Rabu, 10 Agustus 2011

Liestiadi Anggap Palestina Lawan Ideal Timnas


Indonesia akan beruji coba lawan Palestina sebelum menghadapi Iran, 2 September 2011. Meski kualitasnya masih di bawah Iran, tim pelatih ternyata punya alasan kuat menerima tim ini sebagai lawan tanding timnas.

Indonesia akan menghadapi Iran pada penyisihan Grup E babak ketiga Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia. Di grup E, Iran menjadi lawan terkuat bagi Indonesia dibanding dua peserta lainnya, yakni Qatar dan Bahrain.

Untuk menghadapi Iran, Indonesia pun melakukan serangkaian persiapan. Selain menggelar pemusatan latihan di Cilegon, Banten, Firman Utina dan kawan-kawan juga dijadwalkan akan menjalani serangkaian uji coba sebagai pemanasan.

PSSI telah memastikan Palestina sebagai salah satu lawan uji coba timnas. Sedangkan satu lawan lainnya masih dalam proses penjajakan hingga saat ini.

Kualitas Palestina memang masih di bawah Iran. Namun asisten pelatih timnas, Liestiadi, menganggap negara tersebut merupakan lawan yang cukup ideal bagi timnas karena punya karakter bermain yang mirip dengan peserta Grup E lainnya.

Hal ini disampaikan Liestiadi di sela-sela latihan timnas di Stadion Karakatau Steel, Selasa, 9 Agustus 2011. Sayang, Liestiadi belum mengetahui kapan uji coba tersebut akan digelar karena masih menunggu kabar dari PSSI.

Palestina sendiri gagal melaju ke babak ketiga PPD 2014 zona Asia setelah kalah agregat 2-3 lawan Thailand. Menghadapi tim Gajah Putih di babak kedua, Palestina kalah 0-1 di leg pertama dan dipaksa bermain imbang 2-2 di leg kedua.

Sementara itu, mengenai perkembangan latihan timnas, Liestiadi menilai sudah mulai membawa hasil yang positif. Menurtu pria asal Medan itu, sampai saat ini latihan masih fokus pada pembenahan kondisi fisik para pemain.

"Kami belum memiliki susunan pemain inti yang akan diterjunkan, ini dikarenakan untuk latihan di Cilegon kami masih melakukan latihan intensif untuk semua bidang agar kualitas dan stamina pemain meningkat," katanya.

"Hasil evaluasi kami stamina pemain mengalami peningkatan yang signifikan.”

Sabtu, 06 Agustus 2011

PSSI Berharap Bisa Datangkan Selandia Baru


Timnas Indonesia bidik Selandia Baru untuk laga ujicoba pertama jelang bertandang ke Iran pada Kualifikasi Putaran III PD 2014, 2 September mendatang.

"Kami sedang mengupayakan melakukan ujicoba dengan Selandia Baru, dan komunikasi dengan Frank van Hattum (Ketua Federasi Sepakbola Selandia Baru) sudah dibuka," ujar Koordinator Timnas, Bob Hippy di kantor PSSI, Jumat, 5 Agustus 2011. Namun, kepastian laga digelar belum diterima oleh pihak PSSI.

Timnas Indonenesia hingga saat ini masih kesulitan menemukan lawan latih tanding. Sebelumnya, Malaysia membatalkan jadwal ujicoba melawan Indonesia yang seharusnya berlaga pada 14 Agustus mendatang.

Sementara itu, rencana untuk menggelar ujicoba melawan Timnas Australia belum mendapat kepastian. Karena hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari pihak negeri terkait pengajuan dari PSSI.

Hingga saat ini, baru dua negara yang menyatakan kesediaan menggelar laga ujicoba melawan Indonesia. Yaitu Korea Utara dan Oman. Namun sayangnya, kedua laga uji coba tersebut masih sulit untuk direalisasikan. Karena ada beberapa kendala yang mengganjal.

