbong kepada wartawan di Kantor PSSI, Kamis 20 Oktober 2011.

"Kalau ada kekurangan di dalam hubungan rumah tangga, apa bagus ngomong di luar? Selesaikan dulu," lanjutnya.

Meski tidak menyebut nama, ketidakharmonisan memang sedang dialami antar Anggota Exco PSSI. Tiga Anggota Exco, La Nyalla Mattalitti, Robertho Rouw dan Toni Apriliani sering kali mengkritik keputusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin.

Yang teranyar adalah langkah PSSI untuk tetap menggelar kompetisi Indonesia Premier League yang dianggap ketiganya tidak sah. IPL dinilai ketiganya tidak sejalan dengan amanat Kongres PSSI di Bali, Januari 2011 lalu.

Namun, Bernhard membantah jika ada perpecahan antar Anggota Exco PSSI. Pria yang juga menjabat sebagai penanggung jawab tim nasional Indonesia ini menilai perbedaan pendapat antar Anggota Exco PSSI adalah hal yang biasa.

"Exco bukan pecah. Hal biasa kalau ada beda pendapat. Itu sebenarnya situasi yang bagus. Hanya saja, tidak bisa jika berdasarkan kehendak sendiri. Kalau tidak sepakat, tidak tabu untuk dilakukan voting. Dengan catatan, dari hasil voting, semua harus sepakat. Dalam demokrasi kalau kita gentle harus voting," paparnya.

Ketua Komite Etik Sambangi PSSI

Sementara itu, untuk kali pertama Ketua Komite Etik PSSI, Todung Mulya Lubis, menyambangi kantor PSSI sore tadi. Namun, Todung enggan berkomentar mengenai kedatangannya ke kantor PSSI.

"Kehadiran beliau adalah sebagai Ketua Komite Etik. Datang ke kantor kan sah-sah saja. Dia baru pertama kali datang. Tapi saya belum tahu dia tujuan utamanya datang ke sini untuk membahas apa," tegas Limbong.

Mengenai kedatanganTodung terkait perpecahan yang terjadi di tubuh Exco PSSI, Limbong menegaskan, "Memang itu kewajiban beliau sebagai Ketua Komite Etik, untuk menegakkan moralitas dan integritas."

Kamis, 20 Oktober 2011

Jadwal Pertandingan Sepakbola SEA Games 2011


Pada SEA Games 2011, timnas U-23 berada di Grup Neraka. Perjalanan pasukan Rahmad Darmawan akan diawali dengan menghadapi timnas Kamboja, Rabu, 9 November 2011.

Selain Indonesia dan Kamboja, Grup A juga dihuni oleh Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tim Negeri Jiran merupakan peraih emas SEA Games Laos 2009.

Setelah bertemu Kamboja, Indonesia selanjutnya akan berhadapan dengan Singapura, 13 November 2011. Dua hari berikutnya timnas U-23 akan menghadapan dengan Malaysia.

Sedangkan pada 17 November 2011, Indonesia akan bertemu tim tangguh lainnya Thailand. Seluruh pertandingan Indonesia di Grup A akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Sementara itu pertandingan di Grup B akan diawali dengan pertemuan Vietnam vs Filipina. Duel ini akan digelar di SUGBK, pukul 16.00. Sedangkan laga kedua pada hari yang sama akan mempertemukan Laos vs Myanmar.

Tidak semua pertandingan di Grup B di gelar di SUGBK. Beberapa pertandingan akan dilangsungkan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Berikut Jadwal Lengkap SEA Games XXVI
9 November 2011
Singapura Vs Malaysia 16.00 WIB GBK
Indonesia VS Kamboja 19.00 WIB GBK

11 November 2011
Malaysia Vs Thailand 16.00 WIB GBK
Kamboja Vs singapura 19.00 WIB GBK

13 November 2011
Thailand Vs kamboja 16.00 WIB GBK
Singapura Vs Indonesia 19.00 WIB GBK

15 November 2011
Malaysia Vs Kamboja 16.00 WIB GBK
Indonesia Vs Thailand 19.00 WIB GBK

17 November
Thailand Vs Singapura 16.00 WIB GBK
Indonesia Vs Malaysia 19.00 WIB GBK

19 November 2011 (Semi Final)
Juara Grup A vs Runner Up Grup B 16.00 WIB GBK
Juara Grup B vs Runner Up Grup A 19.30 WIB GBK

