Jumat, 08 Juli 2011
Kongres PSSI 2011
Aturan ketat mulai diberlakukan panitia penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Peserta yang tidak memiliki surat mandat tidak diperkenankan memasuki The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah.
Rabu, 29 Juni 2011
Jawara ISL 2011
Juara ISL
PERSIPURA JAYAPURA
Runner up
AREMA INDONESIA
Juara 3
PERSIJA JAKARTA
Top Skor
BOAZ SALOSSA
Pemain Terbaik
BOAZ SALOSSA
Perang Bintang Djarum ISL 2011
Zah Rahan Bawa Persipura Tekuk All Stars
Persipura VS All Star DISL ( 2-1 )
Persipura Jayapura menyempurnakan gelar juara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 dengan memenangkan Perang Bintang, Rabu, 29 Juni 2011. Dalam duel ini, Zah Rahan Krangar tampil sebagai bintang.
Bertanding di Stadion Mandala, Jayapura, Persipura berhasil mengalahkan tim All Stars skor 2-1. Dua gol Persipura diboyong oleh Zah Rahan pada menit ke-39 dan 82. Sedangkan gol All Stars dicetak M Ridwan menit 30.
Sejak babak pertama dimulai, kedua tim tampil terbuka. Permainan cepat dan menyerang yang diperagakan kedua tim benar-benar menjadi hiburan bagi ribuan penonton yang datang memadati markas Mutiara Hitam tersebut.
Setelah bermain imbang 1-1 di babak pertama, Persipura kedua tim kembali tampil memukau di babak kedua. Tendangan keras Bambang Pamungkas pada menit ke-74 nyaris masih mampu ditepis kiper Persipura Yoo Jae Hoon.
Semenit kemudian, striker Persipura, Boaz Solossa membalasnya lewat tendangan dari luar kotak penalti. Sayang bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang All Stars yang kini dijaga oleh Kurnia Meiga.
Pendukung Persipura akhirnya bersorak gembira setelah Zah Rahan Krangar mampu mencetak gol keduanya dalam laga ini. Memanfaatkan assists dari Boaz Solossa, pemain asal Liberia itu berhasil mengecoh Kurnia Meiga.
Bertanding di Stadion Mandala, Jayapura, Persipura berhasil mengalahkan tim All Stars skor 2-1. Dua gol Persipura diboyong oleh Zah Rahan pada menit ke-39 dan 82. Sedangkan gol All Stars dicetak M Ridwan menit 30.
Sejak babak pertama dimulai, kedua tim tampil terbuka. Permainan cepat dan menyerang yang diperagakan kedua tim benar-benar menjadi hiburan bagi ribuan penonton yang datang memadati markas Mutiara Hitam tersebut.
Setelah bermain imbang 1-1 di babak pertama, Persipura kedua tim kembali tampil memukau di babak kedua. Tendangan keras Bambang Pamungkas pada menit ke-74 nyaris masih mampu ditepis kiper Persipura Yoo Jae Hoon.
Semenit kemudian, striker Persipura, Boaz Solossa membalasnya lewat tendangan dari luar kotak penalti. Sayang bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang All Stars yang kini dijaga oleh Kurnia Meiga.
Pendukung Persipura akhirnya bersorak gembira setelah Zah Rahan Krangar mampu mencetak gol keduanya dalam laga ini. Memanfaatkan assists dari Boaz Solossa, pemain asal Liberia itu berhasil mengecoh Kurnia Meiga.
Persipura unggul 2-1 dan berhasil mempertahankannya hingga laga usai.
Jumat, 27 Mei 2011
Kerugian Timnas Bila PSSI Dihukum FIFA
Nasib persepakbolaan Indonesia di kancah internasional akan segera diputuskan di sidang Komite Eksekutif (Exco) FIFA pada 30 Mei 2011. Hasil dari sidang Exco ini akan berpengaruh pada nasib tim nasional Indonesia dan klub-klub yang bertanding di pentas Asia.
Agum Gumelar, sebagai Ketua Komite Normalisasi akan mendatangi markas FIFA di Zurich Swiss, Sabtu 28 Mei 2011. Agum akan melobi FIFA agar sepakbola Indonesia lolos dari ancaman sanksi menyusul kacaunya Kongres Nasional PSSI 20 Mei lalu. Perwakilan FIFA yang hadir merasa kecewa atas kekisruhan itu.
Rakyat Indonesia penggila sepakbola menaruh harapan besar kepada Agum. Sebab, jika sampai mendapat sanksi berat dari FIFA, seluruh komponen yang ada dalam lingkungan sepakbola Indonesia akan rugi.