"Untuk Korea Utara, kami masih melakukan negosiasi, karena fee yang mereka minta kami nilai sangat besar. Selain itu, fasilitas yang diminta juga sangat banyak" ujarnya.

"Sedangkan untuk Oman, kami diminta untuk bermain di sana (Oman). Tapi itu tidak mungkin dengan waktu yang singkat saat ini, kami maunya bermain di sini (Indonesia)," papar Bob.

Bob pun berharap Timnas Indonesia segera mendapat kepastian untuk mendapatkan 2 lawan ujicoba. Hal ini mengingat Indonesia akan melakoni laga perdana yang sengit melawan Iran pada Kualifikasi Putaran III, PPD 2014, 2 September mendatang. "Paling tidak, Timnas harus menggelar laga ujicoba, 2 kali," tandasnya.

Rencananya, jika memang tidak mendapat lawan latih tanding dari Timnas lain, PSSI memilih menggelar laga ujicoba melawan tim-tim lokal. "Yang penting asal bisa sparring dan kami berharap tidak menciderai para pemain," tandas Bob.

Jumat, 05 Agustus 2011

Ferry Rotinsulu Tak Mau Kebobolan Banyak Lagi


Setelah beberapa kali dicadangkan dalam sejumlah laga, Ferry Rotinsulu akhirnya mendapat kesempatan menjadi kiper utama menjaga gawang Indonesia dalam dua laga Pra Piala Dunia 2014 melawan Turkmenistan Juli lalu. Diperkirakan, Ferry akan kembali dipercaya menjadi kiper utama saat Indonesia bertandang ke Iran 2 September mendatang.

Ferry sendiri awalnya tidak menyangka jika dirinya dipercaya menjadi kiper utama timnas Merah Putih. Dengan kesempatan emas ini, ia pun berjanji akan menebus kepercayaan pelatih dengan tampil sebaik-baiknya saat membela Merah Putih.

"Ke depan saya hanya berusaha menebus kepercayaan yang telah diberikan oleh pelatih dengan tampil sebaik-baiknya," kata Ferry.

Sayang, saat Ferry tampil di depan publik sendiri gawangnya sudah kebobolan tiga kali saat menjamu Turkmenistan akhir bulan lalu. Namun, ia akan berusaha menghapus pengalaman pahit tersebut.

"Yang jelas, saya tidak memandang jumlah kebobolan, tapi yang pasti, kami berhasil lolos ke fase grup," ujar dia.

"Saya juga salut kepada teman-teman dan pelatih, meski latihan hanya 2 minggu tapi bisa mengalahkan Turkmenistan," tambah Ferry.

Mengenai lawannya di putaran tiga nanti, Ferry berpandangan baik Iran, Bahrain dan Qatar tidak bisa dianggap remeh. Sebab, mereka dikenal sebagai raksasa sepakbola Asia. Meski demikian, Ferry optimistis skuad Merah Putih mampu melewati fase grup.

"Iran, Qatar dan Bahrain dikenal sebagai tim kuat. Tidak bisa dianggap remeh terhadap kekuatan mereka. Tapi semua pemain optimistis dapat menaklukkan mereka asalkan kami jangan juga terlalu percaya diri. Yang jelas, kami akan berusaha memberikan yang terbaik," ujar Ferry.

Latihan di Ramadan

Para pemain timnas akan kembali menjalani latihan untuk persiapan menghadapi Iran, Bahrain dan Qatar. Latihan akan dipusatkan di Cilegon, Banten.

Meski latihan di bulan Ramadan, bagi Ferry hal itu tidak menjadi masalah. "Latihan di bulan puasa bukan di tahun ini saja. Pada persiapan Piala AFF tahun lalu juga saat bulan puasa. Jadi saya rasa, para pemain sudah terbiasa," ujarnya.

Apakah menjalani latihan di bulan puasa terasa berat dibanding jika digelar di bulan lainnya? "Jelas beda lah latihan di bulan Ramadahan. jadi nggak usah dijawab," ujarnya tertawa.