21 November 2011 (Final+Perebutan Juara 3)
Kalah vs Kalah 16.00 WIB GBK
Pemenang vs Pemenang 19.30 WIB GBK

Jadwal Pertandingan Grup B

3 November 2011
Vietnam vs Filipina 16.00 SUGBK
Laos vs Myanmar 19.00 SUGBK

5 November 2011
Brunei vs Timor Leste 16.00 SUGBK
Myanmar vs Vietnam 19.00 SUGBK

7 November 2011
Timor Leste vs Filipina 16.00 Lb Bulus
Laos vs Brunei 19.00 Lb Bulus

9 November 2011
Myanmar vs Brunei 16.00 Lb Bulus
Vietnam vs Timor Leste 19.00 Lb Bulus

11 November 2011
Filipina vs Laos 16.00 Lb Bulus
Brunei vs Vietnam 19.00 Lb Bulus

13 November 2011
Filipina vs Myanmar 16.00 Lb Bulus
Timor Leste vs Laos 19.00 Lb Bulus

15 November 2011
Myanmar vs Timor Leste 16.00 Lb Bulus
Filipina vs Brunei 19.00 Lb Bulus

17 November 2011
Laos vs Vietnam 16,00 Lb Bulus

19 November 2011
Juara Grup A vs Runner Up Grup B 16.00 SUGBK
Juara Grup B vs Runner Up Grup A 19.30 SUGBK

21 November 2011
Lose vs Lose 16.00 SUGBK
Juara vs Juara 19.30 SUGBK

Senin, 17 Oktober 2011

Irfan Terancam Dicoret dari Timnas Senior


Setelah dicoret dari timnas U-23, striker Irfan Haarys Bachdim kini terancam terusir dari timnas senior. Pemain Persema Malang ini akan segera dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat mangkir dari pelatnas U-23.

Ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong mengaku telah memanggil Irfan. Menurutnya pemain kelahiran Amsterdam, 11 Agustus 1988 itu akan hadir di kantor PSSI untuk memberikan penjelasan, besok, Selasa, 18 Oktober 2011.

"Irfan sudah dipanggil. Besok dia datang ke PSSI. Memang pemanggilan besok sifatnya masih persuasif dulu," kata Bernhard, Senin, 17 Oktober 2011.

Menurut Bernhard, pencoretan Irfan dari timnas U-23 merupakan keputusan mutlak Rahmad Darmawan selaku pelatih. Meski demikian, PSSI perlu mengklarifikasi persoalan yang menimpa suami Jennifer Kurniawan tersebut.

"Tapi kami juga perlu klarifikasi, mengetahui persoalannya apa dan akan mengambil tindakan apa. Jangan sampai ada keputusan yang emosional," ujar Bernhard.

Seperti diketahui, Irfan tidak bergabung dengan timnas U-23 setelah laga Indonesia lawan Qatar, 11 Oktober lalu. Awalnya Rahmad masih memberi kesempatan bagi Irfan untuk bergabung pada 16 Oktober 2011. Namun tawaran ini ditolak Irfan yang mengaku baru bisa bergabung 23 Oktober 2011.

"Sanksi kali ini pasti ada. Kami melihat dia seperti main-main dengan panggilan timnas. Alasan mangkir latihan hanya untuk syuting dan istri sakit itu sebetulnya tidak pas. Saya tidak sedang membela Rahmad Darmawan. Tapi bagi seorang pelatih, yang lebih penting adalah loylitas pemain. Saya kira, sanksi untuk Irfan minimal tidak boleh lagi main di timnas, termasuk tim senior," ancam Bernhard.

Irfan sendiri telah menanggapi pemecatan dirinya lewat twitter. Dalam akunnya, Irfan mengaku tidak berniat mangkir dari panggilan timnas U-23. Menurutnya, masalah yang terjadi hanyalah komunikasi yang kurang baik saja.

Irfan Bachdim Dicoret dari Timnas U-23


Pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan telah mencoret nama striker Persema Malang Irfan Bachdim dari skuat yang dipersiapkan berlaga di SEA Games 2011 pada November mendatang.

Seperti diketahui, Rahmad telah memberikan batas waktu kepada Irfan untuk bergabung ke pelatnas timnas U-23, pada Ahad (16/10) kemarin. Namun hingga usai uji coba melawan Persiba Bantul di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Bachdim belum juga muncul.