Kerugiannya adalah sejumlah agenda internasional bagi tim Merah Putih dan klub sepakbola Indonesia bisa dibatalkan. Padahal, yang sudah di depan mata adalah pesta olahraga SEA Games di Tanah Air pada November nanti. Ditambah lagi, Persipura Jayapura baru saja lolos delapan besar Piala AFC.
Berikut adalah agenda Timnas-Klub 2011 di event Internasional yang akan hilang bila FIFA menjatuhkan sanksi ke PSSI.
Agum Gumelar, sebagai Ketua Komite Normalisasi akan mendatangi markas FIFA di Zurich Swiss, Sabtu 28 Mei 2011. Agum akan melobi FIFA agar sepakbola Indonesia lolos dari ancaman sanksi menyusul kacaunya Kongres Nasional PSSI 20 Mei lalu. Perwakilan FIFA yang hadir merasa kecewa atas kekisruhan itu.
Rakyat Indonesia penggila sepakbola menaruh harapan besar kepada Agum. Sebab, jika sampai mendapat sanksi berat dari FIFA, seluruh komponen yang ada dalam lingkungan sepakbola Indonesia akan rugi.
Kerugiannya adalah sejumlah agenda internasional bagi tim Merah Putih dan klub sepakbola Indonesia bisa dibatalkan. Padahal, yang sudah di depan mata adalah pesta olahraga SEA Games di Tanah Air pada November nanti. Ditambah lagi, Persipura Jayapura baru saja lolos delapan besar Piala AFC.
Berikut adalah agenda Timnas-Klub 2011 di event Internasional yang akan hilang bila FIFA menjatuhkan sanksi ke PSSI.
1. 7-20 Juli, Piala AFF U-17 di Laos.
2. 16-23 Juli, Piala AFF U-23 di Indonesia
3. 23-27 Juli, Kualifikasi Piala Dunia
4. September, Persipura (babak 8 Besar Piala AFC)
5. 10-20 September, Piala AFF U-20 di Malaysia
6. 12-22 September, Kualifikasi Piala Asia U-19
7. 11-25 November, SEA Games di Indonesia, Palembang
8. 10-16 Desember, Piala AFF Futsal Indonesia
2. 16-23 Juli, Piala AFF U-23 di Indonesia
3. 23-27 Juli, Kualifikasi Piala Dunia
4. September, Persipura (babak 8 Besar Piala AFC)
5. 10-20 September, Piala AFF U-20 di Malaysia
6. 12-22 September, Kualifikasi Piala Asia U-19
7. 11-25 November, SEA Games di Indonesia, Palembang
8. 10-16 Desember, Piala AFF Futsal Indonesia
Sebagai informasi, sejauh ini sudah ada 17 negara anggota FIFA yang pernah menerima sanksi. Rata-rata kasusnya adalah intervensi dari pihak ketiga. Intervensi seperti itu biasanya campur tangan pemerintah.
Selasa, 24 Mei 2011
Anggota K78: Kurang Kerjaan Memaki Wartawan
Anggota Kelompok 78 (K78) Syahril Taher menepis tudingan dirinya menyebut wartawan peliput Kongres PSSI pada 20 Mei lalu dengan kata kasar. Syahril yang juga Ketua Umum Persiba Balikpapan juga mengaku tidak ada di lokasi jumpa pers di Golden Ballroom Hotel Sultan yang dikatakan sebagai lokasi insiden tersebut terjadi.
"Kenapa saya memaki wartawan? Wartawan penyambung lidah rakyat. Apa saya tidak ada kerjaan,?" kata Syahril.
"Apa tidak terlalu naif mengincar wartawan? Kami kenal baik dengan wartawan lokal maupun nasional. Saya malah kaget dengan pemberitaan ini."
Insiden ini terjadi saat Kongres PSSI di Golden Ballroon Hotel Sultan, Jumat 20 Mei 2011, berakhir ricuh. Ketua Kongres yang juga Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar menutup sidang yang mulai berlangsung penuh interupsi dan berpotensi saling pukul antar anggota.
Di akhir Kongres, K78 yang selalu melancarkan interupsi menggelar jumpa pers. Di sinilah insiden itu terjadi. Menurut para wartawan yang ada di lokasi, Syahril yang berada di belakang kerumunan, meneriakkan kata-kata tidak mengenakkan bagi para juru warta.
"Buruan udah malam, udah capek, nih. Dasar wartawan goblok!" begitu kalimat yang terdengar sebagaimana ditirukan Doni, seorang saksi mata yang juga seorang wartawan.