"Tapi sebagai pemain, kami menerima dan ikut saja seluruh instruksi pelatih. Baik program latihan yang diberikan maupun tempat di mana latihannya digelar," tandas Ferry.

Kamis, 04 Agustus 2011

Langkah Berat Timnas di Pra Piala Dunia 2014


Langkah Indonesia menuju Piala Dunia 2014 di Brasil menemui jalan terjal. Tim Merah Putih harus terlebih dahulu menjinakkan lawannya diputaran tiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia.

Indonesia akan bertemu dengan Bahrain, Qatar dan Iran di Grup E. "Timnas Indonesia harus mampu mencuri poin, setidaknya imbang saat bertemu di kandang lawan jika ingin lolos," kata mantan pelatih timnas Indonesia, Benny Dollo.

Dengan demikian, langkah Firman Utina dan kawan-kawan akan lebih mudah melenggang ke putaran berikutnya. "Yang paling kuat adalah Iran, untuk Qatar dan Bahrain menurut saya Indonesia bisa mengimbangi," ujar dia.

Mulai latihan

Rencananya, para pemain timnas Indonesia mulai hari ini, Kamis, 4 Agustus 2011 akan menjalani pemusatan latihan di Cilegon. Latihan akan dipimpin langsung oleh pelatih timnas Wim Rijsbergen.

Bendol yang pernah menangani timnas menyarankan porsi latihan di bulan Ramadan dengan tepat. Ia berharap, sebaiknya pelatih bisa mengatur waktu latihan.

"Para pemain jangan dipaksakan untuk latihan keras. Pelatih harus bisa mensiasati latihan yang terbaik karena ini bulan Ramadan. Latihan bisa dilakukan di sore hari atau malam hari," terang Bendol.

Indonesia harus melakoni laga pertama Grup E dengan bertandang ke Iran pada 2 September 2011. Setelah itu, Indonesia akan menjamu Bahrain pada 6 September 2011. Selanjutnya, akan menjamu Qatar pada 11 Oktober 2011.

Pertandingan keempat, Indonesia akan dijamu Qatar pada 11 November 2011, setelah itu giliran Indonesia yang menjamu Iran pada 15 November 2011. Dan laga terakhir tim Garuda akan bertandang ke Bahrain pada 29 Februari 2012. Dua tim teratas di Grup E akan melangkah ke putaran keempat Pra Piala Dunia 2014 zona Asia.

Senin, 01 Agustus 2011

PSSI Pastikan Tak Ada Penambahan Pemain


PSSI memutuskan tidak akan menambah pemain baru pada babak ketiga Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia. PSSI lebih memilih untuk memprioritaskan 44 pemain yang sejak awal sudah didaftarkan kepada AFC.

Menurut Koordinator Timnas, Bob Hippy, PSSI sebenarnya masih diperbolehkan untuk menambah beberapa pemain baru. Namun langkah ini tidak dilakukan karena akan memakan waktu untuk memadukan dengan pemain-pemain lama.

"Saya kira susah untuk menambah yang baru," kata Bob kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2011.

"Prioritas pada 44 pemain yang sudah dipanggil. Walaupun sebenarnya secara regulasi diperbolehkan, tapi kalau kita memanggil pemain baru, susah untuk menyesuaikan dengan pemain yang sudah berlatih," jelas Bob.

Sebelumnya, manajer timnas Ferry Kondrat menilai penambahan pemain baru merupakan langkah yang positif. Meski demikian, mantan wartawan itu memilih untuk terlebih dulu membicarakannya dengan pelatih kepala Wim Rijsbergen.

Pertemuan rencananya akan digelar hari ini. "Mereka (pemain tambahan) belum pernah latihan. Jadi tidak bisa disamakan dengan pemain yang berlatih sebelumnya. Jadi kami hanya fokus pada pemain yang sudah dipanggil saja."

Sementara itu, Firman Utina dan kawan-kawan tetap berlatih selama bulan puasa. Pemusatan latihan akan dimulai pada 4 Agustus 2011. Selama jeda waktu yang ada, PSSI ingin meningkatkan kondisi fisik para punggawa Merah Putih.