Rahmad sebelumnya menyatakan, Irfan telah menghubungi dirinya, dan mengatakan sedang menyelesaikan pembuatan iklan, serta mengantar istrinya berobat ke dokter.

"Saya sudah minta kepada Irfan untuk segera bergabung ke pelatnas, tapi dia tidak muncul juga. Tapi dia bilang tidak bisa, dan baru bisa bergabung tanggal 23 Oktober," ungkap RD, sapaan Rahmad.

"Kalau dia bergabung di tanggal itu, berarti dia hanya punya kesempatan satu kali beruji coba bersama tim. Saya butuh kerja sama tim. Saya tidak mau mengorbankan pemain lain. Saya sudah lupakan Irfan Bachdim."

"Saya sekarang menyerahkan permasalahan Irfan kepada federasi maupun komdis," katanya lagi.

Selain itu, RD juga tidak menjadikan alasan keluarga sebagai celah bagi seorang pemain untuk meninggalkan pelatnas. Ia mencontohkan Ferdinand Sinaga yang tetap mengikuti pelatnas, sekalipun istrinya di rawat di rumah sakit. Begitu juga dengan Mahardiga Lasut yang salah satu anggota keluarganya sedang sakit.

Timnas U-23 Unggul Tipis atas Persiba, 3-2


Timnas U-23 akhirnya mengalahkan Persiba Bantul 3-2 dalam uji coba Minggu, 16 Oktober 2011. Pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan ini, kedua tim sempat tertahan 0-0 di babak I.

Di babak kedua, Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan melakukan banyak pergantian. Striker asal Persipura Jayapura, Titus Bonai yang berada di bangku cadangan di babak pertama akhirnya diturunkan.

Begitu juga dengan Oktovianus Maniani, Andik Vermansyah, dan Ferdinand Sinaga. Di lini belakang, Rahmad juga memasukkan pemain baru, Diego Michiels dan Septia Hadi. Sedangkan di lini tengah RD menempatkan Egi Melgiansyah.

Kehadiran pemain-pemain ini membuat timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011 tampil lebih agresif. Pada menit ke-51, Andik Vermansyah yang lepas dari jebakan offside bahkan berhasil merobek jala Persiba yang dikawal Tri Nugroho.

Unggul 1-0 membuat semangat Timnas U-23 berlipat. Pada menit ke-54, Garuda Muda berhasil menggandakan keunggulannya lewat gol Titus Bonai. Titus merobek jala Persiba memanfaatkan umpan terobosan Diego Michiels.

Sayang ketajaman lini depan Timnas U-23 tidak diimbangi pertahanan yang kokoh. Buktinya, pada menit ke-72, Persiba berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Kainu Cornelis memanfaatkan kelengahan bek Timnas U-23.

Persiba kembali mencetak gol di masa injury time lewat Cristori Imanuel. Hingga babak kedua usai, Timnas U-23 tetap unggul 3-2 atas Persiba Bantul. Dalam uji coba sebelumnya kedua tim sempat bermain imbang 1-1.

Kamis, 13 Oktober 2011

Takluknya Timnas Indonesia atas Qatar


Timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan Qatar dalam pertandingan Pra Piala Dunia Brasil 2014 di Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2011. Indonesia kalah dengan skor 2-3.

Kekalahan ini melengkapi dua kekalahan Indonesia sebeleumnya yakni dari Iran (0-3) dan Bahrain (0-2). Indonesia belum berhasil mengoleksi sebiji poin pun dari tiga laga yang telah dilakoni dan harus menghuni dasar klasemen Grup E setelah 'menyapu bersih' kekalahan.

Indonesia sempat tertinggal terlebih dahulu oleh gol Abdulaziz Al Sulaiti pada menit 13. Namun Christian Gonzales berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Bambang Pamungkas.

Pada menit 32, Qatar berhasil unggul 2-1 lewat kepintaran Khalfan Ibrahim yang melihat kiper Ferry Rotinsulu terlalu jauh meninggalkan gawangnya. Bola loop Ibrahim tanpa ampun meluncur menjebol gawang Ferry.

Sebelum turun minum, pada menit 35 El Loco berhasil menjebol gawang kiper Baba Nalick sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-2.

Sukses menahan imbang di 45 menit pertama, petaka justru terjadi di babak kedua. Tepatnya pada menit ke-65, berawal dari kecerobohan M Roby, bola berhasil direbut Khalfan Ibrahim yang langsung meneruskan dengan sebuah umpan terobosan. Penyerang Mohamed Razarak yang lolos jebakan off side dengan tenang berhasil menaklukkan kiper Ferry Rotinsulu dan merubah kedudukan menjadi 2-3 untuk keunggulan Qatar.