Atas hal ini, sekitar 100 wartawan berdemo di kantor PSSI, Senin 23 Mei kemarin. Mereka menuntut agar Syahril meminta maaf atas tindakannya. Namun, karena tidak merasa mengucap kata kasar, Syahril menolak permintaan itu."Bagaimana saya mau minta maaf kalau saya tidak bicara itu," kata Syahrial.
Kongres PSSI
Agum Sampaikan Kronologis Kongres PSSI 20 Mei
Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar memaparkan dengan jelas kronologi kericuhan Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jumat (20/5). Kongres PSSI yang berlangsung di Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, dengan agenda tungal yakni pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan sembilan anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015 berakhir dengan ricuh dan berujung pada ditutupnya kongres.
Sebenarnya, kongres pada awalnya berjalan dengan baik. Namun, suasana berubah menjadi panas setelah rehat pertama. Sebagian peserta kongres yang juga dikenal dengan sebutan Kelompok 78 terus menghujani Komite Normalisasi dengan interupsi dan meminta agar KN mengagendakan mendengarkan penjelasan Komite Banding.
Namun, hal itu tidak dikabulkan oleh Agum Gumelar dikarenakan hal itu tidak ada dalam agenda kongres. Tetapi, kelompok 78 tak mengindahkannya dan terus menerus melakukan interupsi dengan nada kasar dan berteriak-teriak. Dalam setiap kali berbicara mereka bahkan menunjuk-nunjukkan tangannya kearah Agum Gumelar.
Karena menganggap suasana tidak lagi kondusif, maka akhirnya Agum Gumelar memutuskan utuk menutup kongres pada pukul 20.45 WIB.
Dalam keterangan persnya di kantor sekertariat PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (23/5) WIB, ketua Komite Normalisasi mencoba menjelaskan kronologi lengkap kericuhan yang terjadi pada saat kongres PSSI lalu.
"KN mengemban tiga misi, yakni menyelenggarakan kongres, mengambil langkah terhadap Liga Primer Indonesia (LPI), dan menjalankan tugas harian PSSI," paparnya.
"Keduanya sudah kita kerjakan dengan baik, tinggal yang pertama. Dengan mengupayakan menampung aspirasi, makan KN mempersiapkan dengan baik kongres PSSI yang berlangsung tangal 20 Mei. KN berharap agar kongres berjalan dengan lancar dan tertib dan menghasilkan keputusan yang baik. Pada hari H, awalnya kongres berjalan dengan baik," jelas Agum Gumelar.
"Tetapi ketika kongres memasuki pleno, ternyata suasana tidak berjalan sesuai rencana. Terjadi interupsi terus menerus dan dengan nada mengancam.
Saya berusaha untuk tetap mengakomodir keinginan floor. Sampai ketika break, mereka mendesak Thierry (Regennas) untuk menjelaskan alasan pelarangan George Toisutta dan Arifin Panigoro" tegas Agum.
"Penjelasanya cukup clear, tapi suasan bertambah panas. Sampai ada yang mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas kepada tamu kami. Ini mengakibatkan respon yang tidak baik dari perwakilan FIFA dan AFC. Thierry kemudian membisikkan kepada saya bahwa kongres ini tidak bisa lagi dilanjutkan. Saya bilang sabar dulu Thierry."
"Sampai pada satu titik dimana peserta menyatakan mosi tidak percaya. Thierry kemudian bilang pada saya bawa dia akan keluar. Saya lalu bilag lagi kepadanya, sabar."
"Akhirnya, saya menilai hal ini tidak bisa lagi ketemu. Jika dipaksakan, sampai lebaran haji juga AP-GT tetap tidak bisa lolos. FIFA mendesak untuk menghentikan kongres. Akhirnya, dengan sangat menyesal saya memutuskan untuk menutup kongres. Itulah yang terjadi. Sekarang itu semua telah terjadi dan kita semua prihatin terhadap apa yang terjadi pada saat kongres itu," jelas Agum Gumelar.
Jumat, 11 Maret 2011
Kalah 0-1, Indonesia Dikandaskan Turkmenistan
Timnas Indonesia U-23 menelan kekalahan 0-1 melawan Turkmenistan di leg kedua babak pendahuluan Pra Olimpiade 2012, Rabu 9 Maret 2011, di Olympic Stadium, Ashgabat. Atas hasil ini pasukan Merah Putih dipastikan tersingkir dengan agregat 1-4 setelah di leg pertama yang berlangsung di Palembang 23 Februari lalu juga kalah 1-3.