Liestiadi Siap Dampingi Wim di Timnas Senior


Liestiadi menjadi kandidat kuat asisten pelatih tim nasional Indonesia senior. Meski belum ada penunjukan resmi dari PSSI, asisten pelatih PSM Makassar ini mengaku siap mendampingi Wim Rijsbergen di Timnas.

"Sebenarnya saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak, karena hingga kini belum ada pemberitahuan lisan dari pihak PSSI. Saya justru dengar kabar ini dari media. Tapi, sebagai putra bangsa, saya siap menjalankannya jika benar ditunjuk," ujar Liestiadi.

Liestiadi menjadi kandidat utama asisten pelatih Timnas senior. Bahkan, Koordinator Timnas, Bob Hippy menegaskan mantan pelatih PSMS Medan itu memiliki curriculum vitae yang diinginkan PSSI.

Liestiadi mengaku yakin bisa menjalankan tugasnya dengan baik jika ditunjuk menjadi asisten pelatih Timnas senior. "Saya pemegang lisensi A AFC, seangkatan dengan Aji Santoso. Saya punya pengalaman. Saya siap jika benar-benar ditunjuk," tegas Liestiadi.

Mantan asisten pelatih Arema FC saat menjadi juara Liga Super Indonesia (ISL) 2009-10 tersebut yakin tidak akan menemui masalah bekerjasama dengan Wim di Timnas senior. Liestiadi mengaku sudah mengetahui karakter Wim sejak menjadi asisten pelatih arsitek asal Belanda itu di PSM Makassar.

"Wim punya karakter yang profesional, tidak pernah menyerah. Kelebihan lainnya Wim suka mempelajari budaya tempatnya melatih, dan itu penting. Saya yakin tidak akan menemui masalah dalam beradaptasi dengan Wim di Timnas," papar Liestiadi.

Jika ditunjuk PSSI sebagai asisten pelatih Timnas senior, Liestiadi akan menggantikan peran Rahmad Darmawan yang fokus menangani Timnas Indonesia U-23 yang disiapkan ke SEA Games 2011. PSSI diharapkan sudah mengambil keputusan mengenai posisi asisten pelatih ini sebelum skuad Merah Putih kembali berkumpul pada 4 Agustus mendatang.

Firman Utina dan kawan-kawan kembali melakukan pemusatan latihan mulai 4 Agustus mendatang sebagai persiapan menghadapi tuan rumah Iran pada laga pertama Grup E putaran III Pra Piala Dunia 2011 zona Asia, 2 September mendatang.

Jadwal Timnas Indonesia di Pra Piala Dunia 2014


Dari hasil drawing, Timnas Indonesia tergabung dalam grup E kualifikasi grup Pra-Piala Dunia 2014 Brasil. Firman Utina Cs akan melakoni laga pertama menghadapi Iran, tim unggulan Grup E.

Laga yang digelar 2 September mendatang di Teheran melaewan Iran. Kemudian pasukan Garuda akan menjamu Bahrain di Stadion Glora Bung Karno, 6 September. Berikut jadwal pertandingan Timnas Indonesia di ajang Pra-Piala Dunia 2014:

2 September 2011
Iran vs Indonesia
Bahrain vs Qatar

6 September 2011
Qatar vs Iran
Indonesia vs Bahrain

11 Oktober 2011
Iran vs Bahrain
Indonesia vs Qatar

11 November 2011

Qatar vs Indonesia
Bahrain vs Iran

15 November 2011
Qatar vs Bahrain
Indonesia vs Iran

29 Februari 2012
Iran vs Qatar
Bahrain vs Indonesia

Timnas Akan Jajal Malaysia, Jajaki Australia



Indonesia akan menggelar dua uji coba sebelum tampil di babak III Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Selain melawan tim tetangga Malaysia, Firman Utina dan kawan-kawan rencananya akan menjajal kekuatan Australia.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Timnas, Bob Hippy saat ditemui wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin 1 Agustus 2011. Menurutnya, dari dua negara tersebut PSSI masih menunggu konfirmasi dari pihak Australia.

"Uji coba pertama adalah melawan Malaysia yang kemarin dikalahkan Singapura pada kualifikasi babak II. Diperkirakan tanggal 10 Agustus," kata Bob.

"Saat ini masih dijajaki untuk melawan Australia. Karena meski Australia lolos, tapi beda grup dengan kami," lanjutnya.

Pada babak III PPD 2014 zona Asia, Indonesia tergabung di Grup E bersama Iran, Qatar dan Bahrain. Sedangkan Negeri Jiran Malaysia sudah tersingkir di babak kedua setelah kalah dengan agregat 4-6 dari Singapura.

Sedangkan Australia berada di Grup D bersama Arab Saudi, Oman dan Thailand. Bob menjelaskan, Malaysia dan Australia dipilih sebagai sparring partner Pasukan Garuda karena lokasinya yang berdekatan dengan Indonesia.

"Tapi, uji coba melawan Australia belum tahu kapan akan digelar. Kami masih menunggu konfirmasi dari pihak Australia," lanjut Bob.

"Tidak ada uji coba di Timur Tengah. Akan hilang banyak waktu latihan karena proses perjalanan yang menghabiskan waktu. Jadi, saya pikir tidak perlu," tutur Bob.

Minggu, 31 Juli 2011

Profil Lawan Timnas di Grup E

Indonesia berhasil lolos ke babak ketiga Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia. Hasil drawing yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu, 31 Juli 2011, menempatkan Indonesia di Grup E bersama Iran, Bahrain, dan Qatar.

Ketiga negara ini bukanlah lawan yang mudah bagi Indonesia. Meski demikian, tim Merah Putih pantas bersyukur karena terhindar lawan-lawan yang lebih berat seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Negara-negara tersebut memiliki pemain yang merumput di liga-liga besar Eropa.


Seperti apa gambaran ketiga pesaing Indonesia di grup E babak ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia? Berikut profil singkat Iran, Bahrain, dan Qatar.

Iran
Dibandingkan dua lawan lainnya, Iran adalah lawan terberat yang akan dihadapi Tim Merah Putih. Iran sudah 3 kali berpartisipasi di Piala Dunia yakni pada 1978, 1998, dan 2006. Prestasi mereka di Asia pun tergolong bagus, yakni 3 kali juara pada 1968, 1972, dan 1976.

Meski demikian, prestasi mereka beberapa tahun terakhir cenderung menurun. Di Piala Asia 2007 dan 2011 mereka hanya mentok di perempatfinal, Iran pun gagal lolos ke Piala Dunia 2010.

Kini, di tangan pelatih Carlos Queiroz mereka bertekad mengembalikan kejayaannya. Pemain yang wajib diwaspadai adalah mantan pemain Bayern Munich, Ali Karimi. Saat ini Karimi memperkuat klub lokal, Persepolis.

Line-up
Seyed Rahmati, Khosro Heydari, Seyed Hosseini, Hadi Aghili, Ali Karimi, Mohammad Khalatbari, Karim Ansari Fard, Ghasem Haddadifar, Hadi Norouzi, Mazyar Zare, Mehrdad Pooladi

Pelatih: Carlos Queiroz
Peringkat FIFA: 54 (4 Asia)

Perjalanan menuju babak ketiga Pra Piala Dunia 2014
Babak kedua
23 Juli 2011 Iran 4-0 Maladewa
28 Juli 2011 Maladewa 0-1 Iran

Rekor Pertemuan Lawan Indonesia:
Indonesia 0-1 Iran, Asian Games 1966 Bangkok, 15 Desember 1966
Indonesia 2-2 Iran, Asian Games 1970 Bangkok, 12 Desember 1970
Indonesia 0-1 Iran, Kualifikasi Piala Asia 1984 Grup 1 di Jakarta, 1983

Qatar
Prestasi Qatar yang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2022 ini tak terlalu istimewa. Mereka belum pernah berpartisipasi di Piala Dunia. Di Piala Asia, prestasi terbaiknya adalah saat menjadi tuan rumah 2011 lalu dengan lolos ke babak perempatfinal. Selebihnya dalam 6 partisipasi di Piala Asia, Qatar tak pernah bisa lolos dari babak pertama.

Prestasi yang bisa dibanggakan Qatar adalah juara Piala Teluk 1992 dan 2004 saat berstatus tuan rumah. Meskipun demikian, mereka wajib diwaspadai karena kini dilatih Milovan Rajevac yang membawa Ghana melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2010.

Line-up
Qasem Burhan, Mohamed Kasoula, Lawrence Quaye, Meshal Mubarak, Wesam Abdulmajid, Ibrahim Khalfan, Ibrahim Abdulmajed, Mohammed Razak, Mohamed El Sayed, Bilal Rajab, Andres Quintana

Pelatih: Milovan Rajevac
Peringkat FIFA: 90 (7 Asia)

Perjalanan menuju babak ketiga Pra Piala Dunia 2014:
Babak kedua
23 Juli 2011 Qatar 3-0 Vietnam
28 Juli 2011 Vietnam 2-1 Qatar

Rekor pertemuan lawan Indonesia:
Indonesia 1-1 Qatar, Asian Games 1986 Seoul, 22 September 1986
Qatar 3-1 Indonesia, Kualifikasi Piala Dunia 1994 Doha, 9 April 1993
Indonesia 1-4 Qatar, Kualifikasi Piala Dunia 1994 Singapura, 24 April 1993
Indonesia 2-1 Qatar, Piala Asia 2004 Grup A, 18 Juli 2004

Bahrain
Dibanding peserta-peserta grup E lainnya, kekuatan Bahrain pada Pra Piala Dunia (PPD) 2014 belum terpantau. Pasalnya, Bahrain belum berkeringat karena langsung lolos ke babak ketiga tanpa harus bertanding.

Bagi Bahrain, kesempatan ini justru menjadi pisau bermata dua. Pasalnya, lolos dengan fasilitas bye membuat Bahrain belum merasakan atmosfer persaingan. Bahrain juga belum pernah lolos ke Piala Dunia. Perjalanan terjauh Barhain pada even ini hanya sampai pada babak playoff antar zona.

Pada Pra Piala Dunia 2006, mereka dikalahkan Trinidad & Tobago. Sementara itu pada Pra Piala Dunia 2010, ambisi mereka dipatahkan Selandia baru. Menariknya, Wim Rijsbergen yang dulu menjadi asisten pelatih Trinidad & Tobago saat melawan Bahrain, kini menukangi timnas Indonesia.

Di Piala Asia, dari 4 kali keikutsertaanya, prestasi terbaik mereka adalah semifinalis 2004. Kini mereka ditukangi pelatih asal Inggris, Peter Taylor.

Line up
Abbas Ahmed Khamis, Abdulla Marzooqi, Ebrahim Mishkhas, Hussain Ali Baba, Abbas Ayyad, Abdullah Omar, Salman Isa, Faouzi Aaish, Jaycee Okwunwanne, Ismail Abdul-Latif, Abdulla Al-Dakeel

Pelatih: Peter Taylor

Peringkat FIFA: 100 (11 Asia)
Perjalanan menuju babak ketiga Pra Piala Dunia 2014: langsung lolos babak ketiga

Rekor pertemuan lawan Bahrain:
Indonesia 3-2 Bahrain, Piala Presiden Korea Selatan, Agustus 1980
Indonesia 1-1 Bahrain, Piala Presiden Korea Selatan, Agustus 1982
Indonesia 0-0 Bahrain, Kualifikasi Piala Asia 1988 Jakarta, 1987
Indonesia 1-3 Bahrain, Piala Asia 2004 Grup A, 25 Juli 2004.
Indonesia 2-1 Bahrain, Jakarta Piala Asia 2007, 10 Juli 2007

Sabtu, 30 Juli 2011

Indonesia Unggulan Terakhir Di Babak III



Indonesia menjadi salah satu unggulan terakhir pada drawing putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia yang akan berlangsung Marina da Gloria, Rio de Janeiro, Brasil, 30 Juli 2011.