Senin, 10 Oktober 2011

Wim Ingin Timnas Bermain Total Football


Indonesia mengejar target tiga poin saat menjamu Qatar pada penyisihan Pra Piala Dunia (PPD) 2014, Selasa, 11 Oktober 2011. Untuk mencapainya, Pelatih timnas, Wim Rijsbergen telah menyiapkan jurus jitu. Apa itu?

Indonesia akan menjamu Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Ini merupakan duel ketiga tim Merah Putih di Grup E setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun lawan Iran (0-3) dan Bahrain (0-2).

Menjamu Qatar, Bambang Pamungkas cs tak punya pilihan, selain menang. Sebab hasil seri apalagi kalah bakal semakin memberatkan langkah timnas ke babak selanjutnya.

Untuk mewujudkan misi ini, Wim telah menyiapkan pasukannya untuk tampil menyerang dalam laga ini. Sebagai mantan pemain timnas Belanda, Wim ingin tim Merah Putih mengusung permainan dengan sistem total football ala tim Oranye.

Apalagi, Wim merupakan mantan pemain yang pernah diasuh oleh pelatih legenda Belanda, Rinus Michels yang menjadi pionir sepakbola menyerang.

"Kami pelatih Belanda selalu ingin bermain sepakbola menyerang. Karena memang terpengaruh dengan gaya menyerang yang diterapkan Michels. Seandainya kalah, lebih baik kalah dengan menyerang," ujar Wim daam jumpa pers di Hotel Century, Senin, 10 Oktober 2011.

"Besok (lawan Qatar), kami juga akan menerapkan itu (sepakbola menyerang). Dan penonton pun tentu ingin kami meraih kemenangan dengan permainan menyerang," beber Wim.

Wim pun berharap seluruh suporter Indonesia dapat mendukung langsung perjuangan Bambang Pamungkas cs dalam laga ini. Menurutnya, dukungan suporter dapat menjadi motivasi tambahan skuadnya untuk menampilkan permainan menarik dan meraih kemenangan.

"90 menit besok, kami punya kesempatan untuk menang. Oleh karenanya, kami butuh suntikan motivasi dari pendukung," pungkas mantan pelatih PSM itu.

Selasa, 04 Oktober 2011

Lawan Arab Saudi, Bernhard Tenangkan Timnas


Timnas Senior bakal tampil tanpa beban saat bertemu Arab Saudi di Malaysia, Jumat, 7 Oktober 2011. Pasalnya, PSSI tidak akan membebani pasukan Wim Rijsbergen dengan target kemenangan dalam laga uji coba ini.

Demikian disampaikan oleh Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, Selasa, 4 Oktober 2011. Menurutnya, duel ini hanya pemanasan sebelum Indonesia menjamu Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 11 Oktober 2011.

"Wim tidak ada keharusan menang pada ujicoba. Syukur-syukur menang. Ujicoba hanya untuk menjajal tim yang diprediksi mirip lawan nanti (Qatar)," kata Bernhard.

Indonesia akan menjamu Qatar dalam lanjutan babak penyisihan Grup E Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Sampai saat ini, Indonesia masih berada di dasar klasemen usai menderita dua kekalahan beruntun lawan Iran dan Bahrain.

Untuk mengamankan peluang Indonesia ke babak selanjutnya, Indonesia sebaiknya sukses memetik poin saat menjamu Qatar. Sayang, dalam duel ini, Tim Merah Putih tidak akan diperkuat striker andalan asal Papua, Boaz Solossa.

Boaz dipastikan absen karena tak kunjung hadir pada pemusatan latihan yang sudah digelar sejak Senin lalu. Selain Boaz, pemain Persipura lainnya, Ricardo Salampessy juga dipastikan absen karena mengikuti langkah Boaz.

Asisten Pelatih Timnas, Liestiadi menilai, absennya Boaz dan Ricardo tidak akan mempengaruhi kekuatan timnya. Apalagi Wim baru saja memanggil empat pemain baru. "Tanpa Boaz, tidak ada masalah. Apalagi ada pemain baru. Zulham Zamrun, Yongki Aribowo, Purwaka Yudi dan Samsul Arif," ujar Liestiadi.