Gol tunggal tuan rumah dicetak Ruslan Mingazow di menit 25. Dengan demikian Turkmenistan berhak melaju ke babak selanjutnya bersama Yordania, Kuwait, India, Oman, Iran, dan Hong Kong. Di antara negara yang disebut di atas, Hong Kong meraih kemenangan agregat terbesar 7-0 atas Maladewa.
Sedangkan dengan hasil ini, Indonesia gagal memenuhi target untuk masuk ke fase grup Olimpiade 2012. Target yang kini tersisa tinggal meraih medali emas di SEA Games 2011 yang akan berlangsung bulan November nanti.
Gol tunggal tuan rumah dicetak Ruslan Mingazow di menit 25. Dengan demikian Turkmenistan berhak melaju ke babak selanjutnya bersama Yordania, Kuwait, India, Oman, Iran, dan Hong Kong. Di antara negara yang disebut di atas, Hong Kong meraih kemenangan agregat terbesar 7-0 atas Maladewa.
Sedangkan dengan hasil ini, Indonesia gagal memenuhi target untuk masuk ke fase grup Olimpiade 2012. Target yang kini tersisa tinggal meraih medali emas di SEA Games 2011 yang akan berlangsung bulan November nanti.
Jumat, 04 Maret 2011
FIFA Tuntun PSSI Gelar Kongres
PSSI akan berkonsultasi dengan FIFA terkait penyelenggaraan kongres yang tertunda. PSSI juga akan berkoordinasi dengan FIFA dalam menentukan aturan main yang akan digunakan pada kongres tersebut.
PSSI sejatinya menggelar kongres di Bali, 26 Maret 2011. Namun forum tertinggi pengambil keputusan di organisasi PSSI ini batal digelar setelah komite banding menganulir seluruh calon yang akan maju.
FIFA melalui rapat exco di Zurich, Swiss, 2-3 Maret lalu memerintahkan PSSI untuk menggelar dua kongres. Kongres pertama adalah pembentukan komisi pemilihan dan kedua kongres pemilihan kepengurusan baru.
Kongres pertama harus digelar pada 26 Maret 2011. Sedangkan kongres kedua digelar pada 30 April 2011.
Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid menilai pihaknya perlu meminta petunjuk dari FIFA. Pasalnya, instruksi FIFA tersebut tidak bisa digelar bila mengacu pada statuta organisasi PSSI yang berlaku.
Menurut Nurdin, pada statuta PSSI disebutkan bahwa, Komite Eksekutif sudah harus menetapkan waktu dan tempat kongres, delapan minggu sebelum kongres. Sedangkan PSSI baru menerima surat dari FIFA, 4 Maret 2011.
"Jadi tidak mungkin delapan minggu," kata Nurdin di kantor KONI, Senayan, Jakarta, Jumat 4 Maret 2011.
Nurdin menambahkan, pada statuta PSSI juga disebutkan bahwa enam minggu sebelum kongres merupakan masa pencalonan. Mulai dari pengajuan nama hingga proses verifikasi para bakal calon.
"Empat minggu sebelum kongres Sekjen sudah harus menyampaikan nama-nama calon kepada anggota pemilik suara," beber Nurdin.
"Yang akan akan kami pertanyakan apakah statuta ini bisa diabaikan? Itu pertanyaannya. Karena bila salah atau cacat hukum, kami bisa digugat. Kami tidak mau itu," lanjut Nurdin.
PSSI rencananya melalui Dali Tahir dan Sjarif Bastaman akan ke markas besar FIFA di Zurich, Senin 7 Maret 2011. Mereka diutus untuk meminta masukan mengenai tata cara yang akan digunakan pada dua kongres nanti.
Sementara itu, terkait aturan main pemilihan, PSSI juga akan berkoordinasi dengan FIFA. PSSI akan membuat aturan baru yang mengatur tata cara kedua kongres nanti.
"Karena waktunya sempit, kami akan menggunakan peraturan lain. Namun apakah boleh atau tidak, kami harus bertanya dulu kepada FIFA," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes kepada wartawan.
Lebih lanjut Nugraha mengatakan komisi banding bakal ditiadakan. Pasalnya, keputusan Komisi Pemilihan adalah final dan tidak bisa digugat. "Akan menjadi tugasnya Komisi Pemilihan mengawal kongres sampai akhir," pungkas Nugraha.
PSSI Akan Berkomunikasi Dengan LPI
PSSI akan melakukan komunikasi dengan pihak Liga Primer Indonesia (LPI) guna menyikapi surat dari FIFA yang mengancam akan melakukan pembekuan jika tidak secepatnya diselesaikan.
Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Jakarta, Sabtu, mengatakan, rekomendasi dari FIFA harus dijalankan. Jika tidak, maka peluang PSSI dibekukan keanggotaannya oleh induk organisasi sepak bola dunia itu terbuka.
"Kami akan mengambil sikap tegas dalam menyelesaikan kasus LPI. Kami juga meminta kepada KONI untuk mengambil sikap," katanya di sela pertemuan dengan KONI di Gedung KONI Pusat Senayan Jakarta.
Menurut dia, PSSI juga akan membuka ruang diskusi dengan LPI agar kemelut tersebut bisa secepatnya terselesaikan. Apalagi kasus LPI tersebut juga dipantau oleh FIFA.
Dalam rilis FIFA, Kamis (3/4), dinyatakan bahwa induk organisasi sepak bola dunia itu meminta PSSI mengendalikan kompetisi sepak bola tandingan yang ada di Indonesia.
"Kami juga akan melakukan komunikasi dengan PT Liga Indonesia selaku pengendali kompetisi sepak bola Indonesia. Yang jelas semuanya perlu proses. Tidak mungkin LPI langsung masuk kompetisi profesional," katanya menambahkan.
Sementara itu, Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, pihaknya akan membantu memfasilitasi antara PSSI dengan LPI maupun dengan pihak pemerintah dalam hal ini Menpora.
"KONI akan memfasilitasi apa pun bentuknya. Yang penting berkaitan dengan rekomendasi FIFA yang telah diterima oleh PSSI," katanya.
Menurut dia, jika semua permasalahan diselesaikan dengan baik, maka sama halnya menyelamatkan cabang sepak bola yang juga menjadi andalan untuk merebut medali emas pada SEA Games 2011 nanti.
Dalam pertemuan itu pihak PSSI selain dihadiri oleh Nurdin Halid juga Sekjen Nugraha Besoes serta beberapa perwakilan Exco termasuk anggota Komite Etik FIFA Suryadharma "Dali" Tahir.
Sedangkan KONI/KOI, selain Rita Subowo juga hadir Wakil Ketua Umum KONI Hendardji Supandji.
FIFA Bahas Status Nurdin Halid
FIFA telah membuat langkah penting untuk menentukan status ketua umum PSSI Nurdin Halid. FIFA merekomendasikan bahwa Nurdin Halid tidak mungkin untuk dipilih kembali saat masa jabatannya berakhir bulan ini, kata sumber dekat dengan Komite Asosiasi FIFA seperti dikutip situs Worldfootballinsider, Kamis.Satu upaya besar untuk mengakhiri delapan tahun kepemimpinan Nurdin Halid yang sempat memimpin organisasi PSSI dari sel penjara karena kasus korupsi.
Dalam kode etik FIFA, mereka yang sudah telah menjalani hukuman penjara memang dilarang untuk kembali memegang kekuasaan dalam keorganisasian. Dalam laporan itu, memang ada kekhawatiran bagi pihak yang anti-Nurdin Halid jika ada anggota Komite Eksekutif FIFA yang melindungi Nurdin.
FIFA dalam hal ini memahami situasi yang sedang berlangsung di Indonesia dan akan membahasnya lebih lanjut. Rapat Komite Eksekutive (Exco) FIFA berlangsung di Zurich, Swiss, pada Rabu dan Kamis waktu setempat. Rapat Exco FIFA ini langsung dipimpin oleh Presiden FIFA, Joseph Sepp Blatter.
Peringkat Dunia FIFA
- 04 Juli 2013
- 1. Spanyol - 1532 Pts
- 2. Jerman - 1273 Pts
- 3. Kolombia - 1206 Pts
- 4. Argentina - 1204 Pts
- 5. Belanda - 1180 Pts
- 6. Italia - 1142 Pts
- 7. Portugal - 1099 Pts
- 8. Kroasia - 1098 Pts
- 9. Brazil - 1095 Pts
- 10. Belgia - 1079 Pts
- ........
- 160. Chad - 134 Pts
- 161. Lesotho - 133 Pts
- 162. Kep. Salomon - 132 Pts
- 163. Myanmar - 129 Pts
- 164. Gambia - 126 Pts
- 165. Dominica - 124 Pts
- 166. Sao Tome e Principe - 120 Pts
- 167. Pakistan - 114 Pts
- 168. Indonesia - 112 Pts
- 169. Nepal - 106 Pts
- 170. Yaman - 96 Pts