Sukses mengalahkan Turkmenistan 4-3 di leg 2 putaran kedua Pra Piala Dunia 2012, Kamis 28 Juli 2011, membuat Indonesia lolos ke putaran ketiga dengan agregat 5-4. Di putaran ketiga Indonesia menjadi salah satu unggulan terbawah.

Tim Merah Putih tergabung di pot 4 atau unggulan terakhir bersama Korea Utara, Thailand, Singapura dan Lebanon. Penempatan di tiap pot berdasarkan peringkat FIFA teranyar yang dirilis 27 Juli lalu. Indonesia yang berada di peringkat 137 FIFA hanya unggul atas Lebanon (159 FIFA).

Unggulan pertama ditempati Jepang, Australia, Korea Selatan, Iran dan China. Unggulan kedua ada Uzbekistan, Qatar, Yordania, Arab Saudi dan Kuawit. Sedangkan unggulan ketiga ditempati Bahrain, Syria, Oman, Irak dan Uni Emirat Arab.

Dari 20 tim tersebut akan dipecah menjadi lima grup yang berisikan empat tim. Masing-masing tim di pot 4 akan menduduki posisi terbawah di masing-masing grup. Tim-tim di pot 3 akan menduduki posisi ketiga, tim di pot 2 akan menduduki posisi kedua dan lima unggulan teratas di pot 1 akan menduduki posisi pertama di masing-masing grup.

Masing-masing juara grup dan runner-up akan lolos ke putaran keempat. Dari 10 tim yang lolos akan dibagi menjadi dua grup berisikan lima tim di putaran keempat. Nantinya juara dan runner-up grup di putaran keempat akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2014.

Drawing putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia di Marina da Gloria rencananya akan dilakukan oleh legenda Brasil, Zico. Sayang, hingga kini belum jelas jadwal pasti putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia.

Dari 20 tim yang memastikan langkah ke putaran ketiga, tinggal Oman yang posisinya belum pasti. Pasalnya, di leg 2 putaran kedua melawan Myanmar pertandingan harus dihentikan pada menit ke-39 karena amarah suporter Myanmar. Oman memang hampir dipastikan lolos setelah unggul 2-0 saat pertandingan dihentikan dan sementara unggul agregat 4-0.

Seeding Putaran 3 Pra Piala Dunia 2014 zona Asia

Pot 1
Jepang
Australia
Korea Selatan
Iran
China

Pot 2
Uzbekistan
Qatar
Yordania
Arab Saudi
Kuwait

Pot 3
Bahrain
Syria
Oman 
Irak
Uni Emirat Arab

Pot 4
Korea Utara
Thailand
Singapura
Indonesia
Lebanon

Peringkat Dunia FIFA

  • 04 Juli 2013
  • 1. Spanyol - 1532 Pts
  • 2. Jerman - 1273 Pts
  • 3. Kolombia - 1206 Pts
  • 4. Argentina - 1204 Pts
  • 5. Belanda - 1180 Pts
  • 6. Italia - 1142 Pts
  • 7. Portugal - 1099 Pts
  • 8. Kroasia - 1098 Pts
  • 9. Brazil - 1095 Pts
  • 10. Belgia - 1079 Pts
  • ........
  • 160. Chad - 134 Pts
  • 161. Lesotho - 133 Pts
  • 162. Kep. Salomon - 132 Pts
  • 163. Myanmar - 129 Pts
  • 164. Gambia - 126 Pts
  • 165. Dominica - 124 Pts
  • 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
  • 167. Pakistan - 114 Pts
  • 168. Indonesia - 112 Pts
  • 169. Nepal - 106 Pts
  • 170. Yaman - 96 Pts