Senin, 03 Oktober 2011

Iman Arif: Kompetisi 24 Klub Rugikan Timnas


Keputusan PSSI yang akan menerapkan format 24 tim di Liga Super Indonesia Level 1 musim ini dinilai akan sangat merugikan tim nasional Indonesia.

Kompetisi Liga Super dengan 24 tim tinggal menunggu Surat Keputusan (SK). Dan meski menuai kontroversi, namun PSSI kemungkinan besar akan menerapkan format tersebut dengan dimulai pada 15 Oktober mendatang.

Dengan demikian Indonesia diyakini akan memiliki liga sepakbola terpanjang di dunia. Dari kacamata klub, format 24 tim akan berimbas kepada dana pertandingan yang membengkak dan faktor kelelahan pemain. Pasalnya, satu klub akan melakoni 46 pertandingan dalam satu musim.

Tak hanya merugikan klub, format kompetisi 24 tim juga akan berimbas negatif terhadap tim nasional Indonesia. Mantan Direktur Teknik Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, yakin akan ada dampak negatif bagi Timnas jika format kompetisi 24 tim diterapkan.

"Yang pasti faktor kelelahan pemain dalam berkompetisi akan mempengaruhi penampilan mereka di Timnas. Ini sangat serius. Dengan jadwal kompetisi yang lebih panjang, segala kemungkinan dapat terjadi. Tidak hanya kelelahan, faktor cedera juga menjadi hal yang harus diperhatikan," ujar Iman saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 3 Oktober 2011.

Dari segi ekonomi, Iman juga menilai klub-klub akan mengalami kesulitan finansial. Terlebih dengan keberadaan klub yang baru lepas dari ketergantungan APBD.

"Dengan kompetisi 18 klub saja banyak klub yang sekarat. Apalagi dengan format 24 klub. Kecuali memang ada suntikan dana besar-besaran untuk klub baik dari TV, sponsor, maupun lainnya," tegas Iman.

Firman: Persoalan Wim Kami Anggap Selesai


Konflik internal yang sempat melanda timnas senior sudah mulai dilupakan. Gelandang Timnas, Firman Utina mengatakan kalau persoalan yang menyangkut pelatih Tim Merah Putih, Wim Rijsbergen sudah dianggap selesai.

Hal ini diungkapkan Firman usai menjalani pemusatan latihan di Lapangan Timnas, Senayan, Jakarta, Minggu, 2 Oktober 2011. Firman juga meminta agar semua pihak fokus pada persiapan lawan Qatar, Selasa, 11 Oktober 2011.

"Sudahlah, ini kan sudah dekat dengan pertandingan. Persoalan dengan Wim sudah kami anggap selesai. Sekarang bagaimana fokus pada pertandingan," ujar Firman.

Indonesia akan menghadapi Qatar dalam lanjutan penyisihan Grup E Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Sebelumnya suasana timnas sempat memanas setelah tujuh pemain mengancam tidak bersedia dipanggil bila masih ditangani oleh Wim.

Sikap ini merupakan buntut dari pernyataan Wim dalam jumpa pers usai Indonesia dikalahkan Bahrain, 6 September lalu. Wim juga dituding telah melecehkan para pemain timnas lewat kata-kata kasar saat jeda babak pertama.

Firman merupakan salah seorang pemain yang terlihat gusar dengan sikap pelatih asal Belanda itu. Lewat akun twitternya, Firman juga sempat menumpahkan kekecewaannya atas sikap Wim yang terkesan menyalahkan para pemain.

"Seperti yang anda lihat, semua sudah beres lah. Sekarang kami hanya mau memikirkan pertandingan," ujar Firman.

Blunder Markus
Sementara itu, dalam latihan sore ini, kiper Markus Horison melakukan blunder saat menjalani game. Kejadian ini membuat Wim berang dan langsung mengganti mantan kiper Persib Bandung itu dengan I Made Wirawan.

Asisten pelatih timnas, Liestiadi mengatakan pihaknya menitik beratkan latihan untuk mengembalikan football feeling anak-anak asuhnya. Pasalnya, laga uji coba melawan Arab Saudi serta laga penting menjamu Qatar tinggal menghitung hari.

"Sore ini latihan real passing sama game. Tujuannya untuk mengembalikan feel para pemain sebelum laga nanti. Hanya saja kami merasa lapangan latihan ini terlalu keras. Kami sedang meminta untuk bisa pindah lapangan," ujarnya.

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts